Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 10 [QS. 91:10]

وَ قَدۡ خَابَ مَنۡ دَسّٰىہَا
Waqad khaaba man dassaahaa;
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
―QS. Asy Syams [91]: 10

And he has failed who instills it (with corruption).
― Chapter 91. Surah Asy Syams [verse 10]

وَقَدْ dan sesungguhnya

And indeed,
خَابَ celaka/rugi

he fails
مَن orang

who
دَسَّىٰهَا mengotorinya

buries it.

Tafsir

Alquran

Surah Asy Syams
91:10

Tafsir QS. Asy Syams (91) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu pentingnya sehingga untuk itu Ia perlu bersumpah.
Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, akan beruntung, yaitu bahagia di dunia dan terutama di akhirat.

Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti akhirat masuk neraka.

Tafsir QS. Asy Syams (91) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan orang-orang yang memendam sifat-sifat baiknya dan mematikan potensi berbuat baiknya sungguh amat merugi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi matahari, dan demi siangnya serta cahayanya di waktu menunaikan tugasnya.
Kemudian Allah menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan kebaikan.


Beruntunglah orang yang menyucikan jiwa dan menumbuhkannya dengan kebaikan.
Dan merugilah orang yang menutupi jiwanya dalam kemaksiatan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya merugilah) atau rugilah


(orang yang mengotorinya) yang menodainya dengan perbuatan maksiat.
Asalnya lafal Dassaahaa ialah Dassasahaa, kemudian huruf Sin yang kedua diganti menjadi Alif demi untuk meringankan pengucapannya, akhirnya jadilah Dassaahaa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syams [91]: 9-10)

Takwil makna ayat dapat dikatakan bahwa sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan dirinya dengan taat kepada Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatadah, dan membersihkannya dari akhlakakhlak yang hina.
Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, dan Sa’id ibnu Jubair.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
(QS. Al-A’la [87]: 14-15)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syams [91]: 10)

Yakni membenamkannya, menguburnya, dan menghinakannya dengan tidak mengikuti jalan petunjuk, hingga terjerumuslah dia ke dalam perbuatan-perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala Dapat juga makna ayat ditakwilkan dengan pengertian berikut, bahwa beruntunglah orang yang jiwanya dibersihkan oleh Allah, dan merugilah orang yang jiwanya ditakdirkan kotor oleh Allah subhanahu wa ta’ala Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Aufi dan Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku dan Abu Zur’ah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami Abu Malik alias Amr ibnul Haris, dari Amr ibnu Hisyam, dari Juwaibir, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.
(QS. Asy-Syams [91]: 9)
Maka beliau ﷺ bersabda:
Beruntunglah jiwa orang yang di sucikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Malik dengan sanad yang sama.
Juwaibir yang disebutkan dalam perawi hadis ini adalah Ibnu Sa’id, orangnya berpredikat matruk, dan lagi Ad-Dahhak belum pernah bersua dengan Ibnu Abbas.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Amr ibnu Dinar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bila bacaannya sampai pada ayat ini, yaitu firman-Nya:
dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(QS. Asy-Syams [91]: 7-8)


Maka beliau ﷺ menghentikan bacaannya, lalu berdoa:

Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, Engkau adalah Yang Memiliki dan Yang Menguasainya, dan (Engkau) adalah sebaik-baik yang menyucikannya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Humaid Al-Madani, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abdullah Al-Umawi, telah menceritakan kepada kami Ma’an ibnu Muhammad Al-Gifari, dari Hanzalah ibnu Ali Al-Aslami, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(QS. Asy-Syams [91]: 8)

Lalu beliau ﷺ berdoa:

Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya;
dan sucikanlah jiwaku, Engkau sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau Pemiliknya dan Yang Menguasainya.

Mereka tidak ada yang mengetengahkannya dari jalur ini.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Saleh ibnu Sa’id, dari Aisyah r.a., bahwa ia merasa kehilangan Nabi ﷺ di tempat peraduannya, lalu ia mencarinya dengan meraba-rabakan tangannya (dalam kegelapan malam), dan tangannya memegang diri Nabi ﷺ yang saat itu sedang melakukan sujud seraya berdoa:

Ya Tuhanku, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya dan Engkan adalah Yang Memiliki dan Yang Menguasainya.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara munfarid.

Hadis lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Asim Al-Ahwal, dari Abdullah ibnul HariS, dari Zaid ibnu Arqam yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ acapkali mengucapkan doa berikut:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, sifat kikir, dan azab kubur.
Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau adalah Pemilik dan Yang Menguasainya.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah kenyang (puas), dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari doa yang tidak diperkenankan.

Ibnu Zaid mengatakan, Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kami doa-doa tersebut, dan sekarang kami mengajarkannya kepada kalian.
Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abu Mu’awiyah, dari Asim Al-Ahwal, dari Abdullah ibnul HariS dan Abu Usman An-Nahdi, dari Zaid ibnu Arqam dengan lafaz yang sama.

Unsur Pokok Surah Asy Syams (الشمس)

Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat.
Termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qadr.

Dinamai "Asy Syams" (rnatahari), diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Keimanan:

Kaum Tsamud telah dihancurkan Allah karena kedurhakaannya. Tuhan menegaskan bahwa hal ini adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang dan malam dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya.
▪ Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran.
▪ Manusia mempunyai kebebasan memilih antara kedua jalan itu.

Audio

QS. Asy-Syams (91) : 1-15 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 15 + Terjemahan Indonesia

QS. Asy-Syams (91) : 1-15 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 15

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Syams ayat 10 - Gambar 1 Surah Asy Syams ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 91:10
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syams.

Surah Asy-Syams (Arab: الشّمس‎) adalah surah ke-91 dalam Alquran, terdiri atas 15 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Qadr.
Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Nomor Surah91
Nama SurahAsy Syams
Arabالشمس
ArtiMatahari
Nama lainNakha Saleh (Unta Betina Nabi Saleh)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu26
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat15
Jumlah kata54
Jumlah huruf253
Surah sebelumnyaSurah Al-Balad
Surah selanjutnyaSurah Al-Lail
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

91:10, 91 10, 91-10, Surah Asy Syams 10, Tafsir surat AsySyams 10, Quran Asy-Syams 10, Surah As Syam ayat 10

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 14 [QS. 74:14]

14-16. Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-Walid bin al-Mugirah. Dan di samping itu Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya. Kemudian dia juga b … 74:14, 74 14, 74-14, Surah Al Muddatstsir 14, Tafsir surat AlMuddatstsir 14, Quran Al-Mudatsir 14, Al-Muddatstsir 14, Al Mudasir 14, Al-Muddassir 14, Surah Al Mudasir ayat 14

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 3 [QS. 36:3]

3. Aku bersumpah bahwa sungguh, engkau adalah salah seorang dari rasul-rasul, wahai Nabi Muhammad. Engkau Kami utus untuk mengingatkan manusia dan memberi mereka petunjuk guna meraih kebahagiaan di du … 36:3, 36 3, 36-3, Surah Yaa Siin 3, Tafsir surat YaaSiin 3, Quran Yasin 3, Surah Yasin ayat 3

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Dalam Islam, pakaian harus … bermerek mewah dan menarik mahal dan bagus Mewah dan bersih bersih, rapi dan sopan Benar!

Pendidikan Agama Islam #20

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … al Faruq Saifullah Abu

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Akhir Maha Kuasa Maha Pemberi Nikmat Maha Penguasa Hari

Instagram