QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 184 [QS. 26:184]

وَ اتَّقُوا الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ وَ الۡجِبِلَّۃَ الۡاَوَّلِیۡنَ
Waattaquul-ladzii khalaqakum wal jibillatal au-waliin(a);

dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”
―QS. 26:184
Topik ▪ Kasih sayang Allah yang luas
26:184, 26 184, 26-184, Asy Syu’araa 184, AsySyuaraa 184, Asy Syuara 184, Asy Syu’ara 184, Asy-Syu’ara 184
English Translation - Sahih International
And fear He who created you and the former creation.”
―QS. 26:184

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 184

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 184. Oleh Kementrian Agama RI

Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:

1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.

2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.

3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.

Ayat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan.
Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli.
Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain.
Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi.
Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik.
Allah ﷻ berfirman:

بَقِيَّتُ اللّٰهِ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ

Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman.
Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.”
(Hud [11]: 86).

Yang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.

Syuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya.
Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka.
Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi.
Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka.
Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka.