Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 205 [QS. 26:205]

اَفَرَءَیۡتَ اِنۡ مَّتَّعۡنٰہُمۡ سِنِیۡنَ
Afara-aita in matta’naahum siniin(a);
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
―QS. 26:205
Topik ▪ Zuhud ▪ Kerendahan dunia ▪ Kebutuhan tumbuhan akan air
English Translation - Sahih International
Then have you considered if We gave them enjoyment for years
―QS. 26:205

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
أَفَرَءَيْتَ apakah maka pendapatmu

Then have you seen
إِن jika

if
مَّتَّعْنَٰهُمْ Kami beri kesenangan mereka

We let them enjoy
سِنِينَ bertahun-tahun

(for) years

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 205

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pikirkanlah, niscaya kamu akan mengetahui mengapa Kami memberikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun dengan kehidupan yang laik?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bagaimana pendapatmu) bagaimana menurutmu

(jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah kamu mengetahui (wahai Rasul) bila Kami memberi mereka kenikmatan dalam hidup selama bertahun-tahun dengan menunda ajal mereka,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun.
Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 205-207)

Yakni seandainya Kami tangguhkan mereka dan Kami berikan kelonggaran waktu kepada mereka berapa pun lamanya, kemudian datang kepada mereka perintah (azab) Allah, maka tiada sesuatu pun yang selalu mereka nikmati akan bermanfaat bagi mereka.

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(QS. An-Nazi’at [79]: 46)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa.
(QS. Al-Baqarah [2]: 96)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
(QS. Al-Lail [92]: 11)

Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya dalam surat ini:

niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 207)

Di dalam hadis sahih disebutkan melalui sabda Rasulullah ﷺ:

Didatangkan seorang kafir, lalu dicelupkan ke dalam neraka sekali celup, kemudian dikatakan kepadanya,
“Apakah kamu menjumpai sesuatu kebaikan?
Dan apakah kamu menjumpai suatu kenikmatan?”
Maka ia menjawab,
“Tidak, demi Allah, ya Tuhanku.”
Lalu didatangkan seorang manusia yang sangat sengsara ketika di dunianya, lalu dimasukkan sebentar ke dalam surga, dan dikatakan kepadanya,
“Apakah kamu menjumpai suatu kesengsaraan pun?”
Maka ia menjawab,
“Tidak, demi Allah, Ya Tuhanku.”

Yakni seakan-akan kesengsaraan yang pernah dialaminya itu tidak ada sama sekali.
Karena itulah maka Umar ibnul Khattab r.a. mengumpamakan pengertian ini dengan bait syair yang mengatakan:

Seakan-akan kamu tidak pernah mengalami suatu hari pun yang penuh dengan penderitaan, bila kamu dapat meraih apa yang kamu dambakan.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan keadilan-Nya pada makhluk­Nya, bahwa Dia tidak sekali-kali membinasakan suatu umat melainkan sesudah memberikan alasan kepada mereka, memberikan peringatan kepada mereka, mengutus rasulrasul-Nya kepada mereka, dan tegaknya hujah atas mereka.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
untuk menjadi peringatan.
Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
(Asy-Syu’ara”:
208-209)

Sama seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul (QS. Al Israa [17]: 15)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka.
(QS. Al-Qasas:
59)

sampai dengan firman-Nya:

kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.
(QS. Al-Qasas:
59)

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Asy Syu’araa (26) Ayat 205

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang besumber dari Abu Jahdlam bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ tampak gelisah.
Para sahabat menanyakan kepada beliau perihal kegelisahan itu.
Beliau menjawab:
“Mengapa tidak?
Sementara aku mengetahui bahwa musuhku sesudah aku mati adalah umatku sendiri.” Berkenaan dengan peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini (Asy-Syu’araa: 205-207) yang menegaskan bahwa walaupun mereka itu (musuh-musuh Islam) diberikan kenikmatan hidup bertahun-tahun, kenikmatan itu tidak berguna bagi mereka.
Dengan turunnya ayat tersebut, terobatilah hati beliau.

Sumber : Asbabun NuzulK.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Qari Internasional

QS. Asy-Syu’araa (26) : 205 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Asy-Syu’araa (26) : 205 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Asy-Syu’araa (26) : 205 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Asy-Syu’araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 205 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 205 - Gambar 2

Statistik QS. 26:205
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.2 (8 votes)

Tags:

Quran 26:205, 26 205, 26-205, Asy Syu’araa 205, tafsir surat AsySyuaraa 205, Asy Syuara 205, Asy Syu’ara 205, Asy-Syu’ara 205

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #9

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … i’tiqadiyah amaliyah

Pendidikan Agama Islam #4

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang

Instagram