Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Asy Syu'araa

Asy Syu’araa (Penyair) surah 26 ayat 216


فَاِنۡ عَصَوۡکَ فَقُلۡ اِنِّیۡ بَرِیۡٓءٌ مِّمَّا تَعۡمَلُوۡنَ
Fa-in ‘ashauka faqul innii bariyun mimmaa ta’maluun(a);

Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah:
“Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”,
―QS. 26:216
Topik ▪ Ajakan masuk Islam
26:216, 26 216, 26-216, Asy Syu’araa 216, AsySyuaraa 216, Asy Syuara 216, Asy Syu’ara 216, Asy-Syu’ara 216
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu'araa (26) : 216. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad dalam melakukan dakwahnya, yaitu jika keluarga dekat, karib kerabat tidak mengindahkan seruannya, hendaklah ia mengatakan kepada mereka bahwa ia berlepas diri dari kedurhakaan dan keingkaran mereka.
Allah mengancam sikap dan tindakan mereka itu dengan azab yang sangat pedih sebagai balasan dari perbuatan mereka.
Tidak seorang pun yang dapat melepaskan diri dari azab Allah pada hari akhirat.
Harta, anak, dan keluarga tidak lagi berguna sedikit pun untuk melepaskan diri dari azab Allah.
Hanya orang yang menghadap Allah dengan iman dan amal salehlah yang dapat terhindar dari azab Allah.

Asy Syu'araa (26) ayat 216 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Asy Syu'araa (26) ayat 216 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Asy Syu'araa (26) ayat 216 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika mereka, ternyata, tetap mendurhakai dan tidak mematuhimu, maka bebaskanlah dirimu dari mereka dan dari perbuatan-perbuatan mereka seperti kemusyrikan dan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika mereka mendurhakaimu) yakni kerabat-kerabat terdekatmu itu (maka katakanlah) kepada mereka, ("Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan") tentang penyembahan kalian kepada selain Allah itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila mereka menyelisihi perintahmu dan tidak mau mengikutimu, maka berlepas dirilah dari perbuatan mereka, termasuk kesyirikan dan kesesatan yang mereka lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman seraya memerintahkan (kepada hamba-hamba-Nya) agar menyembah Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya; juga memberitahu­ kan bahwa barang siapa yang menyekutukan-Nya, Dia pasti akan mengazabnya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan kepada keluarganya yang terdekat, dan bahwa tiada yang menyelamatkan seseorang pun dari kaum kerabatnya kecuali imannya kepada Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung.
Lalu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang mengikutinya dari kalangan hamba-hamba Allah yang mukmin.
Dan barang siapa di antara makhluk Allah durhaka kepada-Nya, hendaklah ia berlepas diri dari apa yang dilakukannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan." (Asy-Syu'ara': 216)

Peringatan yang khusus ini tidak bertentangan dengan peringatan yang umum, bahkan ia merupakan bagian darinya, seperti yang disebutkan dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang leluhurnya belum pernah mendapat peringatan, karena itu mereka lalai.
(Yasin: 6)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya.
(Al-An'am: 92 dan Asy Syura: 7)

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya.
(Al-An'am: 51)

agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
(Maryam: 97)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

supaya dengan dia aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya).
(Al-An'am: 19)

Dan dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya:

Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.
(Hud: 17)

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, tidak sekali-kali ada seseorang dari kalangan umat ini yang beragama Yahudi dan tidak pula yang beragama Nasrani mendengar tentang diriku, lalu ia tidak beriman kepadaku, melainkan pasti masuk neraka.

Banyak hadis yang menceritakan tentang turunnya ayat ini.
Berikut ini kami sebutkan hadis-hadis tersebut.

Hadis pertama.

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Namir, dari Al-A'masy ibnu Amr ibnu Murrah, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
yang telah mengatakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Maka Nabi ﷺ datang ke Bukit Safa, lalu menaikinya dan berseru, "Hai orang-orang yang ada di pagi hari ini!" Maka orang-orang berkumpul di hadapannya, ada yang datang langsung dan ada yang hanya mengirimkan orang suruhannya.
Lalu Rasulullah ﷺ berseru: "Hai Bani Abdul Muttalib, hai Bani Fihr, hai Bani Lu-ay, bagaimanakah menurut kalian seandainya kuberitakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda musuh di lereng bukit ini hendak menyerang kalian, apakah kalian akan percaya kepadaku?"
Mereka menjawab, "Ya, kami percaya." Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang keras.” Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu sepanjang hari ini, apakah engkau memanggil kami untuk tujuan ini?” Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan binasa" (Al-Lahab: 1), hingga akhir surat.

Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Al-A'masy dengan sanad yang sama.

Hadis kedua.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari ayahnya dari Aisyah, bahwa ketika ayat berikut diturunkan, yaitu firman Allah subhanahu wa ta'ala: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Hai Fatimah binti Muhammad, hai Safiyyah binti Abdul Muttalib, hai Bani Abdul Muttalib, aku tidak mempunyai kekuasaan apapun bagi kalian terhadap Allah, mintalah kepadaku dari harta milikku sesuka kalian.

Imam Muslim mengetengahkan hadis ini secara tunggal.

Hadis ketiga.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Zaidah Abdul Malik ibnu Umair, dari Musa Ibnu Talhah, dari Abu Hurairah r.a.
yang telah mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Maka Rasulullah ﷺ menyeru orang-orang Quraisy secara umum dan khusus, lalu beliau bersabda: Hai golongan orang-orang Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari neraka.
Hai golongan orang-orang Bani Ka'b, selamat­kanlah diri kalian dari neraka.
Hai golongan orang-orang Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari neraka.
Hai golongan orang-orang Bani Abdul Muttalib, selamatkanlah diri kalian dari neraka, Hai Fatimah binti Muhammad, selamatkanlah dirimu dari neraka.
Karena sesungguhnya aku demi Allah, tidak mempunyai kekuasaan apa pun bagi kalian terhadap Allah melainkan hanya kalian mempunyai tali persaudaraan denganku yang mengikatku dengan kalian.

Imam Muslim dan Imam Turmuzi telah meriwayatkannya melalui hadis Abdul Malik ibnu Umair dengan sanad yang sama.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa bila ditinjau dari jalurnya hadis ini berpredikat garib, Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Musa ibnuTalhah secara mursal tanpa menyebutkan nama Abu Hurairah di dalamnya.
Predikat mausul hadis ini adalah pendapat yang benar.
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkannya di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Az-Zuhri, dari Sa'id ibnul Musayyab dan Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, dari Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah r.a.
yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Hai Bani Abdul Muttalib, tebuslah diri kalian dari (azab) Allah.
Hai Safiyyah bibi Rasulullah, hai Fatimah binti Rasulullah, tebuslah diri kamu berdua dari (azab) Allah, karena sesungguh­nya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun terhadap Allah, mintalah olehmu berdua dari hartaku sesukamu.

Imam Ahmad meriwayatkannya secara tunggal melalui jalur ini.

Ia pun meriwayatkannya secara tunggal dari Mu'awiyah, dari Zaidah, dari Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal.
Ia telah meriwayatkannya pula dari Hasan yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah secara marfu'.

Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Damam ibni Israil, dari Musa ibnu Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Hai Bani Qusay, hai Bani Hasyim, hai Bani Abdu Manaf, akulah pemberi peringatan, maut pasti datang menyerang, dan kiamat adalah hari yang telah dijanjikan.

Hadis keempat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami At-Taimi, dari Abu Us'man, dari Qubaisah ibnu Mukhariq dan Zuhair ibnu Amr, keduanya mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Maka Rasulullah ﷺ menaiki sebuah tumpukan batu besar yang ada di puncak sebuah bukit, lalu berseru: Hai Bani Abdu Manaf, sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan, dan sesungguhnya perumpamaan diriku dan diri kalian adalah bagaikan seorang lelaki yang melihat kedatangan musuh, lalu ia memberikan peringatan dini kepada kaumnya agar jangan kedahuluan oleh musuh.
Untuk itu ia berseru dengan sekuat suaranya, "Awas serangan musuh!"

Imam Muslim meriwayatkannya—demikian pula Imam Nasai—melalui hadis Sulaiman ibnuTarkhan At-Taimi, dari Abu Us'man alias Abdur Rahman ibnu Sahi An-Nahdi, dari Qubaisas dan Zuhair ibnu Amr Al-Hilali dengan sanad yang sama.

Hadis kelima.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Al-A'masy, dari Al-Minhal, dari Abbad ibnu Abdullah Al-Asadi, dari Ali r.a.
yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Maka Nabi ﷺ mengumpulkan semua ahli baitnya, sehingga terkumpullah sebanyak tiga puluh orang, lalu mereka diberi jamuan makan dan minum.
Ali melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi ﷺ bersabda kepada mereka, ''Siapakah (di antara kalian) yang sanggup untuk menjamin keselamatan agama dan janji-janjiku?
Maka kelak ia akan bersamaku di dalam surga dan menjadi penggantiku di kalangan keluargaku." Maka ada seorang lelaki —yang tidak disebutkan namanya oleh Syarik— berkata, "Wahai Rasulullah, engkau adalah orang yang lebih mengerti siapa yang dapat mengemban tugas ini." Lalu ada lelaki lain yang menjawab hal yang sama sebanyak tiga kali.
Akhirnya Rasulullah ﷺ menawarkan hal tersebut kepada ahli baitnya, lalu Ali berkata, "Saya."

Jalur lain yang meriwayatkannya lebih rinci disebutkan oleh Imam Ahmad,

telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abu Uwanah, telah menceritakan kepada kami Us'man ibnul Mugirah, dari Abu Sadiq, dari Rabi'ah ibnu Majid, dari Ali r.a.
yang telah menceritakan bahwa Rasulullah mengumpulkan atau mengundang Bani Abdul Muttalib yang terdiri dari sejumlah banyak orang, yang untuk menjamu mereka diperlukan seekor unta jaza'ah dan satu farq air minum.
Tetapi Rasulullah ﷺ hanya membuat satu mud makanan untuk mereka, dan ternyata mereka semua kenyang, sedangkan makanan yang dijamu­kan masih tetap utuh seperti sediakala seakan-akan masih belum disantap.
Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar didatangkan satu kendi air minum, dan mereka minum darinya hingga kenyang, sedangkan air minum itu masih utuh seperti sediakala sebelum diminum.
Lalu beliau ﷺ bersabda: "Hai Bani Abdul Muttalib, sesungguhnya aku diutus kepada kalian secara khusus dan juga kepada seluruh manusia secara umum.
Kalian telah menyaksikan sendiri mukjizat ini sebagai­mana yang telah kalian lihat, maka siapakah di antara kalian yang mau berbaiat (berjanji setia) kepadaku untuk menjadi saudara dan temanku?” Ali mengatakan bahwa tiada seorang pun yang berdiri menyambut seruannya, "Maka aku bangkit menuju ke arahnya, 'saat itu aku adalah orang yang termuda' di antara yang hadir.
Nabi ﷺ bersabda, 'Duduklah kamu!' sebanyak tiga kali, yang pada masing-masingnya aku berusaha bangkit menuju ke arahnya, dan beliau selalu bersabda, 'Duduklah kamu!' Setelah ketiga kalinya, barulah beliau menjabatkan tangannya ke tanganku (pertanda setuju).”

Jalur lain lebih garib, tetapi lebih rinci daripada teks yang sebelumnya dengan ada beberapa tambahan.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi di dalam kitabnya Dalailun Nubuwwah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Abul Abbas Muhammad ibnu Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdul Jabbar, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Bukair, dari Muhammad ibnu Ishaq yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya seseorang yang mendengar hadis berikut dari Abdullah ibnul Haris ibnu Naufal tanpa menyebutkan namanya, dari Ibnu Abbas, dari Ali ibnu Abu Talib r.a.
yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan kepada Rasulullah ﷺ, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
(Asy-Syu'ara': 214-215) Maka Rasulullah ﷺ berkata, "Aku mengetahui bahwa jika aku sampaikan hal ini dengan segera kepada mereka (kaumku), pastilah aku akan melihat jawaban mereka yang tidak kusukai.
Karena itu, terpaksa aku hanya diam." Maka datanglah Jibril kepadaku dan berkata, "Hai Muhammad, sesungguhnya jika kamu tidak segera melakukan apa yang telah di­perintahkan kepadamu, niscaya Tuhanmu akan mengazabmu." Ali melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi ﷺ memanggilku dan berkata, "Hai Ali sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memerintahkan kepadaku untuk memberikan peringatan kepada kaum kerabat terdekatku, dan aku mengetahui bahwa jika aku segera menyampaikan hal itu kepada mereka, pastilah aku akan mendapat jawaban yang tidak aku sukai.
Karena itu, aku diam.
Kemudian Jibril datang kepadaku dan berkata, "Hai Muhammad, jika kamu tidak melakukan apa yang diperintahkan kepadamu, niscaya Tuhanmu akan mengazabmu.' Hai Ali buatkanlah makanan untuk kami dengan menyembelih seekor kambing dan satu sa' makanan serta siapkanlah susu satu qirbah, kemudian kumpulkanlah semua orang Bani Abdul Muttalib." Maka saya lakukan perintahnya dan berkumpullah di rumah Nabi ﷺ semua Banil Muttalib yang saat itu berjumlah kurang lebih empat puluh orang; di antaranya terdapat paman-paman beliau seperti Al-Abbas, Hamzah, Abu Talib, dan Abu Lahab yang kafir lagi kotor itu.
Lalu saya suguhkan hidangan itu kepada mereka.
Rasulullah ﷺ mengambil sepotong daging, lalu membelahnya dengan giginya, dan menaburkannya ke seluruh hidangan tersebut seraya bersabda, "Makanlah dengan menyebut nama Allah." Maka semua yang hadir makan hingga kenyang, dan tiada yang tersisa kecuali bekas tangan-tangan mereka.
Padahal, demi Allah, seseorang dari mereka saja dapat menghabiskan hidangan tersebut.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, "Berilah mereka minum, hai Ali." Maka saya datang dengan membawa qirbah tersebut, dan mereka minum darinya hingga kenyang semuanya.
Padahal, demi Allah, sesungguhnya seseorang dari mereka dapat menghabiskan minuman itu sendirian.
Ketika Rasulullah ﷺ hendak berbicara kepada mereka, Abu Lahab mendahuluinya dan mengatakan, "Sungguh kalian telah disihir oleh teman kalian ini (maksudnya Nabi ﷺ yang menyuguhkan makanan dan minuman sedikit, tetapi cukup untuk mereka semua)." Mereka bubar dan Rasulullah ﷺ tidak sempat berbicara dengan mereka.
Pada keesokan harinya Rasulullah ﷺ bersabda, "Hai Ali, buatkanlah jamuan bagi kita seperti yang kamu lakukan kemarin, yaitu jamuan makan dan minum, karena sesungguhnya Abu Lahab telah mendahuluiku ber­bicara seperti yang telah kamu dengar sebelum aku berbicara dengan kaum." Maka saya lakukan perintahnya, kemudian saya undang mereka untuk datang kepada Nabi ﷺ Dan Rasulullah ﷺ melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya kemarin, lalu mereka semuanya makan hingga kenyang.
Padahal, demi Allah, seseorang saja dari mereka dapat meng­habiskan jamuan itu sendirian.
Seusai mereka makan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hai Ali, berilah mereka minum!" Maka saya datangkan qirbah (wadah minum) itu dan mereka minum darinya hingga semuanya kenyang.
Padahal, demi Allah, seseorang saja dari mereka dapat menghabiskan minuman itu sendirian.
Ketika Rasulullah ﷺ hendak berbicara kepada mereka, Abu Lahab mendahuluinya dengan ucapan, "Sungguh teman kalian ini telah menyihir kalian." Akhirnya mereka bubar, sedangkan Rasulullah ﷺ belum sempat berbicara dengan mereka.
Pada keesokan harinya lagi Rasulullah ﷺ bersabda, "Hai Ali buatlah jamuan makan dan minum buat kita seperti kemarin, karena sesungguhnya Abu Lahab telah mendahului bicaraku seperti yang telah engkau dengar sendiri sebelum aku berbicara dengan kaum." Maka saya lakukan perintahnya.
Saya kumpulkan mereka di rumah beliau ﷺ, dan beliau ﷺ melakukan seperti apa yang telah dilakukan­nya kemarin (mengambil sepotong daging, lalu menyobek-nyobeknya dan menyebarkannya ke seluruh hidangan).
Mereka semua makan hingga kenyang, dan saya beri mereka minum dari wadah minuman tersebut hingga semuanya merasa kenyang.
Padahal, demi Allah, seseorang dari mereka saja dapat menghabiskan jamuan makan dan minum itu sendirian.
Kali ini Rasulullah ﷺ langsung berbicara: Hai Bani Abdul Muttalib, sesungguhnya aku, demi Allah, belum pernah mengetahui ada seorang pemuda Arab yang menyam­paikan kepada kaumnya perkara yang lebih baik daripada apa yang akan kusampaikan kepada kalian ini.
Sesungguhnya aku menyampaikan kepada kalian kebaikan dunia dan akhirat.

Ahmad ibnu Abdul Jabbar mengatakan bahwa Ibnu Ishaq hanya mendengarnya dari Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris.

Abu Ja'far ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Ibnu Ishaq, dari Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris, dari Ibnu Abbas, dari Ali ibnu Abu Talib, lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.
Hanya ditambahkan dalam riwayat ini hal berikut: Sesungguhnya aku menyampaikan kepada kalian kebaikan dunia dan akhirat.
Dan sesungguhnya Allah telah memerintah­kan kepadaku untuk mengajak kalian agar menyembah-Nya.
Maka siapakah di antara kalian yang menjadi wakilku dalam menyampaikan perkara ini, dia kelak akan menjadi saudaraku dan beroleh anu dan anu.
Ali melanjutkan kisahnya, bahwa semua kaum yang hadir diam, dan ia saat itu adalah orang yang paling muda di antara hadirin, paling kurang awas matanya, paling besar perutnya dan paling kecil betisnya, lalu ia berkata, "Saya sanggup, wahai Nabi Allah, untuk menjadi pendukungmu dalam menyampaikannya." Maka Rasulullah ﷺ memegang pundakku dan bersabda, "Sesungguhnya orang ini adalah saudaraku dan anu dan anu, maka tunduk patuhlah kalian kepadanya." Kemudian kaum yang hadir tertawa dan berkata kepada Abu Talib, "Dia telah memerintahkan kepadamu agar tunduk patuh kepada anakmu itu."

Teks ini diriwayatkan secara tunggal oleh Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dia orangnya berpredikat matruk (tidak terpakai hadisnya) lagi pendusta, dan seorang syi'ah militan.
Ali ibnul Madini dan lain-lainnya menuduhnya sebagai orang yang suka membuat-buat hadis, sedangkan para imam menilainya Daif (lemah).

Jalur lain,

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, dari Isa ibnu Maisarah Al-Harisi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abdul Quddus, dari Al-A'masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris yang telah menceritakan bahwa Ali r.a.
pernah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214) Rasulullah ﷺ bersabda kepada saya, "Buatlah makanan untukku berupa kaki kambing satu sa makanan dan semangkuk susu." Maka saya kerjakan perintahnya, dan setelah itu beliau bersabda, "Undanglah Bani Hasyim!" Maka saya mengundang mereka yang saat itu jumlah mereka kurang lebih empat puluh orang.
Di antara mereka terdapat sepuluh orang (jago makan) yaitu dapat menghabiskan seekor unta jaza'ah berikut kulit-kulitnya.
Ketika mangkuk yang berisikan makanan itu dihidangkan, Rasulullah ﷺ mengambil (memotong) bagian puncaknya, lalu bersabda, "Silakan makan." Maka mereka semua makan hingga kenyang, padahal makanan itu masih tetap utuh tidak menyusut kecuali hanya sedikit saja.
Kemudian saya sajikan minuman itu kepada mereka, dan mereka semua minum hingga kenyang, sedangkan minuman itu masih tersisa banyak.
Setelah mereka selesai dari jamuan itu Rasulullah ﷺ hendak berbicara, tetapi tiba-tiba didahului oleh mereka, "Kami belum pernah melihat sihir seperti hari ini." Rasulullah ﷺ diam.
Pada hari berikutnya Rasulullah ﷺ bersabda, "Buatkanlah untukku masakan kaki kambing dengan satu sa" makanan." Maka saya membuat­nya, dan Nabi ﷺ mengundang mereka lagi.
Setelah mereka makan dan minum, mereka mendahului perkataan Nabi ﷺ dengan mengucapkan kalimat yang sama seperti kemarin.
Akhirnya Rasulullah ﷺ hanya diam.
Pada keesokan harinya lagi Rasulullah ﷺ bersabda, "Hai Ali buatkanlah makanan kaki kambing dengan satu sa 'makanan untukku." Maka kulakukan perintahnya, lalu aku mengundang mereka.
Setelah mereka makan dan minum, Rasulullah ﷺ mendahului mereka berbicara.
”Siapakah dari kalian yang sanggup melunasi utangku dan akan menjadi penggantiku untuk mengurus keluargaku?"
Mereka semua diam, dan Al-Abbas paman beliau pun diam karena khawatir utang Nabi ﷺ dapat meludeskan semua hartanya.
Rasulullah ﷺ kembali mengucapkan sabdanya itu dan Al-Abbas tetap diam.
Setelah kulihat semuanya diam, maka aku berkata, "Sayalah, wahai Rasulullah." Pada saat itu saya adalah orang yang paling sederhana penampilannya, dan kedua mata saya mengalami kerabunan, perut saya besar, dan kedua betis saya kecil.

Semua riwayat yang bermacam-macam ini bersumber dari Ali r.a.
Makna permintaan Nabi ﷺ kepada paman-pamannya dan semua saudara sepupunya agar melunasi utangnya dan menjadi penggantinya untuk mengurus keluarganya ialah jika beliau tewas dalam jihad fi sabilillah.
Seakan-akan beliau merasa khawatir bila mulai mengerjakan tugas memberi peringatan, kelak ia akan tewas.
Tetapi setelah Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu.
tidak menyampaikan amanat-Nya.
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Al-Maidah: 67)

Maka barulah beliau merasa tenang, pada mulanya beliau selalu dikawal hingga turun firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Al-Maidah: 67)

Pada saat itu tiada seorang pun dari kalangan Bani Hasyim yang lebih kuat imannya, lebih teguh keyakinannya, serta lebih membenarkan Rasulullah ﷺ selain dari Ali r.a.
Karena itulah maka Ali segera menyambut permintaan Rasulullah ﷺ mendahului mereka semua saat beliau mengajukannya kepada mereka.

Seusai peristiwa tersebut —hanya Allah yang lebih mengetahui— beliau ﷺ menyeru manusia dengan terang-terangan di atas Bukit Safa.
Dan beliau memberikan peringatan kepada semua puak kabilah Qurai'sy secara umum dan khusus, sehingga beliau menyebut nama tiap-tiap orang dari kalangan paman-paman dan bibi-bibinya serta tidak ketinggalan pula putri-putri beliau sendiri, agar dipandang tidak pandang bulu.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan, sedangkan Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.

Al-Hafiz Ibnu Asakir di dalam biografi Abdul Wahid Ad-Dimasyqi telah meriwayatkan melalui jalur Amr ibnu Samurah, dari Muhammad ibnu Suqah, dari Abdul Wahid Ad-Dimasyqi yang telah menceritakan bahwa pada suatu hari ia melihat Abu Darda r.a.
sedang memberi ceramah dan fatwanya kepada orang banyak, sedangkan anaknya berada di sebelahnya dan ahli baitnya sedang duduk-duduk mengobrol di serambi masjid.
Maka dikatakan kepadanya, "Mengapa orang-orang begitu suka menimba ilmu darimu, padahal ahli bait (keluarga)mu sedang enak-enak duduk mengobrol?"
Maka Abu Darda menjawab, bahwa sesungguhnya dia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Orang yang paling berzuhud di dunia ini adalah para nabi, dan yang paling memusuhi mereka adalah kaum kerabat(nya).

Demikian itu terbukti melalui firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy-Syu'ara': 214)

sampai dengan firman-Nya:

maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan.” (Asy-Syu'ara': 216)

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu'araa" (kata jamak dari "Asy Syaa 'ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­ araa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta'ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur'an dituduh sebagai syair, Al Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya('Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'ai'b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.


Gambar Kutipan Surah Asy Syu’araa Ayat 216 *beta

Surah Asy Syu'araa Ayat 216



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Asy Syu'araa

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending







✔ surah 26 ayat 216

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku