Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 118 [QS. 26:118]

فَافۡتَحۡ بَیۡنِیۡ وَ بَیۡنَہُمۡ فَتۡحًا وَّ نَجِّنِیۡ وَ مَنۡ مَّعِیَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Faaftah bainii wabainahum fathan wanajjinii waman ma’iya minal mu’miniin(a);
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku.”

―QS. 26:118
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Keutamaan kalam Allah
English Translation - Sahih International
Then judge between me and them with decisive judgement and save me and those with me of the believers.”
―QS. 26:118

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
فَٱفْتَحْ maka bukakan/putuskanlah

So judge
بَيْنِى antaraku

between me
وَبَيْنَهُمْ dan antara mereka

and between them
فَتْحًا suatu keputusan

(with decisive) judgment,
وَنَجِّنِى dan selamatkanlah aku

and save me
وَمَن dan orang

and who
مَّعِىَ besertaku

(are) with me
مِنَ dari

of
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang yang beriman

the believers.”

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 118

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Nuh melanjutkan,
“Maka putuskanlah perkara antara aku dengan mereka ini dengan suatu keputusan yang dapat membinasakan mereka yang telah mengingkari keesaan-Mu serta mendustakan rasul-Mu.
Dan selamatkanlah aku dan orang-orang Mukmin yang menyertaiku dari siksa akibat pembangkangan mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Karena itu adakanlah keputusan antaraku dan mereka) putuskanlah

(dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku”).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

maka tetapkanlah keputusan antara diriku dengan mereka dengan sebuah keputusan yang dengannya Engkau membinasakan orang-orang yang mengingkari tauhid-Mu dan mendustakan utusan-Mu.
Selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin yang bersamaku dari azab yang Engkau timpakan atas orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Nuhalaihis salam tinggal lama di kalangan mereka seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah siang dan malam, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan, dan setiap kali Nuhalaihis salam menyeru mereka untuk menyembah Allah, maka semakin nekad pula sikap mereka dalam kekafirannya dan makin sengit pula penolakan mereka terhadap seruannya.
Pa’da akhirnya mereka mengatakan:

Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti, hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 116)

Yakni sungguh jika kamu tidak mau berhenti dari seruanmu itu yang mengajak agar memeluk agamamu.

niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 116)

Artinya, sungguh kami akan merajammu.
Maka pada saat itulah Nabi Nuhalaihis salam berdoa kepada Allah untuk kebinasaan mereka, yaitu dengan suatu doa yang diperkenankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 117-118), hingga akhir ayat.

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka dia mengadu kepada Tuhannya,
“Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan.
Oleh sebab itu, tolonglah (aku).”(QS. Al-Qamar [54]: 10), hingga akhir ayat.

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 119-120)

Al-masyhun artinya penuh dengan muatan barang dan berbagai macam binatang yang dimuat di dalamnya, masing-masing jenis satu jodoh.
Yakni Kami selamatkan Nuh beserta semua pengikutnya dan Kami tenggelam­kan semua orang yang kafir kepadanya dan menentang perintahnya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 121-122)

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Qari Internasional

QS. Asy-Syu’araa (26) : 118 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Asy-Syu’araa (26) : 118 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Asy-Syu’araa (26) : 118 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Asy-Syu’araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 118 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 118 - Gambar 2

Statistik QS. 26:118
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.3 (29 votes)

Tags:

Quran 26:118, 26 118, 26-118, Asy Syu’araa 118, tafsir surat AsySyuaraa 118, Asy Syuara 118, Asy Syu’ara 118, Asy-Syu’ara 118

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #3

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam