Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ash Shaffaat

Ash Shaffaat (Barisan-barisan) surah 37 ayat 90


فَتَوَلَّوۡا عَنۡہُ مُدۡبِرِیۡنَ
Fatawallau ‘anhu mudbiriin(a);

Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
―QS. 37:90
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
37:90, 37 90, 37-90, Ash Shaffaat 90, AshShaffaat 90, Al-Shaffat 90, AshShaffat 90, Ash Shafat 90, Ash Shaffat 90
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Lihat tafsir ayat 88

Ash Shaffaat (37) ayat 90 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ash Shaffaat (37) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ash Shaffaat (37) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu kaumnya berpaling darinya dan meninggalkan omongannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Lalu mereka berpaling daripadanya) menuju ke tempat perayaan mereka (dengan membelakangi)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap orang yang sedang memandang ke arah langit itu adalah orang yang sedang berfikir atau merenungkan sesuatu.
Yang dimaksud oleh Qatadah ialah bahwa Nabi Ibrahim saat itu mengarahkan pandangannya ke langit untuk mengalihkan perhatian mereka terhadap dirinya.
Lalu ia berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya aku sakit.
(Ash Shaaffat:89)

Yakni lemah.

Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu:

telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepadaku Hisyam, dari Muhammad, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ibrahim 'alaihis salam tidak pernah berdusta kecuali dalam tiga perkara, dua di antaranya dalam membela Zat Allah, yaitu ucapannya, "Sesungguhnya aku sakit, " dan perkataannya, "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.” Dan perkataannya tentang Sarah, "Dia adalah saudara perempuanku.”

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab-kitab sahih dan kitab-kitab sunah melalui berbagai jalur.
Akan tetapi, hal ini bukan termasuk dusta murni yang dicela oleh syariat pelakunya.
Tidaklah demikian pada hakikatnya melainkan disebut sebagai dusta dengan ungkapan majaz.
Dan sesungguhnya hal itu hanyalah termasuk kata-kata sindiran untuk tujuan yang diperbolehkan oleh syariat dan agama, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya di dalam ungkapan-ungkapan sindiran benar-benar terdapat jalan untuk mengelak dari berkata dusta.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda sehubungan dengan ketiga ucapan Nabi Ibrahim r.a.
yang dikatakannya, bahwa tiada suatu kalimat pun darinya melainkan diutarakan untuk membela agama Allah.
Pertama yang disebutkan oleh firman-Nya: Kemudian ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit.” (Ash Shaaffat:89) Dan yang kedua disebutkan oleh firman-Nya: Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.
(Al Anbiyaa:63) Dan Ibrahim 'alaihis salam berkata kepada raja yang menginginkan istrinya, "Dia adalah saudara perempuanku."

Sufyan mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya aku sakit.
(Ash Shaaffat:89) Yakni terkena penyakit ta’un.
Ia mengatakan demikian karena kaumnya takut terhadap penderita ta’un, takut ketularan, karena itu mereka lari meninggalkannya sendirian.
Dengan demikian, maka tercapailah keinginan Ibrahim 'alaihis salam yang menginginkan agar menyendiri bersama berhala-berhala mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
Kemudian berkata, "Sesungguhnya aku sakit.” (Ash Shaaffat:88-89) Maka mereka berkata kepadanya yang saat itu sedang berada di tempat peribadatan mereka yang dipenuhi oleh berhala-berhala sembahan mereka, "Keluarlah kamu." Lalu Nabi Ibrahim 'alaihis salam menjawab, "Sesungguhnya aku terkena penyakit ta'un." Akhirnya mereka meninggalkannya karena takut ketularan penyakit ta’un.

Qatadah telah meriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab, bahwa Ibrahim melihat bintang-bintang terbit di langit, lalu ia berkata: Sesungguhnya aku sakit.
(Ash Shaaffat:89) Nabi Ibrahim bermaksud membela agama Allah, untuk itu ia mengatakan hal tersebut, bahwa ia sedang sakit.

Ulama lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kemudian ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit.” (Ash Shaaffat:89) dinisbatkan kepada masa mendatang, yakni sakit yang menyebabkan kematian.

Menurut pendapat yang lainnya, sakit di sini adalah sakit hati karena melihat kaumnya menyembah berhala selain Allah subhanahu wa ta'ala

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, bahwa kaum Nabi Ibrahim keluar menuju tempat perayaan mereka, dan mereka menginginkan agar Ibrahim pun ikut keluar bersama mereka.
Tetapi Nabi Ibrahim merebahkan dirinya dan berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya: Sesungguhnya aku sakit.
(Ash Shaaffat:89) Lalu ia menatapkan pandangannya ke arah langit, setelah mereka (kaumnya) keluar, maka Ibrahim bangkit menuju kepada berhala-berhala sembahan mereka, lalu menghancurkannya.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya.
(Ash Shaaffat:90)

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An'aam.

Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "AshShaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni'matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.


Gambar Kutipan Surah Ash Shaffaat Ayat 90 *beta

Surah Ash Shaffaat Ayat 90



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ash Shaffaat

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.5
Rating Pembaca: 4.7 (21 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku