QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 39 [QS. 42:39]

وَ الَّذِیۡنَ اِذَاۤ اَصَابَہُمُ الۡبَغۡیُ ہُمۡ یَنۡتَصِرُوۡنَ
Waal-ladziina idzaa ashaabahumul baghyu hum yantashiruun(a);

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
―QS. 42:39
Topik ▪ Kedahsyatan hari kiamat
42:39, 42 39, 42-39, Asy Shyuura 39, AsyShyuura 39, Asy Syura 39, Asy-Syura 39

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa salah Satu sifat orang yang akan memperoleh kebahagiaan yang kekal abadi di akhirat ialah yang apabila ia diperlakukan dengan zalim, ia membela diri menangkis serangan yang ditujukan kepadanya.
Orang yang suka mempelajari sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam akan mengetahui bahwa orang Islam itu tidak pernah menyerang lebih dahulu, tetapi mereka itu hanya menangkis serangan yang dilancarkan musuh kepada mereka, dan Allah selalu menolongnya.
Dalam ayat lain yang serupa artinya

Allah berfirman:

Demikianlah dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 60)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Serta bagi orang-orang yang, apabila mendapat perlakuan tidak baik dari orang zalim, membela diri dengan melakukan perlawanan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan lalim) dizalimi (mereka membela diri) maksudnya membalas perlakuan zalim itu sesuai dengan kelaliman yang diterimanya, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya:

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 39)

Yakni mereka mempunyai kekuatan untuk membela diri dari orang-orang yang berbuat aniaya dan memusuhi mereka.
Mereka bukanlah orang-orang yang lemah, bukan pula orang-orang yang hina, bahkan mereka mempunyai kemampuan untuk membalas perbuatan orang-orang yang berlaku kelewat batas terhadap diri mereka.
Sekalipun sifat mereka demikian, mereka selalu memberi maaf (yakni gemar memberi maaf), walaupun mereka mampu untuk membalas.
Seperti halnya yang dikatakan oleh Nabi Yusuf ‘alaihis salam kepada saudara-saudaranya yang pernah hampir membunuhnya

Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu).
(Q.S. Yusuf [12]: 92)

Padahal Yusuf ‘alaihis salam mampu menghukum mereka dan membalas perbuatan mereka terhadap dirinya dengan balasan yang setimpal.
Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ terhadap delapan puluh orang yang berniat akan membunuhnya pada tahun Perjanjian Hudaibiyyah.
Mereka turun dari Bukit Tan’im; dan setelah mereka dapat dikuasai, maka Rasulullah ﷺ memberi maaf dan membebaskan mereka, padahal beliau ﷺ mampu menghukum mereka.

Hal yang sama telah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ terhadap Gauras ibnul Haris, ketika ia hendak membunuh beliau saat pedang beliau dicabut, sedangkan beliau dalam keadaan tidur.
Lalu beliau terbangun, sedangkan pedangnya telah berada di tangan Gauras dalam keadaan terhunus.
Maka beliau ﷺ membentaknya sehingga pedang itu terjatuh dari tangannya, dan beliau memungut pedangnya.
Kemudian beliau ﷺ memanggil semua sahabatnya dan menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah dilakukan Gauras, dan beliau menceritakan kepada mereka bahwa beliau telah memaafkannya.

Rasulullah ﷺ telah memaafkan pula perbuatan Labid ibnul A’sam yang telah menyihirnya; beliau tidak menangkapnya dan tidak pula mengecamnya, padahal beliau mampu untuk berbuat itu terhadapnya.
Beliau telah memaafkan seorang wanita Yahudi yang bernama Zainab (saudara perempuan Marhab, seorang Yahudi dari Khaibar yang telah dibunuh oleh Mahmud ibnu Salamah).
Wanita itu telah meracuni kaki kambing yang disajikan kepada Rasulullah ﷺ pada hari Perang Khaibar.
Lalu kaki kambing itu dapat berbicara dan menceritakan kepada beliau ﷺ bahwa ada racun padanya.
Maka beliau ﷺ memanggil wanita Yahudi itu, dan ia mengakui perbuatannya.
Nabi ﷺ menanyainya, “Apakah yang mendorongmu berbuat demikian?”
Wanita itu menjawab, “Aku bermaksud ingin menguji.
Jika engkau benar seorang nabi, maka racun itu tidak membahayakan dirimu.
Dan jika engkau bukan seorang nabi, maka kami akan terbebas darimu.” Maka Nabi ﷺ melepaskannya.
Tetapi ketika Bisyr ibnul Barra r.a.
mati karena racun itu (karena ia ikut memakannya bersama Rasulullah ﷺ), maka beliau ﷺ menghukum mati wanita Yahudi itu.
Hadis-hadis dan atsar-atsar yang menceritakan kejadian ini cukup banyak.


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ (QS Asy-Syuura’ 39-43)

Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim