QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 9 [QS. 91:9]

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَکّٰىہَا ۪ۙ
Qad aflaha man zakkaahaa;

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
―QS. 91:9
Topik ▪ Takdir ▪ Manusia antara memilih dan dipaksa ▪ Penimbangan amal perbuatan
91:9, 91 9, 91-9, Asy Syams 9, AsySyams 9, Asy-Syams 9

Tafsir surah Asy Syams (91) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syams (91) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 9-10:
Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu pentingnya sehingga untuk itu Ia perlu bersumpah.
Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, akan beruntung, yaitu bahagia di dunia dan terutama di akhirat.
Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa, akan celaka, yaitu tidak bahagia di dunia dan di akhirat masuk neraka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang menyucikan dirinya dengan selalu taat dan berbuat baik sungguh sangat beruntung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya beruntunglah) pada lafal Qad Aflaha ini sengaja tidak disebutkan huruf Lam Taukidnya karena mengingat panjangnya pembicaraan (orang yang menyucikannya) yakni menyucikan jiwanya dari dosa-dosa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 8)

Yakni Allah menerangkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan, kemudian memberinya petunjuk kepadanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah untuknya.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 8) Allah telah menjelaskan kepadanya kebaikan dan keburukan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, dan As-Sauri.
SaMd ibnu Jubair mengatakan bahwa Allah mengilhamkan (menginspirasikan) kepadanya jalan kebaikan dan keburukan.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan dalam jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa dan Abu Asim An-Nabil, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Azrah ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Aqil, dari Yahya ibnu Ya’mur, dari Abul Aswad Ad-Daili yang mengatakan bahwa Imran ibnu Husain mengatakan kepadanya, “Bagaimanakah pendapatmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia sehingga mereka bersusah payah melakukannya?
Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dan telah digariskan oleh takdir yang terdahulu atas mereka.
Ataukah merupakan sesuatu yang bergantung kepada penerimaan mereka terhadap apa yang disampaikan oleh Nabi ﷺ kepada mereka dan yang telah diperkuat oleh hujjah sebagai alasan terhadap mereka?”
Maka Abul Aswad Ad-Daili menjawab, “Tidak demikian, sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka oleh takdir Allah.'” Imran ibnu Husain bertanya, “Maka apakah hal itu bukan termasuk perbuatan aniaya?”

Abul Aswad Ad-Daili mengatakan bahwa ia merasa sangat terkejut terhadap pertanyaan itu.
Maka ia menjawab, “Tiada sesuatu pun melainkan dia adalah makhluk-Nya dan menjadi milik-Nya, tiada seorang pun yang menanyakan apa yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Imran ibnu Husain berkata, “Semoga Allah meluruskanmu, sesungguhnya aku bertanya kepadamu tiada lain untuk memberitahukan kepadamu bahwa pernah ada seorang lelaki dari Bani Muzayyanah atau Bani Juhainah datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia yang mereka bersusah payah menanggulanginya.
Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dalam takdir yang terdahulu, ataukah hal itu merupakan sesuatu yang mereka terima dari apa yang disampaikan oleh Nabi mereka kepada mereka, lalu diperkuat dengan hujah atas diri mereka?”

Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Tidak demikian, sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka.

Lelaki itu bertanya lagi, “Lalu apakah gunanya kita beramal?”
Rasulullah ﷺ menjawab, bahwa barang siapa yang diciptakan oleh Allah untuk mengerjakan salah satu di antara keduanya, maka Allah menyiapkannya untuk itu, dan hal yang membenarkan ini dalam Kitabullah adalah firman-Nya yang mengatakan: dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 7-8)

Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Azrah ibnu Sabit dengan sanad yang sama.


Informasi Surah Asy Syams (الشمس)
Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat.
termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qadr.

Dinamai “Asy Syams” (rnatahari), diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Keimanan:

Kaum Tsamud telah dihancurkan Allah karena kedurhakaannya Tuhan menegaskan bahwa hal ini adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang dan maJam dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya
Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran
manusia mempunyai kebebasan memilih antara kedua jalan itu.

Lain-lain:

Kaum Tsamud telah dihancurkan Allah karena kedurhakaannya Tuhan menegaskan bahwa hal ini adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang dan maJam dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya
Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran
manusia mempunyai kebebasan memilih antara kedua jalan itu.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Syams (15 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syams (91) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syams (91) ayat 1-15 - Winda Asmara (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 1-15 - Winda Asmara (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syams - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 15 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 91:9
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syams.

Surah Asy-Syams (Arab: الشّمس‎) adalah surah ke-91 dalam al-Qur'an, terdiri atas 15 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Qadr.
Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Nomor Surah 91
Nama Surah Asy Syams
Arab الشمس
Arti Matahari
Nama lain Nakha Saleh (Unta Betina Nabi Saleh)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 26
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 15
Jumlah kata 54
Jumlah huruf 253
Surah sebelumnya Surah Al-Balad
Surah selanjutnya Surah Al-Lail
4.7
Ratingmu: 4 (2 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/91-9









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta