Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Asy Syu'araa

Asy Syu’araa (Penyair) surah 26 ayat 182


وَ زِنُوۡا بِالۡقِسۡطَاسِ الۡمُسۡتَقِیۡمِ
Wazinuu bil qisthaasil mustaqiim(i);

dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
―QS. 26:182
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
26:182, 26 182, 26-182, Asy Syu’araa 182, AsySyuaraa 182, Asy Syuara 182, Asy Syu’ara 182, Asy-Syu’ara 182
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu'araa (26) : 182. Oleh Kementrian Agama RI

Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:

1.
Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli
2.
Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.
3.
Membuat onar dan kerusakan di bumi.

Ayat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan.
Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli.
Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain.
Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi.
Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik.

Allah berfirman:

Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman.
Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu."

(Hud: 86).

Yang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.
Syuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya.
Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka.
Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi.
Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka.
Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka.

Asy Syu'araa (26) ayat 182 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Asy Syu'araa (26) ayat 182 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Asy Syu'araa (26) ayat 182 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Syu'ayb melanjutkan, "Dan timbanglah sesuatu dengan timbangan yang sempurna, sehingga orang-orang dapat mengambil haknya secara adil dan benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus) timbangan yang baik dan tidak berat sebelah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Timbanglah dengan timbangan yang lurus, jangan mencurangi hak-hak masyarakat pada takaran atau timbangan atau selainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
(Asy-Syu'ara': 182)

Al-qistas artinya timbangan, pendapat yang lain mengatakannya neraca.
Sebagian di antara mereka mengatakan bahwa kata qistas ini diarahkan dari bahasa Romawi (Latin).
Mujahid mengatakan bahwa Al-qistasul mustaqim artinya neraca yang adil menurut bahasa Romawi.
Qatadah mengatakan bahwa qistas artinya adil (seimbang).

Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syu'araa (26) Ayat 182

QISTHAAS
قِسْطَاس

Lafaz ini mengandung makna timbangan yang bersih dan adil.

Al Kafawi berkata,
"Al qisthaas kadangkala digunakan untuk mengetahui kadar atau jumlah dan kadangkala digunakan untuk mengawal dan menjaga dari penambahan atau pengurangan."

Ia disebut dua kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al Israa' (17), ayat 35;
-Asy Syu'araa' (26), ayat 182.

Ulama berbeda pendapat tentang makna qisthaas:

- Al Yazidi mengatakan makna qisthaas adalah al 'adl (keadilan). Begitu juga dengan pendapat Mujahid, beliau berkata,
ia adalah bahasa Roma·

- Ibn Qutaybah berpendapat makna qisthaas adalah al mizan (timbangan) dan ia adalah bahasa Roma.

- Al Hasan berkata "Ia bermakna qubbaan (dacing)

- Ada juga yang memberikannya makna timbangan kecil atau besar

- Az Zujjaj berpendapat, ia bermakna timbangan yang adil atau timbangan dari timbangan-timbangan dirham dan sebagainya.

Tafsirannya, timbanglah dengan timbangan yang adil lagi jujur," tidak ada di dalamnya kesamaran dan penipuan.

Kesimpulannya, al qisthaas bermakna dacing atau timbangan yang adil.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:488-489

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu'araa" (kata jamak dari "Asy Syaa 'ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­ araa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta'ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur'an dituduh sebagai syair, Al Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya('Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'ai'b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.


Gambar Kutipan Surah Asy Syu’araa Ayat 182 *beta

Surah Asy Syu'araa Ayat 182



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Asy Syu'araa

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (13 votes)
Sending