Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ash Shaffaat

Ash Shaffaat (Barisan-barisan) surah 37 ayat 67


ثُمَّ اِنَّ لَہُمۡ عَلَیۡہَا لَشَوۡبًا مِّنۡ حَمِیۡمٍ
Tsumma inna lahum ‘alaihaa lasyauban min hamiimin;

Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
―QS. 37:67
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat neraka ▪ Kebutuhan tumbuhan akan air
37:67, 37 67, 37-67, Ash Shaffaat 67, AshShaffaat 67, Al-Shaffat 67, AshShaffat 67, Ash Shafat 67, Ash Shaffat 67
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum.
Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.
Allah berfirman:

Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
(Al-Gasyiyah: 6-7)

Sehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman.
Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka.
Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah.

(Al-Kahfi: 29)

Setelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka.

Ash Shaffaat (37) ayat 67 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ash Shaffaat (37) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ash Shaffaat (37) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian, setelah memakan buah dari zaqqum itu, orang-orang musyrik akan mendapatkan campuran minuman panas yang membakar muka dan merobek perut mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas) yang mereka minum, hingga bercampur di dalam perut mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka minum itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
(Ash Shaaffat:67)

Ibnu Abbas r.a.
mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah minuman air yang sangat panas sesudah makan buah zaqqum itu.
Dan menurut riwayat lain bersumber darinya, dicampur dengan air yang sangat panas.
Sedangkan selain Ibnu Abbas mengatakan bahwa minuman air yang sangat panas buat mereka itu dicampur dengan nanah dan keringat busuk yang keluar dari farji dan mata penduduk neraka.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Haiwah ibnu Syuraih Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnul Walid, dan Safwan ibnu Amr, telah menceritakan kepadaku Ubaid, dari Abu Umamah Al-Bahilia r.a., dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Disajikan —kepada penduduk neraka— air yang sangat panas, maka ahli neraka yang bersangkutan sangat membencinya, dan apabila air itu didekatkan kepadanya, maka wajahnya terpanggang sehingga kulit kepalanya terkelupas dan terjatuh pada air itu, dan apabila ia meminumnya, semua ususnya hancur sehingga keluar dari duburnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Rafi', telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Abdullah, dari Ja'far dan Harun ibnu Antrah, dari Sa'id ibnu Jubair yang telah mengatakan bahwa apabila penduduk neraka lapar, mereka meminta agar diberi pohon zaqqum.
Lalu mereka memakan sebagian darinya, maka terkelupaslah kulit wajah mereka karenanya.
Seandainya seseorang yang kenal bersua dengan mereka, tentulah dia mengetahui mereka melalui kulit wajah mereka yang menempel pada buah zaqqum itu.
Kemudian dijadikan mereka merasa haus.
Lalu mereka meminta minum, maka mereka diberi minum dengan air yang sangat panas.
Apabila air itu didekatkan kepada mereka dan berada di dekat mulut mereka, maka panasnya air itu membakar daging wajah mereka yang kulitnya telah terkelupas, dan isi perutnya hancur luluh.
Lalu mereka berjalan sedangkan isi perutnya keluar dalam keadaan hancur dan kulitnya rontok.
Kemudian mereka dipukuli dengan gada-gada besi, maka semua anggota tubuhnya berentakan dan mereka menjerit seraya menyerukan kata-kata kecelakaan bagi dirinya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 67

SYAWBAA
شَوْبا

Lafaz syawbaa adalah mashdar, diambil dari kata akar syaba-yasyubu yang berarti mencampurkan sesuatu dengan yang lainnya.

Syaabal 'asal bil maa' artinya mencampurkan madu dengan air.

Dalam Mu'jam Alfaz Al Qur'an, asy syawb juga bermakna al makhluut atau yang dicampurkan.

Madjad Din Al Fayruz Abadi mengatakan, asy syawb berarti madu, bahagian dari adonan roti yang dinamakan al farazdaqah atau roti yang tebal dan campuran.

Lafaz asy syawb disebut sekali yaitu dalam surah Ash Shaffaat (37), ayat 67. Allah berfirman,

ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ

Lafaz asy syawb dalam ayat di atas dikaitkan dengan lafaz hamiim yaitu yang begitu panas.

Ibn Abbas menafsirkan ayat diatas dengan "minum-minuman panas di atas pohon az Zaqqum Salah satu dari riwayatnya juga menyatakan syauban min hamiim bermakna minuman yang dicampurkan dengan air yang begitu panas.

Ada yang berpendapat, minuman panas mereka dicampurkan dengan nanah yang bercampur darah, sesuatu yang busuk yang keluar dari kemaluan dan mata mereka.

Diriwayatkan oleh Abi Umamah Al Bahm dari Rasulullah, beliau bersabda, "Akan didekatkan penghuni neraka kepada air yang begitu busuk. Apabila mereka dekat padanya, muka mereka terbakar dan kepala mereka masuk ke dalamnya. Apabila dia minum, akan terputus urat perut mereka dan terns keluar dari dubur mereka.

Kesimpulannya, lafaz syawbaa bermakna minuman yang dicampurkan dan ayat syawbaan min hamiim membawa makna minuman yang bercampur dengan air yang begitu panas yang diperuntukkan untuk penghuni neraka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:313-314

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An'aam.

Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "AshShaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni'matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.


Gambar Kutipan Surah Ash Shaffaat Ayat 67 *beta

Surah Ash Shaffaat Ayat 67



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ash Shaffaat

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku