QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 147 [QS. 26:147]

فِیۡ جَنّٰتٍ وَّ عُیُوۡنٍ
Fii jannaatin wa’uyuunin;

di dalam kebun-kebun serta mata air,
―QS. 26:147
Topik ▪ Kekuasaan Allah
26:147, 26 147, 26-147, Asy Syu’araa 147, AsySyuaraa 147, Asy Syuara 147, Asy Syu’ara 147, Asy-Syu’ara 147

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 147

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 147. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu: 1.
Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.
2.
Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur.
Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah.
Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya.
Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.
3.
Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.
Itulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud.
Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong.
Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah.
Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat.
Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.
Kaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat.
Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.
Ayat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud.
Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras.
Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot.
Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser.
Hasilnya sangat halus dan tepat.
Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong.
Itulah hasil pikiran manusia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kenikmatan-kenikmatan yang ada pada mereka berupa kebun-kebun yang dipenuhi buah dan berbagai mata air yang mengalirkan sungai yang jernih (Eufrat).

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di dalam kebun-kebun serta mata air).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di kebun-kebun yang berbuah, mata air yang memancar,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 147 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 147 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 147 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:147
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.4
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta