QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 8 [QS. 37:8]

لَا یَسَّمَّعُوۡنَ اِلَی الۡمَلَاِ الۡاَعۡلٰی وَ یُقۡذَفُوۡنَ مِنۡ کُلِّ جَانِبٍ ٭ۖ
Laa yassamma’uuna ilal mala-il a’la wayuqdzafuuna min kulli jaanibin;

syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
―QS. 37:8
Topik ▪ Jin ▪ Usaha jin untuk mencuri informasi ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
37:8, 37 8, 37-8, Ash Shaffaat 8, AshShaffaat 8, Al-Shaffat 8, AshShaffat 8, Ash Shafat 8, Ash Shaffat 8

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa setan tidak dapat mendengar pembicaraan malaikat.
Setan-setan itu dilempari dari segala penjuru karena ulah mereka yang suka merusak tatanan alam dan menggoda manusia untuk berbuat maksiat kepada Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setan-setan yang durhaka itu tidak akan mungkin dapat mendengar apa yang tengah berlangsung di antara para malaikat pilihan (al-mala’ al-a’la).
Mereka dilempari dengan segala sesuatu yang mendorong mereka dari seluruh penjuru.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka tidak dapat mendengar-dengarkan) maksudnya setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan apa yang telah dipelihara oleh-Nya.

Lafal ayat ini merupakan jumlah Isti’naf (pembicaraan para malaikat) yang berada di langit.

Lafal Yasma’uuna dimuta’addikan dengan huruf Ilaa karena pengertiannya mengandung makna seperti apa yang terdapat di dalam lafal Al-Ishghaa.

Menurut suatu qiraat dibaca La Yassamma’uuna dengan memakai Tasydid pada huruf Mim dan Sin-nya, berasal dari lafal Yatasamma’uuna, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Sin, sehingga jadilah Yassamma’uuna (Dan mereka dilempari) yakni setan-setan itu dengan meteor-meteor (dari segala penjuru) langit.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setan-setan tidak akan mampun untuk sampai kepada al-mala’il a’la, yaitu langit dan para malaikat yang ada di sana untuk mendengar perbincangan mereka saat mereka membicarakan wahyu Allah tentang syariat dan takdir-Nya. Setan-setan itu dilempari bola-bola api dari segala penjuru agar mereka tidak bisa mendengar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maksudnya, agar para setan-setan itu tidak sampai ke tempat para malaikat.
Yang maksudnya dengan al-mala-ul a’la ialah langit dan para penghuninya.
Setan-setan itu bermaksud akan mencuri-curi dengar dari pembicaraan para malaikat yang membicarakan wahyu Allah subhanahu wa ta’ala me­nyangkut hukum syariat dan ketetapan-Nya, sebagaimana yang telah di­jelaskan dalam hadis-hadis terdahulu pada pembahasan tafsir firman-Nya:

sehinga apabila, telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab “(Perkataan) yang benar, “dan Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.
(Saba’:23)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

dan mereka dilempari dari segala penjuru.
(Ash Shaaffat:8)

Mereka dirajam dari semua penjuru langit yang dkuju oleh mereka.


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 37:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.7
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta