Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 131 [QS. 26:131]

فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ
Faattaquullaha wa-athii’uun(i);

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
―QS. 26:131
Topik ▪ Rezeki manusia dijamin Allah
26:131, 26 131, 26-131, Asy Syu’araa 131, AsySyuaraa 131, Asy Syuara 131, Asy Syu’ara 131, Asy-Syu’ara 131

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 131

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 131. Oleh Kementrian Agama RI

Melihat sikap yang demikian itu, Nabi Hud mengingatkan mereka agar bertakwa dan menghambakan diri kepada Allah.
Nabi Hud mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka.
Oleh karena itu, hendaklah mereka mensyukuri nikmat itu agar Allah menambahnya dengan nikmat yang lebih banyak lagi dan lebih tinggi nilainya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka takutlah kepada Allah saat melakukan penyiksaan.
Dengarkanlah perintah yang kuserukan ini, karena hal itu lebih berguna dan lebih kekal.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bertakwalah kalian kepada Allah) dalam hal itu (dan taatlah kalian kepadaku) di dalam semua apa yang aku perintahkan kalian untuk melakukannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Takutlah kalian kepada Allah, lakukanlah apa yang aku dakwahkan kepada kalian karena ia lebih berguna bagi kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
(Asy-Syu’ara’: 131)

Maksudnya, sembahlah Tuhan kalian dan taatlah kepada rasul kalian.

Selanjutnya Nabi Hud mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada mereka:

Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepada kalian apa yang kalian ketahui.
Dia telah menganugerahkan kepada kalian binatang-binatang ternak dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar.
(Asy-Syu’ara’: 132-135)

Yaitu jika kalian mendustakan dan menentang-Nya.
Nabi Hud menyeru mereka dengan metode targib (anjuran) dan tarhib (peringatan), tetapi hal itu tidak bermanfaat bagi mereka.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Asy Syu'araa (26) ayat 131 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Asy Syu'araa (26) ayat 131 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Asy Syu'araa (26) ayat 131 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 227 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.6
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-131









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta