Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) - surah 42 ayat 27 [QS. 42:27]

وَ لَوۡ بَسَطَ اللّٰہُ الرِّزۡقَ لِعِبَادِہٖ لَبَغَوۡا فِی الۡاَرۡضِ وَ لٰکِنۡ یُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا یَشَآءُ ؕ اِنَّہٗ بِعِبَادِہٖ خَبِیۡرٌۢ بَصِیۡرٌ
Walau basathallahurrizqa li’ibaadihi labaghau fiil ardhi walakin yunazzilu biqadarin maa yasyaa-u innahu bi’ibaadihi khabiirun bashiirun;
Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki.
Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.
―QS. Asy Shyuura [42]: 27

Daftar isi

And if Allah had extended (excessively) provision for His servants, they would have committed tyranny throughout the earth.
But He sends (it) down in an amount which He wills.
Indeed He is, of His servants, Acquainted and Seeing.
― Chapter 42. Surah Asy Shyuura [verse 27]

وَلَوْ dan jika

And if
بَسَطَ melapangkan

Allah extends *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah extends *[meaning includes next or prev. word]
ٱلرِّزْقَ rezeki

the provision
لِعِبَادِهِۦ bagi hamba-hamba-Nya

for His slaves,
لَبَغَوْا۟ tentu mereka akan melampaui batas

surely they would rebel
فِى di muka

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth;
وَلَٰكِن tetapi

but
يُنَزِّلُ Dia menurunkan

He sends down
بِقَدَرٍ dengan ketentuan/ukuran

in (due) measure
مَّا apa yang

what
يَشَآءُ Dia kehendaki

He wills.
إِنَّهُۥ sesungguhnya

Indeed, He
بِعِبَادِهِۦ terhadap hamba-hamba-Nya

of His slaves
خَبِيرٌۢ Maha Mengetahui

(is) All-Aware,
بَصِيرٌ Maha Melihat

All-Seer.

Tafsir Quran

Surah Asy Shyuura
42:27

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia tidak akan memberi hamba-Nya rezeki yang berlimpah-limpah, jika pemberian itu bisa membawa mereka kepada keangkuhan dan ketakaburan, sebagaimana firman Allah:

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰٓى .
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.
(Al-‘Alaq [96]: 6-7)

Allah memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan kadar tertentu, sesuai dengan kehendak dan selaras dengan kebijaksanaan-Nya.
Dengan sifat rahman Allah, Dia tetap memberikan rezeki meskipun orang itu tidak beriman bahkan ketika manusia melupakan Tuhannya, saat itulah Allah melimpahkan lebih banyak lagi rezekinya.

Apabila mereka tetap tidak bersyukur, dan larut dalam kesenangan, barulah Allah menjatuhkan azabnya sebagaimana firman Allah:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ

Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka.
Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
(Al-An’am [6]: 44)

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa kekayaan seseorang bukan indikator bahwa Allah sayang kepadanya, tetapi kekayaan justru menjadi batu ujian bagi keimanan seseorang.
Contoh bagaimana sikap seseorang terhadap kekayaannya, dapat dilihat apakah dia menggunakannya untuk memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain, karena keterlibatan hak orang lain pada kekayaannya dan sebagai tanda bersyukur kepada sang pemberi kekayaan, atau dia menggunakan kekayaan itu hanya untuk kesenangan dirinya dan mengklaim bahwa kekayaannya diperoleh melalui usahanya sendiri, sehingga lupa kepada Allah yang memberi kekayaan.

Allah ﷻ berfirman:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. (Al-Anfal [8]: 28)

Dalam hal ini, Karun dan Fir’aun menjadi contoh nyata, karena kekayaan dan kejayaannya menyebabkan keduanya sombong kepada Allah.



Abu Hani’ Al-Khaulani berkata,
"Saya mendengar ‘Amr bin Khurait dan lainnya mengatakan bahwasanya ayat ini (ayat 27 ini) diturunkan kepada ahlusuffah (penghuni beranda masjid Nabi di Madinah);
mereka berangan-angan memiliki harta benda (yang bertumpuk-tumpuk), mereka mengangankan kemegahan dunia.

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalau saja Allah meluaskan rezeki semua hamba-Nya, sebagaimana mereka harapkan, niscaya mereka akan menjadi sewenang-wenang dan berbuat zalim di bumi.
Tetapi Allah meluaskan dan menyempitkan rezeki siapa saja yang Dia kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.


Allah benar-benar mengetahui urusan semua hamba-Nya, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.
Kemudian, dengan kebijaksanaan- Nya pula, Dia menentukan segala sesuatu yang bisa membawa kebaikan kepada urusan-urusan mereka itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kalaupun Allah melapangkan rezeki kepada hamba dan meluaskannya, mereka durhaka di muka bumi ini dengan berlaku jahat dan sombong.
Dia akan berlaku melebihi batas satu sama lain, tetapi Allah akan menurunkan rezeki dalam kadar yang dikehendaki untuk memberi mereka kecukupan.


Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang maslahat bagi hamba, Maha Melihat urusan dan keadaan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya) semuanya


(tentulah mereka akan melampaui batas) semuanya akan melampaui batas, tentulah mereka akan berlaku sewenang-wenang


(di muka bumi, tetapi Allah menurunkan) dapat dibaca Yunazzilu atau Yunzilu, yakni menurunkan rezeki-Nya


(apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran) maka Dia melapangkan rezeki itu kepada sebagian hamba-hamba-Nya, sedangkan yang lainnya tidak, dan timbulnya sikap melampaui batas ini dari melimpahnya rezeki.


(Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi.
(QS. Asy Shyuura [42]: 27)

Yakni seandainya Allah memberi mereka lebih dari apa yang diperlukan oleh mereka berupa rezeki, niscaya hal itu akan mendorong mereka untuk bersikap melampaui batas dan berlaku sewenang-wenang;
sebagian dari mereka akan berlaku demikian terhadap sebagian yang lainnya dengan penuh keangkuhan dan kejahatan.


Qatadah telah mengatakan bahwa ada orang yang mengatakan bahwa sebaik-baik penghidupan ialah yang tidak melalaikan dirimu dan tidak pula membuatmu berlaku sewenang-wenang.
Lalu Qatadah menyebutkan sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya yang aku khawatirkan terhadap kalian ialah apa yang akan dikeluarkan oleh Allah untuk kalian berupa bunga kehidupan dunia.

Dan pertanyaan seseorang yang mengatakan,
"Apakah kebaikan (harta) itu dapat mendatangkan keburukan?",
hingga akhir hadis.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala‘.:

tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
(QS. Asy Shyuura [42]: 27)

Yakni tetapi Allah memberi mereka sebagian dari rezeki yang dikehendaki-Nya untuk kebaikan mereka sendiri, Dia Maha Mengetahui tentang hal tersebut.
Untuk itu Dia menjadikan kaya orang yang berhak menjadi kaya, dan menjadikan fakir orang yang berhak menjadi fakir, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Tuhannya (hadis Qudsi), yaitu:

Sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku terdapat orang yang tidak baik baginya kecuali hanya diberi kekayaan;
dan seandainya kujadikan dia fakir, niscaya kefakirannya itu akan merusak agamanya.
Dan sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku terdapat orang yang tidak baik baginya kecuali hanya diberi kefakiran;
seandainya Kujadikan dia kaya, tentulah kekayaan itu akan merusak agamanya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Asy Shyuura (42) Ayat 27

Diriwayatkan oleh al-Hakim, yang menganggap hadits ini sahih, yang bersumber dari ‘Ali.
Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani yang bersumber dari ‘Amr bin Harits bahwa ayat ini (asy-Syuuraa: 27) turun berkenaan dengan Ashhabush Shuffah (terkenal sebagai orang-orang miskin yang tidak punya rumah dan tinggal di masjid) yang mengangankan (kehidupan) duniawi.
Ayat tersebut menegaskan bahwa apabila keinginan mereka dikabulkan sekaligus, pasti mereka akan hidup melampaui batas.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Asy Shyuura (الشورى)

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga "Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah itu.

Keimanan:

Dalildalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya.
▪ Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya.
▪ Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun.
▪ Cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia.
▪ Pokok pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

▪ Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

▪ Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mukmin nanti di akhirat.
▪ Memberi ampun lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas.
▪ Orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.

Audio Murottal

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 53 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 53

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Shyuura ayat 27 - Gambar 1 Surah Asy Shyuura ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 42:27
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim ‘Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
Sending
User Review
4.4 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

42:27, 42 27, 42-27, Surah Asy Shyuura 27, Tafsir surat AsyShyuura 27, Quran Asy Syura 27, Asy-Syura 27, Surah Asy Syura ayat 27

Video Surah

42:27

No videos found matching your query.

Kandungan Surah Asy Shyuura

۞ QS. 42:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 42:4 • Segala sesuatu milik Allah • Al ‘Azim (Maha Agung) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi)

۞ QS. 42:5 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 42:6 • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Wali Allah dan wali syetan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 42:7 • Nama-nama hari kiamat • Derajat para pemeluk agama • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 42:8 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 42:9 • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 42:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:11 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 42:12 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:13 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:14 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 42:15 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 42:16 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 42:17 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 42:18 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 42:20 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 42:21 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 42:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 42:24 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:25 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 42:26 • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Keutamaan iman •

۞ QS. 42:27 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 42:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 42:29 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 42:30 • Kasih sayang Allah yang luas • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:31 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 42:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 42:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:34 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:35 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 42:36 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 42:38 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:40 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 42:43 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 42:44 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 42:45 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:46 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 42:47 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 42:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:49 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:50 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 42:51 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 42:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 42:53 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Hendaknya manusia merenungkan,
bagaimana Kami mengatur & menyediakan makanan yang mereka butuhkan.
QS. ‘Abasa [80]: 24

[ DOA MEMOHON AMPUNAN BAGI KEDUA ORANG TUA & KAUM MUKMININ ] …
Ya rabb kami,
ampunilah aku & kedua Ibu Bapakku & semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat).
QS. Ibrahim [14]: 41

Tidakkah mereka perhatikan, bahwa Kami telah jadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil & ingkari nikmat Allah?
QS. Al-‘Ankabut [29]: 67

dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

+

Array

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Muwatta Malik

Apa itu Muwatta Malik? Al-Muwatta, Al-Muwaththa atau Muwatta Malik merupakan kitab hadis dan fiqih yang disusun oleh Imam Malik bin Anas, merupakan salah satu dari Kutubut Tis’ah . Imam Malik, Y...

al-khamsah

Apa itu al-khamsah? al-khamsah lima; yaitu empat pengarang kitab kumpulan hadis : Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Imam Ahmad, salah satu pengarang kitab kumpulan sanad . R...

Al Hamiid

Apa itu Al Hamiid? Allah itu Al-Hamid ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Terpuji atas segala sesuatu. Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya, serta memberikan kehidupan kepada mak...