QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 139 [QS. 26:139]

فَکَذَّبُوۡہُ فَاَہۡلَکۡنٰہُمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً ؕ وَ مَا کَانَ اَکۡثَرُہُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ
Fakadz-dzabuuhu fa-ahlaknaahum inna fii dzalika li-aayatan wamaa kaana aktsaruhum mu’miniin(a);

Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
―QS. 26:139
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin kelompok minoritas ▪ Mukjizat bahasa
26:139, 26 139, 26-139, Asy Syu’araa 139, AsySyuaraa 139, Asy Syuara 139, Asy Syu’ara 139, Asy-Syu’ara 139

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 139

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 139. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa kaum ‘ad tetap durhaka dan tidak mengindahkan seruan Nabi Hud.
Dalam firman-Nya yang lain, Nabi Hud mengancam kaumnya dengan mengatakan bahwa jika mereka tetap ingkar, mereka akan dihancurkan oleh Allah dan menggantinya dengan kaum yang lain, yang akan berkuasa dan menjadi cikal-bakal bagi generasi-generasi mendatang.
Sedangkan mereka tidak akan dapat mendatangkan kemudaratan sedikit pun kepada Allah.
Allah berfirman:

Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu.
Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.”

(Hud: 57).

Di antara kaum ‘ad ini ada yang beriman kepada Nabi Hud, tetapi sebagian besar dari mereka tetap ingkar.
Kaum ‘ad yang tidak beriman ini dimusnahkan Allah dengan mendatangkan angin yang sangat dingin, hingga mereka mati bergelimpangan, kota-kota dan negeri mereka roboh dan terpendam dalam tanah, sebagaimana firman Allah:

Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
(Al-Haqqah: 6-8).

Kaum yang tidak beriman dan dibinasakan Allah itu disebut ‘Äd Al-A’laa (‘ad yang pertama).

Adapun orang-orang yang beriman dan diselamatkan Allah bersama-sama dengan Nabi Hud disebut ‘ad ats-saniyah (‘Ad yang kedua).

Di antara mereka yang beriman ini ada yang pindah bersama Nabi Hud ke sebelah selatan, yakni Hadramaut.
Sampai sekarang di daerah itu masih ada kota yang bernama Madinah Qabri Hud, yang terletak sebelah timur kota Tariem, salah satu kota terbesar di Hadramaut.

Di Madinah Qabri Hud ini terdapat sebuah kuburan yang bernama Qabri Hud, yang diabadikan sampai sekarang, untuk menjadi bukti atas kebenaran kisah Hud yang tersebut di dalam Al-Qur’an.
Sekalipun negeri kaum ‘ad terpendam di dalam tanah akibat azab Allah, namun masih ada tanda-tanda bahwa tempat itu pernah didiami manusia yang berkebudayaan tinggi.

Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyuruh orang mengadakan perjalanan di muka bumi untuk memperhatikan bekas-bekas pemukiman penduduk yang telah dibinasakan oleh Allah, di antaranya kaum Hud, untuk dijadikan sebagai pelajaran.

Pada abad ke-20 datang ke sana ekspedisi yang dipimpin oleh sarjana-sarjana Barat, di antaranya yang dipimpin oleh H.
St.
John Philby, yang dapat mengadakan ekspedisi ke ar-Rub’ al-Khali atas izin Raja Arab Saudi, Abdul Aziz Alu Su’ud.
Dia menulis sebuah buku yang berjudul The Heart of Arabia.
Seorang sarjana Belanda, Van der Mulen, juga pernah memimpin ekspedisi ke sekitar ar-Rab’ al-Khali, dan menulis sebuah buku berjudul Hadramaut.

Kisah Nabi Hud dan kaumnya hanya disebut dalam Al-Qur’an, tidak terdapat pada kitab-kitab Samawi yang lain.
Pada kisah kaum Hud itu terdapat pelajaran bagi kaum Muslimin, karena mereka yang dibinasakan itu adalah mereka yang tidak beriman.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demikianlah, mereka tetap bersikeras mempertahankan pendustaan yang ada.
Maka Allah mempercepat kebinasaan mereka.
Sesungguhnya apa yang Allah turunkan kepada kabilah ‘Ad sebagai balasan pendustaan mereka, merupakan bukti yang menunjukkan kemahakuasaan Allah.
Tetapi kebanyakan mereka yang dibacakan berita ‘Ad ini tidak beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka mereka mendustakannya) mendustakan adanya azab itu (lalu Kami binasakan mereka) di dunia dengan angin.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Namun mereka tetap mendustakannya, maka Allah membinasakan mereka dengan angin rebut yang sangat dingin.
Sesungguhnya pembinasaan terhadap mereka mengandung pelajaran bagi orang-orang sesudah mereka.
Dan kebanyakan orang-orang yang mendengar kisah ini tetap tidak beriman kepadamu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan.
(Asy-Syu’ara’: 139)

Yakni mereka tetap mendustakan Nabi Allah Hud, menentangnya, dan ingkar kepadanya.
Maka Allah membinasakan mereka.
Mengenai dibinasakan-Nya mereka telah disebutkan di dalam Al-Qur’an bukan hanya pada satu tempat saja, bahwa Allah mengirimkan angin kencang yang dingin lagi kuat.
Maka azab inilah yang mengakibatkan kebinasaan mereka, yaitu azab yang sesuai dengan tubuh mereka, karena sesungguhnya mereka adalah makhluk yang paling kejam dan paling sewenang-wenang.
Oleh sebab itulah maka Allah menimpakan azab yang lebih kuat dan lebih ganas dari pada mereka.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
(Al-Fajr: 6-7)

Mereka adalah kaum ‘Ad yang terdahulu, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ‘Ad yang pertama.
(An-Najm: 50)

Mereka adalah keturunan Iram ibnu Sam ibnu Nuh.

yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
(Al-Fajr: 7)

Mereka adalah orang-orang yang mendiami bangunan-bangunan yang tinggi.
Pendapat orang yang mengatakan bahwa Iram adalah nama sebuah kota, sesungguhnya ia mengambil sumber dari kisah Israiliyat, yaitu dari perkataan Ka’b dan Wahb.
Pendapat seperti itu tidak mempunyai sumber yang asli.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.
(Al-Fajr: 8)

Yakni belum pernah diciptakan makhluk seperti mereka dalam hal kekuatan, kekerasan, dan kesewenang-wenangannya.
Seandainya yang dimaksud dengan Iram adalah nama sebuah kota, tentulah ayat tidak menyebutkannya lam yukhlaq (yang belum pernah diciptakan makhluk seperti mereka), melainkan lam yubna (yang belum pernah dibangun suatu kota seperti itu).
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Adapun kaum ‘Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, ‘Siapakah yang lebih besar kekuatannya daripada kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka?
Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
(Fussilat: 15)

Dalam pembahasan terdahulu telah kami sebutkan bahwa Allah tidak mengirimkan angin kencang atas mereka kecuali hanya sebentar.
Angin itu menerjang perbendaharaan mereka, dan Allah memerintahkan kepada angin tersebut untuk menghancurkan mereka.
Lalu angin itu memorak-porandakan negeri mereka dan segala sesuatu milik mereka, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya.
(Al-Ahqaf: 25), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.
(Al-Haqqah: 6)

sampai dengan firman-Nya:

terus-menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
(Al-Haqqah: 7)

Yakni tinggal tubuh mereka tanpa kepala.
Demikian itu karena angin kencang itu menerbangkan setiap orang dari mereka dan membunuhnya, lalu menerbangkannya ke udara, kemudian menjatuhkannya dalam keadaan kepala di bawah sehingga kepalanya hancur, dan angin itu menjatuhkannya seakan-akan mereka seperti tunggul-tunggul pohon kurma yang telah lapuk.
Padahal mereka berlindung di dalam bukit-bukit dan gua-gua serta tempat-tempat perlindungan berupa parit-parit yang mereka gali sampai tubuh mereka tidak kelihatan, tetapi hal tersebut tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka dari azab Allah.

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan.
(Nuh: 4)

Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka.
(Asy-Syu’ara’: 139)


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 139 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 139 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 139 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:139
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.8
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta