QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 164 [QS. 26:164]

وَ مَاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ مِنۡ اَجۡرٍ ۚ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلٰی رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Wamaa asalukum ‘alaihi min ajrin in ajriya ilaa ‘ala rabbil ‘aalamiin(a);

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
―QS. 26:164
Topik ▪ Takwa ▪ Ikhlas dalam berbuat ▪ Ilmu manusia sedikit
26:164, 26 164, 26-164, Asy Syu’araa 164, AsySyuaraa 164, Asy Syuara 164, Asy Syu’ara 164, Asy-Syu’ara 164

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 164

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 164. Oleh Kementrian Agama RI

Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya.
Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah.
Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya.
Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah.
Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya.
Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku tidak mengharap imbalan kalian saat menyampaikan dakwahku ini.
Imbalanku semata-mata dari Sang Penguasa dan Pemelihara alam semesta.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu, tidak lain) (upahku hanyalah dari Rabb semesta alam).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Aku tidak meminta upah apa pun dari kalian atas seruanku dalam rangka memberi petunjuk kepada kalian, karena upahku telah dijamin oleh Allah,Rabb semesta alam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 164 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 164 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 164 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:164
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim