QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 44 [QS. 42:44]

وَ مَنۡ یُّضۡلِلِ اللّٰہُ فَمَا لَہٗ مِنۡ وَّلِیٍّ مِّنۡۢ بَعۡدِہٖ ؕ وَ تَرَی الظّٰلِمِیۡنَ لَمَّا رَاَوُا الۡعَذَابَ یَقُوۡلُوۡنَ ہَلۡ اِلٰی مَرَدٍّ مِّنۡ سَبِیۡلٍ
Waman yudhlilillahu famaa lahu min walii-yin min ba’dihi watarazh-zhaalimiina lammaa raawuul ‘adzaaba yaquuluuna hal ila maraddin min sabiilin;

Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu.
Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata:
“Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?”
―QS. 42:44
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
42:44, 42 44, 42-44, Asy Shyuura 44, AsyShyuura 44, Asy Syura 44, Asy-Syura 44

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 44

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa apa yang dikehendaki Nya pasti menjadi kenyataan dan tak seorangpun yang dapat menghalangi Nya; sebaliknya apa yang tidak dikehendaki Nya, tidak akan terjadi, oleh karena barangsiapa yang telah ditunjuki oleh Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barangsiapa yang telah dibiarkan sesat oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena selalu berbuat kejahatan tidak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk ke jalan yang benar, yang akan membuat dia mencapai kebahagiaan dan keberuntungan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barangsiapa yang disesatkan Nya, maka kami tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 17)

Orang-orang yang kafir di akhirat nanti ketika melihat dan menyaksikan azab di depan matanya, berangan-angan mereka akan kembali lagi ke dunia untuk berbuat baik dan beriman.
Mereka berkata: “Apakah masih ada jalan bagi kami untuk kembali ke dunia?”.
Andaikata mereka itu dapat kembali lagi ke dunia, mereka tidak juga akan beriman dan berbuat baik, mereka akan tetap saja melanggar larangan-larangan Allah.
Hal ini digambarkan pula oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain dengan firman Nya:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak lagi mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman”,
(tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka, kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikan.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang telah dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

(Q.S. Al-An’am [6]: 27-28)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang tersesat dari jalan petunjuk–karena buruknya pilihan mereka–tidak akan mendapatkan penolong selain Allah yang dapat memberi petunjuk dan menolak azab.
Kamu, wahai orang yang mendengarkan pesan ini, akan melihat orang-orang zalim, pada saat menyaksikan azab di akhirat, meminta kepada Tuhan untuk diberikan jalan apa saja yang dapat mengembalikan mereka ke dunia, agar dapat melakukan perbuatan baik yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu) artinya tiada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya sesudah ia disesatkan oleh Allah (Dan kamu akan melihat orang-orang yang lalim ketika mereka melihat azab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali) ke dunia bagi kami.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan tentang sifat-Nya Yang Mahamulia, bahwa apa yang Dia kehendaki pasti ada, tiada seorang pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya; apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak ada, dan tiada seorang pun yang dapat mengadakannya.
Dan bahwa barang siapa yang telah diberi petunjuk oleh-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya.
Barang siapa yang telah disesatkan oleh-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 17)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan keadaan orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang mempersekutukan Allah.

ketika mereka melihat azab.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 44)

Yakni di hari kiamat.
Maka mereka berangan-angan untuk dapat kembali ke dunia.

mereka berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (Q.S. Asy Shyuura [42]: 44)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Q.S. Al-An’am [6]: 27-28)


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 44 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 44 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 44 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:44
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.5
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim