Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) - surah 42 ayat 15 [QS. 42:15]

فَلِذٰلِکَ فَادۡعُ ۚ وَ اسۡتَقِمۡ کَمَاۤ اُمِرۡتَ ۚ وَ لَا تَتَّبِعۡ اَہۡوَآءَہُمۡ ۚ وَ قُلۡ اٰمَنۡتُ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰہُ مِنۡ کِتٰبٍ ۚ وَ اُمِرۡتُ لِاَعۡدِلَ بَیۡنَکُمۡ ؕ اَللّٰہُ رَبُّنَا وَ رَبُّکُمۡ ؕ لَنَاۤ اَعۡمَالُنَا وَ لَکُمۡ اَعۡمَالُکُمۡ ؕ لَا حُجَّۃَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَکُمۡ ؕ اَللّٰہُ یَجۡمَعُ بَیۡنَنَا ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ
Falidzalika faad’u waastaqim kamaa umirta walaa tattabi’ ahwaa-ahum waqul aamantu bimaa anzalallahu min kitaabin wa-umirtu a’dila bainakumullahu rabbunaa warabbukum lanaa a’maalunaa walakum a’maalukum laa hujjata bainanaa wabainakumullahu yajma’u bainanaa wa-ilaihil mashiir(u);
Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah,
“Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu.
Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu.
Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu.
Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”
―QS. Asy Shyuura [42]: 15

Daftar isi

So to that (religion of Allah) invite, (O Muhammad), and remain on a right course as you are commanded and do not follow their inclinations but say,
"I have believed in what Allah has revealed of the Qur’an, and I have been commanded to do justice among you.
Allah is our Lord and your Lord.
For us are our deeds, and for you your deeds.
There is no (need for) argument between us and you.
Allah will bring us together, and to Him is the (final) destination."
― Chapter 42. Surah Asy Shyuura [verse 15]

فَلِذَٰلِكَ maka karena itu

So to that
فَٱدْعُ serulah

then invite,
وَٱسْتَقِمْ dan tetaplah

and stand firm
كَمَآ sebagaimana

as
أُمِرْتَ kamu diperintah

you are commanded
وَلَا dan janganlah

and (do) not
تَتَّبِعْ kamu mengikuti

follow
أَهْوَآءَهُمْ hawa nafsu mereka

their desires,
وَقُلْ dan katakan

but say,
ءَامَنتُ aku beriman

"I believe
بِمَآ dengan apa yang

in what
أَنزَلَ menurunkan

Allah has sent down *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah has sent down *[meaning includes next or prev. word]
مِن dari

of
كِتَٰبٍ kitab

(the) Book,
وَأُمِرْتُ dan aku diperintah

and I am commanded
لِأَعْدِلَ untuk berbuat adil

that I do justice
بَيْنَكُمُ diantara kamu

between you.
ٱللَّهُ Allah

Allah
رَبُّنَا Tuhan kami

(is) our Lord
وَرَبُّكُمْ dan Tuhan kamu

and your Lord.
لَنَآ bagi kami

For us
أَعْمَٰلُنَا amal-amal kami

our deeds
وَلَكُمْ dan bagi kamu

and for you
أَعْمَٰلُكُمْ amal-pamal kamu

your deeds.
لَا tidak ada

(There is) no
حُجَّةَ pertengkaran

argument
بَيْنَنَا diantara kami

between us
وَبَيْنَكُمُ dan diantara kamu

and between you.
ٱللَّهُ Allah

Allah

Tafsir Quran

Surah Asy Shyuura
42:15

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyeru kaumnya supaya jangan berpecah-belah seperti Ahli Kitab, supaya bersatu memeluk agama tauhid yang telah dirintis oleh para nabi, yaitu agama Islam yang dibawanya dan agar beliau tetap tabah menghadapi mereka.
Jangan sekali-kali terpengaruh oleh keraguan mereka terhadap agama yang benar yang telah disyariatkan kepadanya.

Ia harus selalu menandaskan pendiriannya bahwa dia tetap percaya kepada semua yang telah diturunkan Allah dari langit seperti Kitab Taurat, Injil dan Zabur, dan tidak didustakannya sedikit pun.
Nabi Muhammad juga diperintahkan berlaku adil di antara mereka di dalam menetapkan hukum dan sebagainya, dengan tidak akan mengurangi dan menambah apa yang telah disyariatkan Allah kepadanya, serta akan menyampaikan apa yang telah diperintahkan kepadanya untuk disampaikan.

Ayat ini juga menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan kamu dan Tuhan kami sekalian.
Dia-lah satu-satunya yang wajib disembah, yang wajib dipercaya dengan penuh pengertian.

Tiada Tuhan selain Allah.
Bagi kami amalan kami, baik buruknya adalah tanggung jawab kami, diberi pahala atau diazab, dan bagi kamu sekalian amalan kamu.

Kami tidak akan berbahagia karena amal baikmu dan tidak akan celaka karena amalan burukmu.
Masing-masing bertanggung jawab atas amal perbuatannya.

Sejalan dengan ayat ini firman Allah:

وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ

Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah,
"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
(Yunus [10]: 41)

Dengan demikian tidak boleh lagi ada pertengkaran di antara kaum Muslimin dan orang-orang musyrikin, yang hak dan yang benar telah nyata.
Barang siapa yang masih saja membangkang dan tidak mau percaya berarti dia ingkar.
Pada waktunya nanti akan jelas dan tampak siapa yang benar di antara pemeluk agama karena Allah akan mengumpulkan seluruh manusia nanti di hari kemudian, dan di sanalah Dia akan menjatuhkan keputusan yang seadil-adilnya atas apa yang dipersengketakan, sebagaimana firman Allah:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

Katakanlah,
"Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar.
Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui."
(Saba’ [34]: 26)

Kepada-Nyalah semua manusia akan kembali sesudah mati dan mempertanggungjawabkan semua amal di dunia.
Seluruh manusia akan menerima balasan sesuai dengan amal masing-masing, sebagaimana firman Allah:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ﴿۷﴾ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ﴿۸﴾

Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Az-Zalzalah [99]: 7-8)

Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya Al-Munir menyimpulkan sepuluh perintah Allah dan larangannya bukan hanya bagi Rasulullah tapi juga bagi seluruh umat Islam.
Sepuluh perintah dan larangan tersebut adalah:

1. Perintah kepada Nabi untuk terus berdakwah menyampaikan risalahnya.



2. Istiqamah dalam penyampaiannya.

3. Larangan bagi rasul untuk tidak mengikuti keinginan orang-orang musyrikin Mekah atau Ahli Kitab, untuk mengikuti ibadah mereka.

4. Perintah untuk beriman dan menyatakan iman kepada kitabkitab samawi yang diturunkan Allah.

5. Perintah untuk berlaku adil di antara Muhajirin dan ketika menghadapi perselisihan yang terjadi di antara mereka.

6. Perintah berikrar bahwa hanya Allah yang pantas disembah, tidak ada Tuhan selainnya.

7. Perintah untuk menyatakan kepada Ahli Kitab bahwa masing-masing bertanggung jawab terhadap amal perbuatannya dan balasan baik dan buruk dari amalan tersebut.

8. Perintah untuk menyatakan bahwa tidak ada permusuhan di antara nabi dan Ahli Kitab, karena kebenaran Allah tampak dengan jelas.

9. Perintah untuk menyatakan bahwa Allah kelak akan mengumpulkan umat Islam dan Ahli Kitab di Padang Mahsyar untuk menghadapi pengadilan Allah.

10. Hanya kepada Allah semua makhluk akan kembali.

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Demi kesatuan agama dan untuk menghindari perselisihan tentang hal itu, serulah mereka untuk menegakkan agama! Beristikamahlah sebagaimana Allah perintahkan, dan jangan ikuti hawa nafsu orang-orang musyrik.
Kemudian katakan,
"Aku mempercayai semua kitab suci yang diturunkan Allah kepada rasulrasul-Nya, dan aku diperintahkan-Nya untuk menegakkan keadilan di antara kalian.


Allah adalah pencipta kami dan kalian.
Bagi kami amalan-amalan kami dan bagi kalian amalan-amalan kalian.


Masing-masing kita tidak perlu memberikan alasan, karena kebenaran telah jelas.
Allah akan mengumpulkan kita semua untuk penentuan keputusan masalah di antara kita secara adil.


Hanya Dialah tempat kembali.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, serulah hamba Allah kepada agama lurus yang disyariatkan dan diwasiatkan Allah kepada para nabi.
Bersikaplah istiqamah sebagaimana diperintahkan Allah.


Janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang meragukan kebenaran dan mereka-reka agama.
Katakanlah,
"Aku membenarkan seluruh kitab suci yang diturunkan dari langit kepada para nabi.


Tuhan memerintahkanku untuk berlaku adil dalam memberi keputusan.
Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, bagi kami pahala amal saleh kami dan bagi kalian balasan amal buruk kalian.


Tidak ada permusuhan dan perdebatan antara kami dan kalian setelah kebenaran menjadi jelas.
Allah akan mengumpulkan kami dan kalian kelak pada hari Kiamat kemudian memberi keputusan secara benar apa yang kita semua perselisihkan.


Hanya kepada-Nya tempat kembali.
Dia akan memberi balasan setiap amal dengan setimpal."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka karena itu) karena ajaran tauhid itu


(serulah) manusia, hai Muhammad


(dan tetaplah) berpegang teguh kepada ajaran tauhid


(sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka) yang membujukmu untuk meninggalkan ajaran tauhid


(dan katakanlah,
"Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil) bersikap adil


(di antara kalian) dalam masalah memutuskan hukum


(Allahlah Rabb kami dan Rabb kalian.
Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian) masing-masing akan mendapatkan balasan amalnya sendiri-sendiri.


(Tidak ada pertengkaran) persengketaan


(antara kami dan kalian) ayat ini diturunkan sebelum nabi diperintahkan untuk berjihad melawan mereka


(Allah mengumpulkan antara kita) pada hari semua manusia dikembalikan kepada-Nya untuk menjalani peradilan di hadapan-Nya


(dan kepada-Nyalah kembali kita") kita akan dikembalikan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ayat yang mulia ini mengandung sepuluh point yang masing-masingnya berdiri sendiri, terpisah dari yang lain dan mengandung hukum tersendiri.

Para ulama mengatakan bahwa tiada yang menyaingi ayat ini selain ayat Kursi, karena sesungguhnya di dalam ayat Kursi pun terkandung sepuluh point yang terpisah-pisah sama dengan yang ada dalam ayat ini.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Serulah manusia kepada agama yang Kami wahyukan kepadamu, sebagaimana yang telah Kami perintahkan kepada semua rasul sebelum kamu termasuk para rasul yang mempunyai syariatsyariat yang besar lagi diikuti, seperti para rasul ulul ‘azmi dan lain-lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni tetaplah kamu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala beserta orang-orang yang mengikutimu, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepadamu.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni kaum musyrik, karena mereka telah membuat-buat dalam agama dan mendustakannya, yaitu melakukan penyembahan kepada berhalaberhala.

dan katakanlah,
"Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah."
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Artinya, aku beriman dan membenarkan semua kitab yang diturunkan dari langit kepada para nabi, Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

dalam memutuskan hukum, seperti apa yang diperintahkan Allah kepadaku.

Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni hanya Dialah yang berhak disembah, tiada Tuhan selain Dia, dan kami mengakui hal tersebut dengan suka rela.
Juga kalian, sekali pun kalian tidak melakukannya dengan suka rela.
Maka hanya kepada-Nya bersujud semua yang ada di semesta alam ini, baik dengan taat maupun dengan terpaksa.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kamu amal-amal kamu.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Maksudnya, kami berlepas diri dari kalian.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah,
"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan,
"
(QS. Yunus [10]: 41)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu.
(Asy-Syura-15)

Mujahid mengatakan bahwa tidak ada permusuhan.


Menurut As-Saddi, ayat ini diturunkan sebelum turunnya ayat Saif (ayat yang memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir).
Dan pendapat ini cukup beralasan,, mengingat ayat ini Makkiyyah, sedangkan ayat Saif diturunkan sesudah hijrah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah mengumpulkan antara kita.
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni kelak di hari kiamat.
Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah,
"Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian dia memberi keputusan antara kita dengan benar.
Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui."
(Saba: 26)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kepada-Nyalah kembali (kita).
(QS. Asy Shyuura [42]: 15)


Artinya, kelak kita akan dikembalikan kepada-Nya pada hari berhisab.

Kata Pilihan Dalam Surah Asy Shyuura (42) Ayat 15

A’MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari ‘amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ‘amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A’maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya’maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan ‘amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan.
Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan ‘ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz ‘amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz ‘ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu.
‘Ilm juga adalah sumber af’al atau perbuatan.

Al ‘amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al ‘amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari ‘illah (sebab timbulnya hukum itu)."

Lafaz a’maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
• Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
• Ali Imran (3), ayat 22;
• Al Maa’idah (5), ayat 53;
• Al A’raaf (7), ayat 147;
Al Anfaal (8), ayat 48;
• At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
Hud (11), ayat 15, 111;
Ibrahim (14), ayat 18;
• An Nahl (16), ayat 63,
• Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
• Al Mu’minuun (23), ayat 63;
An Nuur (24), ayat 39;
An Naml (27), ayat 4, 24;
• Al Qashash (28), ayat 55;
• Al ‘Ankaabut (29) ayat 38,
• Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
Asy Syuura (42) ayat 15;
• Al Ahqaaf (46) ayat 19;
Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
• Al Zalzalah (99) ayat 6.
Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

"Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan amalannya di dunia dan di akhirat."

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi’ "Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka"

Ibnu Mas’ud dan As Suddi pula berkata,
"Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga.
Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya’"

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
"Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka.
Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia.
Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia."

Kesimpulannya, lafaz a’maal pada ayat ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan.
Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).
Walau bagaimanapun, a’maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan.
Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya.
Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:5

Unsur Pokok Surah Asy Shyuura (الشورى)

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga "Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah itu.

Keimanan:

Dalildalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya.
▪ Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya.
▪ Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun.
▪ Cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia.
▪ Pokok pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

▪ Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

▪ Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mukmin nanti di akhirat.
▪ Memberi ampun lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas.
▪ Orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.

Audio Murottal

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 53 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 53

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Shyuura ayat 15 - Gambar 1 Surah Asy Shyuura ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 42:15
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim ‘Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
Sending
User Review
4.8 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

42:15, 42 15, 42-15, Surah Asy Shyuura 15, Tafsir surat AsyShyuura 15, Quran Asy Syura 15, Asy-Syura 15, Surah Asy Syura ayat 15

Video Surah

42:15

Kandungan Surah Asy Shyuura

۞ QS. 42:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 42:4 • Segala sesuatu milik Allah • Al ‘Azim (Maha Agung) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi)

۞ QS. 42:5 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 42:6 • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Wali Allah dan wali syetan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 42:7 • Nama-nama hari kiamat • Derajat para pemeluk agama • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 42:8 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 42:9 • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 42:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:11 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 42:12 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:13 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:14 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 42:15 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 42:16 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 42:17 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 42:18 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 42:20 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 42:21 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 42:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 42:24 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:25 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 42:26 • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Keutamaan iman •

۞ QS. 42:27 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 42:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 42:29 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 42:30 • Kasih sayang Allah yang luas • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:31 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 42:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 42:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:34 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:35 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 42:36 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 42:38 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:40 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 42:43 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 42:44 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 42:45 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:46 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 42:47 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 42:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:49 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:50 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 42:51 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 42:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 42:53 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam bila telah gelap gulita,
dari kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
dari kejahatan pendengki bila ia dengki
QS. Al-Falaq [113]: 1

Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara & menguasai) manusia.
Raja manusia. Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin & manusia
QS. An-Nas [114]: 1-6

Cari pada apa yang telah dianugerahkan Allah padamu (kebahagiaan) akhirat, dan jangan lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi & berbuat baiklah (pada orang lain) sebagaimana Allah berbuat baik padamu, & jangan berbuat kerusakan di bumi.
QS. Al-Qasas [28]: 77

Allah memusnahkan riba & menyuburkan sedekah.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran,
dan selalu berbuat dosa.
QS. Al-Baqarah [2]: 276

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Correct! Wrong!

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

+

Array

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

takjil

Apa itu takjil? tak.jil mempercepat … •

firman

Apa itu firman? fir.man kata Tuhan; sabda; segala firman Tuhan hendaklah dipatuhi; firman Ilahi termaktub dalam kitab suci … •

ilmu fikih

Apa itu ilmu fikih? pengetahuan tentang kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tentang hukum syarak … •