QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 98 [QS. 37:98]

فَاَرَادُوۡا بِہٖ کَیۡدًا فَجَعَلۡنٰہُمُ الۡاَسۡفَلِیۡنَ
Fa-araaduu bihi kaidan faja’alnaahumul asfaliin(a);

Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
―QS. 37:98
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Azab orang kafir
37:98, 37 98, 37-98, Ash Shaffaat 98, AshShaffaat 98, Al-Shaffat 98, AshShaffat 98, Ash Shafat 98, Ash Shaffat 98
English Translation - Sahih International
And they intended for him a plan, but We made them the most debased.
―QS. 37:98

 

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 98

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri.
Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu.
Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu.
Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya.
Firman Allah:

قَالَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يَضُرُّكُمْ ﴿۶۶﴾ اُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ﴿۶۷﴾

Dia (Ibrahim) berkata,
“Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?
Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?”
(al-Anbiya’ [21]: 66-67)

Alasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim.
Mereka merencanakan membunuh Ibrahim.
Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim.
Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya.
Firman Allah:

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ

Mereka berkata,
“Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.”
(al-Anbiya’ [21]: 68)

Kaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu.
Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:

قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

Kami (Allah) berfirman,
“Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”
(al-Anbiya’ [21]: 69)

Dengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.
Sesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman.
Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah.
Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis.











37:98, 37 98, 37-98, Ash Shaffaat 98, tafsir surat AshShaffaat 98, Al-Shaffat 98, AshShaffat 98, Ash Shafat 98, Ash Shaffat 98



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta