QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 144 [QS. 26:144]

فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ
Faattaquullaha wa-athii’uun(i);

karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
―QS. 26:144
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
26:144, 26 144, 26-144, Asy Syu’araa 144, AsySyuaraa 144, Asy Syuara 144, Asy Syu’ara 144, Asy-Syu’ara 144
English Translation - Sahih International
So fear Allah and obey me.
―QS. 26:144

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 144

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 144. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Saleh menyeru kaum Tsamud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah.
Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya.
Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka.
Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.

Dalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid.
Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat.
Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ اِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ

Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Saleh.
Dia berkata,
“Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.
Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)”.
(Hud [11]: 61).

Nabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah.
Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari.
Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi.
Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka.
Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik.
Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan.
Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.

Nabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka.
Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya.