Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Asy Syu'araa

Asy Syu’araa (Penyair) surah 26 ayat 177


اِذۡ قَالَ لَہُمۡ شُعَیۡبٌ اَلَا تَتَّقُوۡنَ
Idz qaala lahum syu’aibun alaa tattaquun(a);

ketika Syu’aib berkata kepada mereka:
“Mengapa kamu tidak bertakwa?,
―QS. 26:177
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
26:177, 26 177, 26-177, Asy Syu’araa 177, AsySyuaraa 177, Asy Syuara 177, Asy Syu’ara 177, Asy-Syu’ara 177
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu'araa (26) : 177. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa penduduk Madyan, yang disebut juga kabilah Madyan, telah mendustakan Nabi Syuaib yang menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa tindakan penduduk Madyan itu sama hukumnya dengan mendustakan para rasul, karena mendustakan seorang rasul sama artinya dengan mendustakan semua rasul yang diutus Allah.
Menurut Ibnu Kasir, penduduk Madyan dan Aikah adalah satu kabilah.
Hanya di dalam Al-Qur'an kadangkala mereka diungkapkan sebagai penduduk Madyan dan kadangkala disebut sebagai penduduk Aikah.
Kabilah Madyan adalah satu kabilah yang mendiami daerah di sekitar Teluk Aqabah dan tempat sebelah utaranya.
Madyan ialah eponim dari nenek moyang mereka, Madyan.
Madyan adalah salah seorang putra Nabi Ibrahim.
Kehidupan mereka pada waktu itu sejahtera.
Mereka berbahagia, dan berkedudukan sebagai saudagar.
Kota yang terbesar di daerah Madyan ini pun dinamai pula Madyan.
Kota ini terletak di tengah-tengah daerah Madyan di pantai timur Laut Merah segaris lintang dengan Tabuk.
Yang dimaksud dengan penduduk Aikah pada ayat di atas adalah penduduk Madyan.
Sebagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Syuaib diutus setelah Nabi Musa.
Sebagian yang lain mengatakan sebaliknya, yaitu sebelum pengutusan Nabi Musa.

Asy Syu'araa (26) ayat 177 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Asy Syu'araa (26) ayat 177 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Asy Syu'araa (26) ayat 177 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, tatkala Syu'ayb berkata kepada penduduk Aykah, "Apakah kalian tidak takut kepada Allah dan beriman kepada-Nya?"
Dengan segera mereka langsung mendustakannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ketika Syuaib berkata kepada mereka,) tidak dikatakan saudara mereka, karena Nabi Syuaib bukan berasal dari kalangan mereka ("Mengapa kalian tidak bertakwa?).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manakala Syu’aib berkata kepada mereka :
Mengapa kalian tidak takut siksa Allah atas kesyirikan kalian dan kemaksiatan kalian??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat selanjutnya tidak disebutkan saudara mereka Syu'aib (seperti pada nabi lainnya yang telah disebutkan di atas), melainkan disebutkan oleh firman-Nya:

ketika Syu'aib berkata kepada mereka.
(Asy-Syu'ara': 177)

Hubungan persaudaraan di antara mereka diputuskan karena pengertian nisbat yang menjadi predikat mereka, sekalipun pada kenyataannya Syu'aib adalah saudara mereka secara nasab.

Sebagian ulama tidak menyadari akan adanya makna yang lembut ini, sehingga ia menduga bahwa penduduk Aikah bukan penduduk Madyan.
Lalu ia menduga bahwa Syu'aib 'alaihis salam diutus oleh Allah kepada dua umat.
Di antara ulama ada pula yang mengatakannya kepada tiga umat.

Ishaq ibnu Bisyar Al-Kahili yang berpredikat daif mengatakan telah menceritakan kepadaku Ibnus Saddi, dari ayahnya dari Zakaria ibnu Amr, dari Khasif, dari Ikrimah.
Keduanya mengatakan bahwa Allah belum pernah mengutus seorang nabi dua kali kecuali Syu'aib, yang pertama kali ke negeri Madyan, lalu Allah mengazab penduduknya dengan pekikan yang mengguntur.
Yang kedua kalinya ke penduduk negeri Aikah, dan penduduk negeri Aikah ini pada akhirnya diazab Allah dengan suatu azab di hari yang penuh dengan awan.

Abul Qasim Al-Bagawi telah meriwayatkan dari Hudbah, dari Hammam, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: dan penduduk Rass.
(Al Furqaan:38) Bahwa mereka adalah kaumnya Nabi Syu'aib.
Dan Firman Allah subhanahu wa ta'ala: dan penduduk Aikah.
(Asy-Syu'ara': 176) Bahwa mereka adalah kaum Nabi Syu'aib pula.

Pendapat ini dikatakan oleh Ishaq ibnu Bisyr.
Selain Juwaibir mengatakan bahwa penduduk Aikah dan Madyan adalah sama.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Syu'aib melalui jalur Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, dari ayahnya, dari Mu'awiyah ibnu Hisyam, dari Hisyam ibnu Sa'id, dari Sa'id ibnu Abu Hilal, dari Rabi'ah ibnu Saif, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya kaum Madyan dan penduduk Aikah adalah dua umat, Allah telah mengutus kepada kedua umat tersebut Nabi Syu’aib 'alaihis salam

Hadis ini garib dan dipandang dari segi predikat marfu'-nya masih diragukan, tetapi yang lebih mendekati kebenaran hadis ini berpredikat mauquf.
Menurut pendapat yang benar, mereka adalah satu umat, tetapi mempunyai dua sebutan nama disesuaikan dengan konteksnya.
Karena itulah Nabi Syu'aib memerintahkan kepada mereka agar menunaikan takaran dan timbangan secara penuh (yakni tidak boleh dikurangi), sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam kisah penduduk Madyan.
Hal ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan satu umat.

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu'araa" (kata jamak dari "Asy Syaa 'ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­ araa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta'ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur'an dituduh sebagai syair, Al Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya('Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'ai'b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.


Gambar Kutipan Surah Asy Syu’araa Ayat 177 *beta

Surah Asy Syu'araa Ayat 177



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Asy Syu'araa

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (8 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku