QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 9 [QS. 42:9]

اَمِ اتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اَوۡلِیَآءَ ۚ فَاللّٰہُ ہُوَ الۡوَلِیُّ وَ ہُوَ یُحۡیِ الۡمَوۡتٰی ۫ وَ ہُوَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Amiittakhadzuu min duunihi auliyaa-a fallahu huwal walii-yu wahuwa yuhyiil mauta wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah?
Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
―QS. 42:9
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Azab yang menimpa kaum Luth
42:9, 42 9, 42-9, Asy Shyuura 9, AsyShyuura 9, Asy Syura 9, Asy-Syura 9

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang-orang musyrik dari kaum Muhammad ﷺ telah mengambil pelindung selain Allah untuk menolong mereka dalam hal-hal yang memerlukan pertolongan.
Mereka telah sesat.
Mereka mengambil pelindung makhluk yang tak dapat mendatangkan manfaat bagi dirinya apalagi bagi yang lain, dan menolak bencana daripadanya.
Kalau mereka menghendaki pelindung yang benar dan berarti, yang dapat mendatangkan manfaat menolak bencana, tentunya mereka akan memilih Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pelindung mereka, Tuhan Yang Maha Kuasa atas yang demikian itu, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan, Tuhan yang akan membangkitkan mereka kelak di akhirat, dan sama sekali tidak akan memilih sebagai pelindung mereka makhluk yang lemah dan tidak berdaya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.
Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pula) yang disembah.

(Q.S. Al-Hajj [22]: 73)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang zalim itu tidak menjadikan Allah sebagai penolong.
Yang mereka jadikan sebagai penolong adalah tuhan-tuhan selain Dia yang sama sekali tidak berhak.
Hanya Allahlah penolong yang sebenarnya, jika mereka benar-benar menghendakinya.
Dia menghidupkan orang mati untuk diperiksa, dan mengendalikan segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau patutkah mereka mengambil selain-Nya) mengambil berhala-berhala (sebagai pelindung-pelindung) lafal Am adalah Munqathi’ah yang maknanya sama dengan lafal Bal yang menunjukkan makna Intiqal, Hamzahnya atau makna Istifhamnya menunjukkan pengertian ingkar.

Maksudnya yang diambil oleh mereka itu bukanlah pelindung-pelindung mereka.

(Maka Allah, Dialah Pelindung) Penolong bagi orang-orang Mukmin, huruf Fa di sini hanya untuk Athaf saja (dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari sikap orang-orang musyrik karena mereka telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah, dan Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa hanya Dialah Pelindung yang sebenarnya, yang tidak layak penyembahan dilakukan kecuali hanya kepada-Nya semata.
Karena sesungguhnya Dia adalah Mahakuasa untuk menghidupkan orang-orang yang telah mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Shyuura (42) Ayat 9

AWLIYAA
أَوْلِيَآء

Lafaz ini adalah jamak dari al waliy yang mengandung makna setiap yang menguruskan urusan, penolong, yang dicintai, sahabat, jiran, pengikut, penolong, pembebas hamba, yang taat. Ungkapan Allah waliyyuka bermakna Allah menjaga dan mengawasi kamu.

Perkataan Al mu’min waliy Allah, memiliki maksud “yang taat kepada Nya.”

Waliyyal ‘ahd artinya putera mahkota,

Waliyy al mar’ah artinya yang mewakilkan ikatan pernikahan ke atasnya dan tidak batal akad itu sekiranya ketiadaannya,

Waliyy al yatim bermaksud pengasuh anak yatim,

Awliyy al amr ialah para penguasa.

Al waliyy juga bermakna lawan kepada musuh dan setiap orang yang mendekati kamu.

Lafaz awliyaa’ disebut 42 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 28, 175;
-An Nisaa (4), ayat 76, 89, 139, 144;
-Al Maa’idah (5), ayat 51, 51, 57, 81;
-Al An’aam (6), ayat 121, 128;
-Al A’raaf (7), ayat 3, 27, 30;
-Al Anfaal (8), ayat: 34, 34, 72, 73;
-At Taubah (9), ayat 23, 71;
-Yunus (10), ayat 62;
-Hud (11), ayat 20, 113;
-Ar Ra’d (13), ayat 16;
-Al Kahfi (18), ayat 50, 102;
-Al Furqaan (25), ayat 18;
-Al Ankaabut (29), ayat 41;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Az Zumar (39), ayat 3;
-Fushshilat (41), ayat 31;
-Asy Syura (42), ayat 6, 9, 46;;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 10, 19;
-Al Ahqaf (46), ayat 32;
-Al Mumtahanah (60), ayat 1;
-Al Jumu’ah (62), ayat 6.

Di dalam Al Qur’an, lafaz awliyaa’ dapat dikategorikan kepada empat golongan berdasarkan sandaran dan hubungannya dengan kalimat lain.

Pertama, dihubungkan kepada Allah seperti dalam surah Yunus, ayat 62.

Kedua, dihubungkan kepada orang kafir, musyrik dan Yahudi seperti ayat 28 surah Ali Imran dan surah Al Maa’idah, ayat 57;

Ketiga, disandarkan kepada syaitan seperti dalam surah An Nisaa, ayat 76.

Keempat, disandarkan kepada Mukmin seperti dalam surah Al Anfaal, ayat 72.

Diriwayatkan oleh Ad Dahhak dari Ibn Abbas, ayat 28 surah Ali Imran turun kepada Ubadah bin Shamit Al Ansari. Beliau adalah sahabat yang turut serta dalam Perang Badar. Beliau memiliki perjanjian persahabatan dengan orang Yahudi. Ketika Nabi Muhammad keluar pada Perang Ahzab, Ubadah berkata,
“Wahai Rasulullah! Sesungguhnya bersamaku 500 lelaki dari Yahudi dan aku melihat mereka mau keluar bersamaku dan membantu menghadapi musuh, lalu Allah menurunkan ayat ini.

Dalam ayat 72 surah Al Anfaal, Asy Syawkani berkata,
“Makna awliyaa’ di sini ialah sesama muslim menjadi saudara atau sahabat yang saling membantu dan menolong”

Dalam Tafsir Al Jalalain, lafaz awliyaa’ dalam surah An Nisaa, ayat 76, bermakna penolong-penolong agamanya (yang batil) yaitu orang kafir.

Ibn Katsir berkata,
“Sesungguhnya wali-­wali Allah ialah orang yang beriman dan bertakwa, setiap orang yang bertakwa adalah wali bagi Allah.”

Ibn Mas’ud dan Ibn ‘Abbas keduanya berkata,
awliyaa’ Allah ialah orang yang apabila dia memandang pasti ingat Allah.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah berkata,
“Sesungguhnya di kalangan hamba Allah, ada yang diinginkan seperti mereka oleh para nabi dan syuhada. Dikatakan, “Siapa mereka, wahai Rasulullah? Kami berharap supaya kami dapat mencintai mereka,” Rasulullah berkata,
“Mereka ialah golongan yang saling mencintai karena Allah, jauh dari harta keduniaan dan juga nasab, wajah-wajah mereka bercahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut ketika manusia takut dan tidak bersedih apabila manusia bersedih ” Lalu beliau membaca ayat di atas.”

Kesimpulannya, maksud umum lafaz awliya’ ialah penolong, sahabat dan pengikut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:87-88

Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:9
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/42-9









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta