QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 18 [QS. 42:18]

یَسۡتَعۡجِلُ بِہَا الَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِہَا ۚ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مُشۡفِقُوۡنَ مِنۡہَا ۙ وَ یَعۡلَمُوۡنَ اَنَّہَا الۡحَقُّ ؕ اَلَاۤ اِنَّ الَّذِیۡنَ یُمَارُوۡنَ فِی السَّاعَۃِ لَفِیۡ ضَلٰلٍۭ بَعِیۡدٍ
Yasta’jilu bihaal-ladziina laa yu’minuuna bihaa waal-ladziina aamanuu musyfiquuna minhaa waya’lamuuna annahaal haqqu alaa innal-ladziina yumaaruuna fiissaa’ati lafii dhalalin ba’iidin;

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
―QS. 42:18
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Kelemahan manusia
42:18, 42 18, 42-18, Asy Shyuura 18, AsyShyuura 18, Asy Syura 18, Asy-Syura 18

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa pernah di dalam suatu kesempatan Nabi Muhammad ﷺ menyebut-nyebut Hari Kiamat dan pada waktu itu ada orang-orang musyrik.
Maka mereka bertanya dengan nada mengejek dan mendustakan kedatangan Hari Kiamat itu, “Kapankah Hari Kiamat itu?”
Maka turunlah ayat ini menceritakan bahwa orang-orang yang tidak percaya akan terjadinya Hari Kiamat itu mengejeknya dan ingkar kepadanya.
Mereka menginginkan supaya Hari Kiamat itu segera datang supaya jelas, siapakah yang benar.
Merekakah atau Muhammad dan sahabatnya yang benar?
Berbeda halnya dengan orang-orang mukmin.
Orang-orang mukmin merasa takut dan cemas akan kedatangan Hari Kiamat.
Mereka belum tahu bagaimana nasibnya pada hari itu nanti.
Mereka akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia.
Kalau baik, akan dibalas dengan baik yaitu surga, dan kalau tidak baik, akan dibalas dengan yang setimpal yaitu neraka.

Sejalan dengan ayat ini firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 60)

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa orang-orang yang membantah dan menolak akan adanya Hari Kiamat adalah orang-orang yang sesat, salah jalan, jauh dari kebenaran, karena yang menciptakan langit dan bumi itu mampu dan kuasa pula menghancurkannya serta menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dia lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi Nya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 27)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan maksud mengejek, orang-orang yang tidak mempercayai hari kiamat, menginginkannya untuk dipercepat.
Sedangkan orang-orang yang mempercayainya, takut dan tidak menginginkannya segera terjadi.
Mereka menyadari bahwa hal itu merupakan kepastian yang tidak mengandung keraguan.
Allah pun, setelah itu, mengingatkan bahwa orang-orang yang memperdebatkan kejadiannya betul-betul jauh sesat dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan) mereka mengatakan, “Kapan hari kiamat itu akan datang,” demikian itu karena mereka menduga bahwa hari kiamat tidak akan datang (dan orang-orang yang beriman, merasa takut) merasa khawatir (kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar akan terjadi Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah) mendebat (tentang terjadinya hari kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 18)

Mereka mengatakan,

“Bilakah janji hari kiamat itu?
Jika kamu memang orang-orang yang benar.” (Saba: 29)

Dan sesungguhnya mereka mengatakan seperti ini hanyalah semata-mata karena mendustakannya, menganggap mustahil kejadiannya, kafir, dan ingkar terhadapnya.

Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 18)

Yakni khawatir dan takut terhadap kejadiannya.

dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 18)

akan terjadi dan pasti, karenanya mereka bersiap-siap untuk menyambut nya dengan melakukan amal saleh sebagai bekalnya.

Telah diriwayatkan pula melalui berbagai jalur yang cukup banyak hingga mencapai derajat mutawatir di dalam hadis-hadis sahih, hasan, sunan, dan musnad, yang menurut salah satu teksnya menyebutkan:

bahwa pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ dengan suara yang keras di saat beliau berada di dalam suatu perjalanannya.
Lelaki itu menyeru Nabi ﷺ seraya berkata, “Hai Muhammad.” Maka Rasulullah ﷺ menjawab dengan suara yang sama, “Ya!” Lelaki itu bertanya, “Bilakah hari kiamat itu?”
Rasulullah ﷺ balik bertanya, “Celakalah kamu, sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi, lalu apakah yang telah engkau persiapkan untuk menyambutnya?”
Maka lelaki itu menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Engkau (akan dihimpunkan bersama dengan) orang yang engkau cintai.

Dan sabda Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadis:

Seseorang itu (akan dihimpunkan bersama dengan) orang yang disukainya.

Hadis ini mutawatir tanpa diragukan lagi.
Dalam hadis ini Rasulullah ﷺ tidak menjawabnya dengan jawaban tentang waktunya, melainkan memerintahkan kepada lelaki itu agar membuat persiapan untuk menyambut kedatangan hari kiamat itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah pentang terjadinya kiamat itu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 18)

Mereka membantah tentang keberadaannya dan menganggap mustahil akan kejadiannya.

benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 18)

Yakni berada di dalam kebodohan yang nyata, karena sesungguhnya Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi mampu menghidupkan kembali orang-orang mati dan itu lebih mudah bagi-Nya.
Sebagaimana yang disebutkan di dalam firmarf-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) kembali, dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya.
(Ar-Rum: 27)


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.9
Ratingmu: 4.3 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta