QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 158 [QS. 26:158]

فَاَخَذَہُمُ الۡعَذَابُ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً ؕ وَ مَا کَانَ اَکۡثَرُہُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ
Fa-akhadzahumul ‘adzaabu inna fii dzalika li-aayatan wamaa kaana aktsaruhum mu’miniin(a);

maka mereka ditimpa azab.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata.
Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
―QS. 26:158
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin kelompok minoritas ▪ Merenungi ciptaan Allah
26:158, 26 158, 26-158, Asy Syu’araa 158, AsySyuaraa 158, Asy Syuara 158, Asy Syu’ara 158, Asy-Syu’ara 158

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 158

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 158. Oleh Kementrian Agama RI

Mohon maaf.
Tafsir belum tersedia

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesuai dengan peringatan Shalih, mereka pun kemudian dibinasakan oleh azab Allah.
Rasa penyesalan mereka tak berguna lagi untuk menepis siksaan akibat dosa-dosa mereka.
Sesungguhnya dalam kisah mereka ini terdapat bukti kekuasaan Allah yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang Mukmin.
Tetapi banyak dari kaummu, Muhammad, yang tidak mempercayainya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka mereka ditimpa azab) yang telah diancamkan itu, sehingga binasalah mereka semuanya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat bukti yang nyata.

Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka adzab Allah yang Shalih ancamkan kepada mereka turun dan lantas membinasakan mereka semua.
Sesungguhnya pembinasaan kaum Tsamud mengandung pelajaran bagi siapa yang berkenan mengambil pelajaran dari jalan hidup tersebut, tetapi kebanyakan dari manusia tetap tidak beriman.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab.
(Asy-Syu’ara’: 157-158)

Azab tersebut berupa gempa hebat yang menimpa tanah tempat mereka tinggal, lalu mereka ditimpa suatu teriakan mengguntur yang membuat hati manusia copot dari tempatnya.
Mereka kedatangan azab dari arah yang tidak mereka duga-duga, sehingga jadilah mereka mati ber­gelimpangan di tempat tinggal mereka.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata.
Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
(Asy-Syu’ara’: 158-159)


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 158 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 158 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 158 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-158







Pembahasan ▪ assyu aro 158

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta