QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 42 [QS. 42:42]

اِنَّمَا السَّبِیۡلُ عَلَی الَّذِیۡنَ یَظۡلِمُوۡنَ النَّاسَ وَ یَبۡغُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ بِغَیۡرِ الۡحَقِّ ؕ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Innamaassabiilu ‘alaal-ladziina yazhlimuunannaasa wayabghuuna fiil ardhi bighairil haqqi uula-ika lahum ‘adzaabun aliimun;

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Mereka itu mendapat azab yang pedih.
―QS. 42:42
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
42:42, 42 42, 42-42, Asy Shyuura 42, AsyShyuura 42, Asy Syura 42, Asy-Syura 42

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 42

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang yang berbuat sesuatu karena membela dirinya dari satu penganiayaan atau suatu perbuatan kejahatan yang ditimpakan kepadanya, tidak ada jalan untuk menuntutnya karena dia melakukannya berdasarkan hak.
Tetapi orang-orang yang berbuat zalim dan mendahulukan berbuat kejahatan melampaui batas dalam memberikan pembalasan mereka itulah yang dapat dituntut dan akan mendapat azab dan siksa yang pedih di akhirat kelak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sanksi dan anggapan bersalah itu hanya berlaku pada orang-orang yang berbuat aniaya kepada orang lain, bersikap sombong dan membuat kerusakan di bumi dengan cara yang tidak benar.
Mereka benar- benar akan mendapatkan azab yang sangat menyakitkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat lalim kepada manusia dan melampaui batas) yaitu mereka mengerjakan hal-hal (di muka bumi tanpa hak) mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat.

(Mereka itu mendapat azab yang pedih) yaitu azab yang menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya dosa itu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 42)

Yakni dosa dan penderitaan.

atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 42)

Yaitu memulai perbuatan aniaya terhadap orang lain, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis sahih yang menyebutkan:

Kedua orang yang saling mencaci menurut apa yang dikatakan oleh masing-masing, sedangkan dosanya ditanggung oleh pihak yang memulainya, selama pihak yang teraniaya tidak melampaui batas.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itu mendapat azab yang pedih.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 42)

Yakni siksa yang sangat menyakitkan.

Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Zaid (saudara lelaki Hammad ibnu Zaid), telah menceritakan kepada kami Usman Asy-Syahham, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Wasi’ yang mengatakan bahwa ia tiba di Mekah, dan ia menjumpai di atas parit ada jembatan, lalu ia di tangkap dan dibawa menghadap kepada Marwan ibnul Muhallab yang saat itu menjabat sebagai amir (gubernur) di Basrah.
Lalu Marwan bertanya, “Ada apakah keperluanmu, hai Abu Abdullah?”
Abu Abdullah (nama panggilan Muhammad ibnu Wasi’) menjawab, “Keperluanku hanyalah menginginkan agar engkau seperti saudara Bani Addi bila engkau mampu.”Marwan bertanya, “Siapakah saudara Bani Addi yang engkau maksud?”
Abu Abdullah menjawab, “Dia adalah Al-Ala ibnu Ziyad.
Dia pernah menugaskan seorang teman dekatnya untuk menjadi ‘amil (pejabat), lalu ia berkirim surat kepada ‘amil-nya yang isinya seperti berikut, ‘Amma Ba’du, Jika engkau mampu untuk tidak menginap (tidur) kecuali dirimu dalam keadaan tanpa beban, perutmu kosong, dan tanganmu bersih dari darah kaum muslim dan harta mereka, lakukanlah.
Dan Jika engkau melakukan hal tersebut, berarti tidak ada dosa bagimu’.” Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Mereka itu mendapat azab yang pedih.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 42) Maka Marwan berkata, “Demi Allah, dia benar dan memberi nasihat.” Marwan bertanya, “Hai Abu Abdullah, lalu apakah keperluanmu?”
Abu Abdullah menjawab, “Keperluanku ialah engkau biarkan aku berkumpul dengan keluargaku.” Marwan menjawab, “Baiklah, aku izinkan.”

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 42 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 42 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 42 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:42
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.9
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta