QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 26 [QS. 42:26]

وَ یَسۡتَجِیۡبُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَ یَزِیۡدُہُمۡ مِّنۡ فَضۡلِہٖ ؕ وَ الۡکٰفِرُوۡنَ لَہُمۡ عَذَابٌ شَدِیۡدٌ
Wayastajiibul-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati wayaziiduhum min fadhlihi wal kaafiruuna lahum ‘adzaabun syadiidun;

dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya.
Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
―QS. 42:26
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
42:26, 42 26, 42-26, Asy Shyuura 26, AsyShyuura 26, Asy Syura 26, Asy-Syura 26

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia senantiasa memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan menambah bagi mereka pahala dan karunia, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu”.
(Q.S. Mu’min: 60)

Orang-orang kafir di kemudian hari nanti mendapat azab yang sangat keras dan pedih dan doa mereka tidak akan diterima, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tiadalah doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
(Q.S. Ar Ra’d: 14)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah, kemudian, memenuhi permohonan orang-orang Mukmin dan berbuat baik, lalu menambahnya melebihi apa yang mereka mohon.
Sedangkan orang-orang kafir akan mendapatkan azab yang sangat kejam dan menyakitkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia memperkenankan doa orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh) maksudnya, Dia mengabulkan apa yang mereka minta (dan menambah kepada mereka) maksudnya, Allah menambah kepada mereka (dari karunia-Nya.

Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26)

As-Saddi mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Allah menerima doa mereka.

Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Jarir, yakni maknanya ialah Allah subhanahu wa ta’ala memperkenankan doa mereka, baik untuk diri mereka sendiri, untuk teman-teman mereka, ataupun saudara-saudara mereka.

Ibnu Jarir meriwayatkan pendapat ini dari sebagian ahli Nahwu yang menjadikannya semakna dengan firman-Nya:

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 195)

kemudian Ibnu Jarir dan juga Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui hadis Al-A’masy, dari Syaqiq ibnu Salamah, dari Salamah ibnu Sabrah yang mengatakan bahwa Mu’az r.a.
berkhotbah kepada kami di negeri Syam; antara lain ia mengatakan, “Kalian adalah orang-orang mukmin dan kalian adalah ahli surga.
Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga Allah subhanahu wa ta’ala memasukkan ke dalam surga orang-orang yang kalian caci maki dari kalangan bangsa Persia dan bangsa Romawi.” Demikian itu karena bilamana seseorang dari kamu beramal karena Allah, yakni seseorang dari mereka mengerjakan suatu amal kebaikan, maka saudaranya mengatakan, “Engkau telah berbuat baik, semoga Allah merahmatimu.
Engkau telah berbuat baik, semoga Allah memberkatimu.” Kemudian Mu’az r.a.
membaca firman-Nya: dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26)

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari sebagian ahli bahasa Arab yang menganggap firman-Nya:

yang mendengarkan perkataan.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 18)

Yakni mereka adalah orang-orang yang memperkenankan perkara yang hak dan mengikutinya.
Semakna dengan firman-Nya:

Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya) akan dibangkitkan oleh Allah.
(Q.S. Al-An’am [6]: 36)

Akan tetapi, makna yang terdapat pada pendapat yang pertama lebih jelas, karena dalam firman berikutnya disebutkan:

dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26)

Yaitu memperkenankan doa mereka lebih dari yang mereka minta.

Karena itulah Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musaffa, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdullah Al-Kindi, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Syaqiq, dari Abdullah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya: dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26)

Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Syafaat itu diberikan kepada orang yang telah ditetapkan baginya neraka dari kalangan orang yang pernah berbuat kebajikan kepada mereka (orang-orang yang beriman dan beramal saleh) ketika di dunia.

Qatadah telah meriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang.
bariman serta mengerjakan amal yang saleh.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26) Yakni dapat memberikan syafaat kepada saudara-saudara mereka.
dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26) dan mereka dapat memberikan syafaat kepada teman-teman dari saudara-saudara mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 26)

Setelah menyebutkan perihal orang-orang mukmin dan pahala yang mereka terima, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan perihal orang-orang kafir dan azab yang keras, menyakitkan, lagi pedih yang akan diterima oleh mereka di sisi-Nya kelak di hari kiamat saat mereka dikembalikan kepada-Nya dan menjalani hisab.


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.5
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta