Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Syu'araa (Penyair) - surah 26 ayat 223 [QS. 26:223]

یُّلۡقُوۡنَ السَّمۡعَ وَ اَکۡثَرُہُمۡ کٰذِبُوۡنَ
Yulquunassam’a wa-aktsaruhum kaadzibuun(a);
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
―QS. Asy Syu’araa [26]: 223

Daftar isi

They pass on what is heard, and most of them are liars.
― Chapter 26. Surah Asy Syu’araa [verse 223]

يُلْقُونَ mereka melemparkan/menyampaikan

They pass on
ٱلسَّمْعَ pendengaran

(what is) heard,
وَأَكْثَرُهُمْ dan kebanyakan mereka

and most of them
كَٰذِبُونَ orang-orang yang berdusta

(are) liars.

Tafsir Quran

Surah Asy Syu’araa
26:223

Tafsir QS. Asy-Syu’ara’ (26) : 223. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan kebiasaan dan kepercayaan bangsa Arab Jahiliah dengan bentuk pertanyaan kepada manusia sehingga mereka dapat menilai dengan membedakan antara kebenaran wahyu dan kedustaan tukang-tukang ramal.
Pertanyaan itu ialah:
Wahai manusia, apakah akan Aku nyatakan kepada kamu sekalian suatu berita yang bila kamu ketahui akan bermanfaat bagimu dan memurnikan ketaatan dan ketundukanmu kepada Allah, dalam menyelesaikan masalah-masalah dunia, dalam membedakan dan menilai kebenaran wali-wali Allah dan kawan-kawan setan dan kepada siapa setan itu pulang balik berusaha mencari-cari dan mendengarkan seruan suatu berita.

Kemudian Allah sendiri menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan bagaimana setan-setan menyampaikan bisikan-bisikan kepada tukang ramal dan bagaimana tukang ramal menyampaikan bisikan itu kepada manusia yang datang kepadanya, yaitu:

1. Setan-setan itu datang berulang-ulang kepada orang-orang yang suka berdusta, berbohong, banyak melakukan perbuatan dosa, dan mengaku sebagai tukang ramal.

Kepada mereka, setan membisikkan pikiran-pikiran yang tidak ada artinya dan khayalan-khayalan yang pada umumnya tidak sesuai dengan kenyataan.

2. Setan juga membisikkan kepada para peramal itu informasi yang dicarinya, kemudian mereka menyampaikan kepada orang-orang yang datang kepada mereka sebagai hasil ramalannya.
Hasil ramalan itu diyakini sebagai suatu kebenaran oleh orang-orang yang percaya kepadanya.

Ayat-ayat ini seakan-akan menyuruh manusia membandingkan sendiri proses penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad dan isinya dengan proses penyampaian bisikan setan kepada tukang ramal, yang kemudian mereka sampaikan pula kepada orang-orang yang percaya kepada ramalan itu.
Dengan membandingkan antara wahyu dan ramalan, mereka akan melihat dengan jelas perbedaannya.

Wahyu bukan sekadar bisikan-bisikan yang tidak ada maknanya, tetapi merupakan petunjuk bagi manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Wahyu dapat dibuktikan kebenarannya, baik dari sisi logika, budi pekerti yang mulia, maupun dari sisi adat kebiasaan, sedangkan ramalan tidak demikian.

Ramalan tidak sama dengan akal pikiran yang benar, apalagi bila ditinjau dari sisi budi pekerti yang mulia dan adat kebiasaan yang baik.
Yang menyampaikan wahyu Allah adalah Malaikat Jibril, dan penerimanya ialah Nabi Muhammad, orang yang dapat dipercaya dan dikenal berbudi pekerti yang baik.
Adapun tukang-tukang ramal kebanyakan pendusta dan pembohong, tidak bermoral baik, dan tidak disukai masyarakat, mengaku dirinya sebagai tukang ramal setelah mendapatkan bisikan-bisikan setan.

Ayat ini menolak dakwaan orang-orang musyrik Mekah yang menuduh bahwa Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah sesuatu yang benar, tetapi berasal dari bisikan-bisikan setan.
Allah membersihkan nama baik Rasul-Nya dari berbagai tuduhan yang mereka ada-adakan itu, dengan menyatakan bahwa Alquran yang diturunkan kepada Muhammad adalah wahyu Allah yang disampaikan kepadanya dengan perantaraan malaikat Jibril, bukan dari setan.

Mendatangi para peramal termasuk adat kebiasaan dan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliah.
Biasanya mereka mendatangi para peramal untuk menanyakan sesuatu yang belum mereka ketahui, seperti tentang nasib di masa depan, jodoh putri mereka, perkiraan hasil usaha yang akan mereka usahakan, dan sebagainya.
Di samping itu, para peramal kadang-kadang berfungsi sebagai seorang tabib yang mengobati segala macam penyakit.
Apa yang diramalkan para peramal itu biasanya tidak benar.
Apabila yang diramalkan itu benar-benar terjadi, itu hanyalah suatu kebetulan saja.
Rasulullah telah mengingatkan bahwa mendatangi peramal merupakan perbuatan dosa, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadis:

Barang siapa mendatangi peramal dan menanyakan sesuatu, maka salatnya empat puluh malam tidak akan diterima (Riwayat Ahmad dan Muslim dari safiyyah).

Barang siapa mendatangi peramal atau dukun, dan dia mempercayai terhadap apa yang dikatakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.
(Riwayat Ahmad dan Al-hakim dari Abu Hurairah)

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 223. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka menyimak kata-kata setan yang memperdengarkan dugaan-dugaan yang menjadikan mereka sebagai pendusta.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


setan-setan menyadap pendengaran, mencurinya dari para malaikat, lalu mereka menyampaikannya kepada para dukun dan orang-orang yang sejalan hidupnya dengan mereka dari kalangan ahli kefasikan, kebanyakan orang dari mereka adalah para pendusta.
Salah seorang dari mereka berbicara satu kata dengan benar, lalu menambahkan lebih dari seratus kebohongan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka menghadapkan) yakni setan-setan itu


(pendengaran) apa yang telah mereka curi dengar dari para malaikat, kemudian mereka menyampaikannya kepada para ahli ramal


(dan kebanyakan mereka itu adalah orang-orang pendusta) mereka menambahi kedustaan kepada apa yang telah mereka dengar itu dengan kedustaan yang banyak, hal ini berlangsung sebelum setan-setan itu dihalangi untuk mencapai langit.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 223)

Yakni setan-setan itu mencuri-curi dengar dari berita langit, dan satu kalimat yang mereka dengar tentang ilmu gaib, lalu mereka membubuhinya dengan seratus kedustaan.
Setelah itu mereka sampaikan kepada pendukung-pendukung mereka dari kalangan manusia.
Selanjutnya manusia yang kedatangan mereka menceritakan berita tersebut kepada orang lain, dan banyak orang yang percaya kepada berita yang dicuri dari langit ini mengingat sesuai dengan kenyataannya.


Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

melalui Az-Zuhri disebutkan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Urwah ibnuz Zubair;
ia pernah mendengar Urwah ibnuz Zubair menceritakan hadis berikut, bahwa Siti Aisyah pernah menceritakan bahwa ada segolongan orang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang ahli tenung, maka beliau ﷺ menjawab,
"Sesungguhnya para tukang tenung itu tidak benar sama sekali."
Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka menceritakan sesuatu yang sesuai dengan kejadiannya yang terkemudian."
Nabi ﷺ menjawab:
Itu berasal dari berita yang benar yang dicuri oleh jin, lalu ia bisikkan ke telinga kekasihnya bagaikan suara kokokan ayam jantan, dan ia mencampuradukkannya dengan seratus kali dusta lebih.

Imam Bukhari telah meriwayatkan pula, bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Amr;
ia pernah mendengar Ikrimah berkata bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda,
"Apabila Allah memutuskan perkara di langit, para malaikat mengepak-ngepakkan sayapnya karena takut kepada titah Allah subhanahu wa ta’ala, bunyinya seakan-akan seperti rantai yang terjatuh di atas batu yang licin permukaannya.
Apabila mereka telah sadar dari rasa takutnya, bertanyalah (sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain),
"Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?"
Mereka menjawab,
"Kebenaran belaka, Dia Mahatinggi lagi Mahabesar."
Pembicaraan itu terdengar oleh setan-setan yang mencuri-curi dengar dari pembicaraan mereka.
Setan-setan yang mencuri-curi dengar itu —kata Sufyan seraya mengisyaratkan dengan jari jemari tangannya yang ia susun— seperti ini.
Maka setan yang paling puncak mendengarnya, lalu menyampaikannya kepada setan yang ada di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada setan yang di bawahnya hingga akhirnya sampailah ke telinga penyihir atau tukang tenung, selanjutnya diucapkan oleh mereka.
Adakalanya setan itu terkena oleh lemparan bintang yang menyala (membakar) sebelum ia sempat menyampaikannya, dan adakalanya ia sempat menyampaikannya sebelum terkena bintang yang menyala itu, lalu ia mencampurinya dengan seratus kali dusta (dari sisinya).
Kemudian dikatakan,
"Bukankah telah dititahkan kepada kita pada hari anu dan anu akan terjadi peristiwa anu dan anu?"
Dan ternyata peristiwanya itu sesuai dengan kalimat yang mereka dengar dari langit.

Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari melalui jalur ini secara tunggal.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Az-Zuhri, dari Ali ibnul Husain, dari Ibnu Abbas, dari sejumlah sahabat Ansar dengan teks yang hampir sama dengan hadis ini.
Dan hal ini akan diterangkan nanti dalam surat Saba’ dalam tafsir firman-Nya:

sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka.
(QS. Saba’ [34]: 23)

Imam Bukhari mengatakan bahwa Lais pernah berkata, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Yazid, dari Sa’id ibnu Abu Hilal, bahwa Abul Aswad pernah menceritakan hadis berikut dari Urwah, dari Aisyah r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya para malaikat berbincang-bincang di awan mengenai suatu perkara (yang akan terjadi) di bumi, lalu setan-setan mencuri dengar pembicaraan itu, maka mereka membisikkannya ke telinga tukang tenung seperti suara botol-botol beradu, dan mereka menambah-nambahinya dengan seratus kali dusta.

Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal di tempat yang lain dari kitab
"Permulaan Kejadian"
melalui Sa’id ibnu Abu Zaid, dari Al-Lais, dari Abdullah ibnu Abu Ja’far, dari Abul Aswad Muhammad ibnu Abdur Rahman, dari Urwah, dari Aisyah r.a.

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu’araa" (kata jamak dari "Asy Syaa ‘ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Audio Murottal

QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 227

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 223 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 223 - Gambar 2
Statistik QS. 26:223
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

26:223, 26 223, 26-223, Surah Asy Syu'araa 223, Tafsir surat AsySyuaraa 223, Quran Asy Syuara 223, Asy Syu'ara 223, Asy-Syu'ara 223, Surah Asy Syuara ayat 223

Video Surah

26:223


More Videos

Kandungan Surah Asy Syu'araa

۞ QS. 26:4 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 26:5 Al Rahman (Maha Pengasih) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 26:8 • Orang mukmin kelompok minoritas • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:12 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar)

۞ QS. 26:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:26 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:27 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:31 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:41 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 26:47 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:48 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:50 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:51 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:52 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:57 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:63 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:67 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 26:68 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:71 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:72 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:73 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:74 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:75 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:76 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:77 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:78 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:81 • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 26:83 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:85 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga

۞ QS. 26:87 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:88 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 26:89 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 26:90 • Sifat hari penghitungan • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 26:91 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 26:92 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 26:93 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:94 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:95 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:96 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 26:97 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:98 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:99 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 26:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:101 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 26:102 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia •

۞ QS. 26:103 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:104 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:105 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:109 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:113 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:117 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:118 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:119 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:120 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:121 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:122 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:127 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:130 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:135 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:136 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:137 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:138 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 26:139 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:140 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:141 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:145 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:151 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:152 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:154 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:156 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:157 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:158 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir

۞ QS. 26:159 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:163 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:164 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:166 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:170 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:171 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:172 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:173 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:174 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:175 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:176 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:179 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:180 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:184 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 26:185 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:186 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:187 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:188 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 26:189 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:190 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:191 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:192 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:193 • Sifat Jibril • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 26:198 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:199 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:200 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:201 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:202 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:203 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:205 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 26:206 • Allah menepati janji • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:207 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:208 • Hukum alam

۞ QS. 26:209 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 26:212 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:213 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:216 Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 26:217 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:218 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Bashar (melihat)

۞ QS. 26:220 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 26:221 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:222 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:223 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:224 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:227 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

…,
laki-laki & perempuan yang berpuasa,
laki-laki & perempuan yang memelihara kehormatannya,
laki-laki & perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan & pahala yang besar.
QS. Al-Ahzab [33]: 35

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat & tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah,
sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu,
maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim
QS. Yunus [10]: 106

Allah berfirman:
“Di bumi itu kamu hidup & di bumi itu kamu mati,
dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
QS. Al-A’raf [7]: 25

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

Surga Na’im

Apa itu Surga Na’im? Surga Na’im diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala dari perak putih. Kandidat penghuninya, yakni: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Orang-orang yang ber...

An Nuur

Apa itu An Nuur? Allah itu An-Nur ◀ Artinya Yang Maha Pemberi Cahaya. Maksudnya adalah Allah itu berkuasa membuat cahaya dan membuat cahaya-Nya itu untuk menerangi alam semesta ini. Selain itu arti...

Al-Fajr

Apa itu Al-Fajr? Surah Al-Fajr adalah surah ke-89 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al-Fajr yang berarti Fajar diambil dari perkataan Al-Fajr yang...