Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 208 [QS. 26:208]

وَ مَاۤ اَہۡلَکۡنَا مِنۡ قَرۡیَۃٍ اِلَّا لَہَا مُنۡذِرُوۡنَ
Wamaa ahlaknaa min qaryatin ilaa lahaa mundziruun(a);
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
―QS. 26:208
Topik ▪ Dosa-dosa besar
English Translation - Sahih International
And We did not destroy any city except that it had warners
―QS. 26:208

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَمَآ dan Kami tidak

And not
أَهْلَكْنَا membinasakan

We destroyed
مِن dari

any
قَرْيَةٍ suatu negeri

town
إِلَّا kecuali/melainkan

but
لَهَا baginya

it had
مُنذِرُونَ orang-orang yang memberi peringatan

warners

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 208

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Telah menjadi hukum Kami (sunnatullah), bahwa Kami tidak akan membinasakan suatu umat tanpa lebih dulu mengutus para rasul untuk memberikan peringatan.
Dengan demikian, mereka tak memiliki alasan lagi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan) yakni para Rasul yang memberi peringatan kepada para penduduknya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami tidak akan membinasakan sebuah perkampungan dari kalangan umat-umat terdahulu kecuali setelah Kami mengutus para Rasul kepada mereka,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Qari Internasional

QS. Asy-Syu’araa (26) : 208 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Asy-Syu’araa (26) : 208 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Asy-Syu’araa (26) : 208 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Asy-Syu’araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 208 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 208 - Gambar 2

Statistik QS. 26:208
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.5 (11 votes)

Tags:

Quran 26:208, 26 208, 26-208, Asy Syu’araa 208, tafsir surat AsySyuaraa 208, Asy Syuara 208, Asy Syu’ara 208, Asy-Syu’ara 208

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Instagram

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam