QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 47 [QS. 42:47]

اِسۡتَجِیۡبُوۡا لِرَبِّکُمۡ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ یَّاۡتِیَ یَوۡمٌ لَّا مَرَدَّ لَہٗ مِنَ اللّٰہِ ؕ مَا لَکُمۡ مِّنۡ مَّلۡجَاٍ یَّوۡمَئِذٍ وَّ مَا لَکُمۡ مِّنۡ نَّکِیۡرٍ
Astajiibuu lirabbikum min qabli an ya’tiya yaumun laa maradda lahu minallahi maa lakum min malja-in yauma-idzin wamaa lakum min nakiirin;

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya.
Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
―QS. 42:47
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Pahala Iman
42:47, 42 47, 42-47, Asy Shyuura 47, AsyShyuura 47, Asy Syura 47, Asy-Syura 47

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia telah memerintahkan agar manusia itu patuh dan taat serta menerima seruan Rasul-Nya, agama Allah yang disampaikan sebelum datang suatu hari yang tidak seorang pun dapat menahan, menolak dan menghalangi kedatangannya yaitu Hari Kiamat.
Pada hari itu mereka tidak mempunyai suatu tempat pun untuk berlindung yang akan menyelamatkan mereka dari kesusahan, dan mereka itu tidak dapat mengingkari kejahatan-kejahatan yang telah diperbuatnya di dunia karena semuanya itu sudah tertera dengan jelas di dalam buku catatan amalan masing-masing dan lidah serta anggota tubuh mereka pun menjadi saksi.
Bagaimana pun juga mereka tidak akan dapat melarikan diri dan menghindar dari kedahsyatan hari itu.
Dalam hubungan ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 24)

Dan firman Nya:

Pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?”
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu engkau kembali.

(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 10-12)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segeralah, wahai umat manusia, dalam memenuhi seruan utusan Sang Pencipta dan Pemelihara kalian untuk beriman dan taat, sebelum habis kesempatan untuk berbuat, dan sebelum datang hari perhitungan yang tidak akan diurungkan oleh Allah setelah ditetapkan-Nya.
Pada hari itu, kalian tidak mendapatkan suatu tempat untuk mengungsi yang melindungi kalian dari siksaan, dan tidak mendapatkan alasan untuk mengingkari apa yang kalian perbuat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Patuhilah seruan Rabb kalian) perkenankanlah seruan-Nya, yaitu dengan mentauhidkan-Nya dan menyembah-Nya (sebelum datang suatu hari) yakni hari kiamat (dari Allah yang tidak dapat ditolak kedatangannya) apabila hari itu datang tidak dapat ditolak.

(Kalian tidak memperoleh tempat berlindung) yang kalian dapat berlindung di dalamnya (pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari) dosa-dosa kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah menyebutkan apa yang akan terjadi di hari kiamat, yaitu berupa hal-hal yang mengerikan dan peristiwa-peristiwa yang besar lagi dahsyat, lalu Dia memperingatkan manusia akan tibanya hari kiamat itu dan memerintahkan kepada mereka untuk membuat bekal guna menyambutnya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 47)

Yakni apabila Allah memerintahkan terjadinya hari kiamat, maka ia terjadi dalam sekejap tanpa ada yang dapat menolak atau mencegah kejadiannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 47)

Yakni tiada suatu benteng pun yang dapat melindungi kamu dari kejadian hari itu, dan tiada suatu tempat pun yang menutupi kalian dari kejadiannya.
Kamu tidak dapat menghilangkan jejak dirimu hingga lenyap dari penglihatan Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan Dia Maha Meliputi kalian melalui ilmu dan pandangan-Nya serta kekuasaan-Nya.
Maka tiada tempat untuk berlindung bagimu dari azab-Nya kecuali hanya kepada-Nya.

pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 10-12)


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.8
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim