QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 15 [QS. 42:15]

فَلِذٰلِکَ فَادۡعُ ۚ وَ اسۡتَقِمۡ کَمَاۤ اُمِرۡتَ ۚ وَ لَا تَتَّبِعۡ اَہۡوَآءَہُمۡ ۚ وَ قُلۡ اٰمَنۡتُ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰہُ مِنۡ کِتٰبٍ ۚ وَ اُمِرۡتُ لِاَعۡدِلَ بَیۡنَکُمۡ ؕ اَللّٰہُ رَبُّنَا وَ رَبُّکُمۡ ؕ لَنَاۤ اَعۡمَالُنَا وَ لَکُمۡ اَعۡمَالُکُمۡ ؕ لَا حُجَّۃَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَکُمۡ ؕ اَللّٰہُ یَجۡمَعُ بَیۡنَنَا ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ
Falidzalika faad’u waastaqim kamaa umirta walaa tattabi’ ahwaa-ahum waqul aamantu bimaa anzalallahu min kitaabin wa-umirtu a’dila bainakumullahu rabbunaa warabbukum lanaa a’maalunaa walakum a’maalukum laa hujjata bainanaa wabainakumullahu yajma’u bainanaa wa-ilaihil mashiir(u);

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah:
“Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu.
Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu.
Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu.
Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)”.
―QS. 42:15
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
42:15, 42 15, 42-15, Asy Shyuura 15, AsyShyuura 15, Asy Syura 15, Asy-Syura 15

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyeru kaumnya supaya jangan berpecah belah seperti ahli Kitab itu, supaya bersatu memeluk agama tauhid yang telah dirintis oleh para Nabi, yaitu agama Islam yang dibawanya dan supaya beliau tetap tabah menghadapi mereka.
Jangan sekali-kali terpengaruh oleh keraguan mereka terhadap agama yang benar yang telah disyariatkan kepadanya.
Ia harus selalu menandaskan pendiriannya bahwa dia tetap percaya kepada semua yang telah diturunkan Allah dari langit seperti Kitab Taurat, Injil dan Zabur, dan tidak didustakannya sedikitpun.
Diapun diperintahkan berlaku adil di antara mereka di dalam menetapkan hukum dan sebagainya, dan tidak akan mengurangi dan menambah apa yang telah disyariatkan Allah kepadanya serta akan menyampaikan apa yang telah diperintahkan kepadanya untuk menyampaikannya.

Allah Tuhan kamu dan Tuhan kami sekalian, Dialah satu-satunya yang wajib disembah, yang wajib dipercaya dengan penuh pengertian.
Tiada Tuhan selain Dia.
Bagi kami amalan kami, baik buruknya adalah tanggung jawab kami, diberi pahala atau diazab, dan bagi kamu sekalian amalan kamu.
Kami tidak akan berbahagia karena amalan baikmu dan tidak akan celaka karena amalan burukmu.
Masing-masing bertanggung jawab atas amal perbuatannya.
Sejalan dengan ayat ini firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika mereka mendustakan kamu maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.

(Q.S. Yunus [10]: 41)

Tidak boleh lagi ada pertengkaran antara kita, yang hak dan yang benar telah nyata.
Barang siapa yang masih saja membangkang dan tidak mau percaya berarti dia ingkar.
Ketahuilah, pada waktunya nanti akan jelas dan tampak siapa yang benar di antara kita karena Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan kita nanti di hari kemudian, dan di sanalah Dia akan menjatuhkan keputusan yang seadil-adilnya atas apa yang kita persengketakan, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan di antara kita dengan benar.
Dan Dia lah Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui”.

(Q.S. Saba’ [34]: 26)

Kepada-Nyalah kita semua akan kembali sesudah mati dan mempertanggungjawabkan semua amal kita di dunia.
Kita akan menerima balasan sesuai dengan amal kita masing-masing, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

(Q.S. Az Zalzalah: 7-8)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demi kesatuan agama dan untuk menghindari perselisihan tentang hal itu, serulah mereka untuk menegakkan agama! Beristikamahlah sebagaimana Allah perintahkan, dan jangan ikuti hawa nafsu orang-orang musyrik.
Kemudian katakan, “Aku mempercayai semua kitab suci yang diturunkan Allah kepada rasul- rasul-Nya, dan aku diperintahkan-Nya untuk menegakkan keadilan di antara kalian.
Allah adalah pencipta kami dan kalian.
Bagi kami amalan-amalan kami dan bagi kalian amalan-amalan kalian.
Masing-masing kita tidak perlu memberikan alasan, karena kebenaran telah jelas.
Allah akan mengumpulkan kita semua untuk penentuan keputusan masalah di antara kita secara adil.
Hanya Dialah tempat kembali.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka karena itu) karena ajaran tauhid itu (serulah) manusia, hai Muhammad (dan tetaplah) berpegang teguh kepada ajaran tauhid (sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka) yang membujukmu untuk meninggalkan ajaran tauhid (dan katakanlah, “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil) bersikap adil (di antara kalian) dalam masalah memutuskan hukum (Allahlah Rabb kami dan Rabb kalian.

Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian) masing-masing akan mendapatkan balasan amalnya sendiri-sendiri.

(Tidak ada pertengkaran) persengketaan (antara kami dan kalian) ayat ini diturunkan sebelum nabi diperintahkan untuk berjihad melawan mereka (Allah mengumpulkan antara kita) pada hari semua manusia dikembalikan kepada-Nya untuk menjalani peradilan di hadapan-Nya (dan kepada-Nyalah kembali kita”) kita akan dikembalikan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ayat yang mulia ini mengandung sepuluh point yang masing-masingnya berdiri sendiri, terpisah dari yang lain dan mengandung hukum tersendiri.

Para ulama mengatakan bahwa tiada yang menyaingi ayat ini selain ayat Kursi, karena sesungguhnya di dalam ayat Kursi pun terkandung sepuluh point yang terpisah-pisah sama dengan yang ada dalam ayat ini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Serulah manusia kepada agama yang Kami wahyukan kepadamu, sebagaimana yang telah Kami perintahkan kepada semua rasul sebelum kamu termasuk para rasul yang mempunyai syariat-syariat yang besar lagi diikuti, seperti para rasul ulul ‘azmi dan lain-lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni tetaplah kamu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala beserta orang-orang yang mengikutimu, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepadamu.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni kaum musyrik, karena mereka telah membuat-buat dalam agama dan mendustakannya, yaitu melakukan penyembahan kepada berhala-berhala.

dan katakanlah, “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah.” (Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Artinya, aku beriman dan membenarkan semua kitab yang diturunkan dari langit kepada para nabi, Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

dalam memutuskan hukum, seperti apa yang diperintahkan Allah kepadaku.

Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni hanya Dialah yang berhak disembah, tiada Tuhan selain Dia, dan kami mengakui hal tersebut dengan suka rela.
Juga kalian, sekali pun kalian tidak melakukannya dengan suka rela.
Maka hanya kepada-Nya bersujud semua yang ada di semesta alam ini, baik dengan taat maupun dengan terpaksa.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kamu amal-amal kamu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Maksudnya, kami berlepas diri dari kalian.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan, ” (Q.S. Yunus [10]: 41)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu.
(Asy-Syura-15)

Mujahid mengatakan bahwa tidak ada permusuhan.

Menurut As-Saddi, ayat ini diturunkan sebelum turunnya ayat Saif (ayat yang memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir).
Dan pendapat ini cukup beralasan,, mengingat ayat ini Makkiyyah, sedangkan ayat Saif diturunkan sesudah hijrah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah mengumpulkan antara kita.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Yakni kelak di hari kiamat.
Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian dia memberi keputusan antara kita dengan benar.
Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (Saba: 26)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kepada-Nyalah kembali (kita).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 15)

Artinya, kelak kita akan dikembalikan kepada-Nya pada hari berhisab.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Shyuura (42) Ayat 15

A’MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari ‘amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ‘amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A’maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya’maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan ‘amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan. Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan ‘ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz ‘amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz ‘ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu. ‘Ilm juga adalah sumber af’al atau perbuatan.

Al ‘amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al ‘amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari ‘illah (sebab timbulnya hukum itu).”

Lafaz a’maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
-Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
-Ali Imran (3), ayat 22;
-Al Maa’idah (5), ayat 53;
-Al A’raaf (7), ayat 147;
-Al Anfaal (8), ayat 48;
-At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
-Hud (11), ayat 15, 111;
-Ibrahim (14), ayat 18;
-An Nahl (16), ayat 63,
-Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
-Al Mu’minuun (23), ayat 63;
-An Nuur (24), ayat 39;
-An Naml (27), ayat 4, 24;
-Al Qashash (28), ayat 55;
-Al­ ‘Ankaabut (29) ayat 38,
-Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
-Asy Syuura (42) ayat 15;
-Al Ahqaaf (46) ayat 19;
-Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
-Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
-Al Zalzalah (99) ayat 6.

Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

“Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan­ amalannya di dunia dan di akhirat.”

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi’ “Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka”

Ibn Mas’ud dan As Suddi pula berkata,
“Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga. Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan­ amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya'”

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
“Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka. Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia. Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan bagi­nya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia.”

Kesimpulannya, lafaz a’maal pada ayat­ ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al­ ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan. Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al­ Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).

Walau bagaimanapun, a’maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan. Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya. Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:5

Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Hadis terjemah اتَّقوا النَّارَ ولو بشقِّ تمرةٍ ، فمن لم يجِدْ فبكلمةٍ طيِّبةٍ

Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim