QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 154 [QS. 26:154]

مَاۤ اَنۡتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثۡلُنَا ۚۖ فَاۡتِ بِاٰیَۃٍ اِنۡ کُنۡتَ مِنَ الصّٰدِقِیۡنَ
Maa anta ilaa basyarun mitslunaa fa’ti biaayatin in kunta minash-shaadiqiin(a);

engkau hanyalah manusia seperti kami;
maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar.”
―QS. 26:154
Topik ▪ Kekuasaan Allah
26:154, 26 154, 26-154, Asy Syu’araa 154, AsySyuaraa 154, Asy Syuara 154, Asy Syu’ara 154, Asy-Syu’ara 154
English Translation - Sahih International
You are but a man like ourselves, so bring a sign, if you should be of the truthful.”
―QS. 26:154

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 154

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 154. Oleh Kementrian Agama RI

Kaum Tsamud tetap tidak percaya pada kerasulan Nabi Saleh karena menurut mereka, dia adalah manusia biasa seperti mereka juga.
Seharusnya rasul yang diutus Allah itu bukan manusia biasa, tetapi malaikat atau makhluk yang berbeda dengan mereka.
Utusan harus sanggup melakukan sesuatu yang ajaib dan aneh, di mana manusia tidak sanggup melaksanakannya.
Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya, atau yang menunjukkan bahwa dia adalah benar-benar nabi yang diutus Allah kepada mereka.

Allah memenuhi keinginan mereka dengan mendatangkan seekor unta betina sebagai mukjizat bagi Nabi Saleh.
Mereka dilarang mengganggu unta tersebut, dan membiarkannya makan dan minum sesukanya.
Nabi Saleh mengancam mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan segera diazab Allah jika mengganggu unta itu.

Aspek-aspek kemukjizatan unta itu menurut para mufasir ialah:
1. Unta itu keluar dari batu, sedangkan unta-unta yang lain tidak demikian.

2. Sumber-sumber air minum penduduk dibagi dua antara unta dan penduduk negeri itu.
Pada hari unta itu minum, penduduk tidak boleh mengambil air.
Untuk memenuhi keperluan air minum, mereka diperbolehkan memerah susu unta itu.
Pada waktu giliran penduduk mengambil air, maka unta tidak datang untuk minum air ke tempat itu.

3. Pada hari unta itu minum, binatang-binatang lain tidak datang ke tempat itu.

Sifat luar biasa dari unta itu merupakan bukti yang nyata bagi kerasulan Saleh.
Mereka akan dibinasakan oleh Allah, jika melanggar perintah-Nya tentang unta itu.

Larangan Nabi Saleh agar mereka tidak menyentuh dan mengganggu unta itu tidak mereka hiraukan, bahkan mereka ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh.
Oleh sebab itu, mereka ingin membunuhnya dan menantang apa yang telah diancamkan kepada mereka.
Nabi Saleh mengatakan bahwa mereka akan dibinasakan oleh Allah setelah berlalu tiga hari karena perbuatan membunuh unta itu.