QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 127 [QS. 26:127]

وَ مَاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ مِنۡ اَجۡرٍ ۚ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلٰی رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Wamaa asalukum ‘alaihi min ajrin in ajriya ilaa ‘ala rabbil ‘aalamiin(a);

Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
―QS. 26:127
Topik ▪ Takwa ▪ Ikhlas dalam berbuat ▪ Pahala Iman
26:127, 26 127, 26-127, Asy Syu’araa 127, AsySyuaraa 127, Asy Syuara 127, Asy Syu’ara 127, Asy-Syu’ara 127

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 127

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 127. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Hud a.s.
menyeru mereka agar menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya, serta melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Pada Surah Hud: 50-54 diterangkan bahwa Nabi Hud meminta kaumnya agar menyembah Allah dan tidak menyembah patung-patung, karena tidak ada tuhan selain Allah.
Artinya bahwa tidak ada yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, berkuasa, membangkitkan dari kubur dan memiliki sifat-sifat ketuhanan, kecuali Allah.
Penyembahan terhadap patung-patung itu adalah perbuatan yang mereka ada-adakan sendiri, tidak berdasarkan keterangan dari kitab suci dan bukti nyata sedikit pun.
Hud juga menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang sebenarnya.
Segala yang disampaikannya itu berasal dari Allah.
Nabi Hud menerangkan bahwa ia tidak mengharapkan upah dalam pekerjaannya menyeru manusia kepada agama tauhid.
Upahnya semata-mata dari Allah yaitu pahala yang ia harapkan nanti di akhirat.
Nabi Hud menyeru kaumnya agar memohon ampun dan bertobat kepada Allah.
Kalau mereka berbuat demikian, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa mereka, menurunkan hujan yang akan menjadikan negeri mereka bertambah subur, dan menambah rezeki mereka.
Di samping itu, Allah akan menjadikan mereka semakin kuat, baik fisik maupun kekuasaan.
Nabi Hud mengingatkan agar mereka menghentikan perbuatan dosa yang mereka lakukan dan memohon ampunan Allah.

Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”
(Hud: 52).

Kaum ‘Ad tidak mengindahkan seruan Nabi Hud, bahkan mereka menyatakan bahwa Nabi Hud tidak membawa satu kebenaran pun dalam dakwahnya.
Mereka menegaskan untuk tidak akan meninggalkan penyembahan berhala, dan tidak mempercayai seruan Nabi Hud.
Allah berfirman:

Mereka (kaum ‘Ad) berkata, “Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu.
(Hud/11: 53).
Mereka menuduh bahwa Nabi Hud telah dihinggapi penyakit gila yang ditimpakan oleh patung-patung mereka.
Allah berfirman: Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.”

(Hud: 54).

Related Images:

We cannot display this gallery

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Nasihat dan petunjuk yang kuberikan kepada kalian ini tidak aku maksudkan untuk mendapatkan segala bentuk imbalan dari kalian.
Hanya Tuhan semesta alamlah yang imbalan-Nya amat kuharapkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sekali-kali aku tidak meminta upah kepada kalian atas ajakan itu, tiada lain upahku hanyalah dari Rabb semesta alam).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Saya tidak meminta upah apapun kepada kalian atas bimbinganku kepada kalian kepada tauhid, karena upahku telah dijamin oleh Allah Rabb semesta alam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 127 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 127 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 127 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar

We cannot display this gallery



Statistik Q.S. 26:127
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.8
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-127









Video

Panggil Video Lainnya

We cannot display this gallery
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta