QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 203 [QS. 26:203]

فَیَقُوۡلُوۡا ہَلۡ نَحۡنُ مُنۡظَرُوۡنَ
Fayaquuluu hal nahnu munzharuun(a);

lalu mereka berkata:
“Apakah kami dapat diberi tangguh?”
―QS. 26:203
Topik ▪ Pahala Iman
26:203, 26 203, 26-203, Asy Syu’araa 203, AsySyuaraa 203, Asy Syuara 203, Asy Syu’ara 203, Asy-Syu’ara 203

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 203

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 203. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam keadaan demikian, tanpa mereka sadari, datanglah azab kepada mereka secara tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana datangnya.
Ketika itu, barulah mereka sadar akan perbuatan mereka selama ini.
Mereka mengeluh dan mengharap agar ditangguhkan kedatangan azab itu, sehingga mereka dapat mengerjakan amal saleh, beriman, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya.
Meskipun telah mengetahui bahwa permintaan itu tidak akan dikabulkan Allah, namun mereka mencoba-coba untuk meminta, sekadar mengurangi kepedihan azab yang sedang mereka alami.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di saat azab itu turun, mereka–dengan perasaan menyesal dan meminta diberi kesempatan lagi–berkata, “Adakah kesempatan lagi untuk kami?”
Tetapi permintaan mereka ini akan ditolak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Lalu mereka berkata, “Apakah kami dapat diberi tangguh?”) supaya kami mempunyai kesempatan untuk beriman.

Maka dikatakan kepada mereka, “Tidak”.

Mereka berkata:

“Kapankah datangnya azab itu?”
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka pada saat adzab tersebut tiba, mereka pun berkata mengungkapkan penyesalan terhadap iman yang melayang :
Adakah kami diberi tenggang waktu sehingga kami bisa bertaubat kepada Allah dari kesyirikan kami dan memperbaiki apa yang telah berlalu??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak.
(Asy-Syu’ara’: 202)

Artinya, azab Allah menimpa mereka dengan sekonyong-konyong.

sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, “Apakah kami dapat diberi tangguh?”
(Asy-Syu’ara’: 202-203)

Yakni ketika mereka menyaksikan datangnya azab, mereka berharap seandainya saja mereka diberi masa tangguh barang sedikit waktu agar dapat mengerjakan ketaatan kepada Allah menurut dugaan mereka.
Seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat yang lain:

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka.
(Ibrahim: 44)

sampai dengan firman-Nya:

bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa.
(Ibrahim: 44)

Semua orang zalim, orang durhaka, dan orang kafir bila menyaksikan hukuman yang menimpanya merasakan penyesalan yang berat.
Seperti yang disebutkan dalam kisah Fir’aun ketika Nabi Musa ‘alaihis salam berdoa untuk kebinasaannya, yang disitir oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia.
(Yunus: 88)

sampai dengan firman-Nya:

Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu ber­dua.
(Yunus: 89)

Doa tersebut berpengaruh terhadap diri Fir’aun.
Akhirnya ia tidak beriman hingga melihat azab yang pedih, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah, dia, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.” (Yunus: 90)

sampai dengan firman-Nya:

dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Yunus: 91)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja.” (Al-Mu-min: 84), hingga akhir surat.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 203 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 203 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 203 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-203









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta