Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 61 [QS. 37:61]

لِمِثۡلِ ہٰذَا فَلۡیَعۡمَلِ الۡعٰمِلُوۡنَ
Limitsli hadzaa falya’malil ‘aamiluun(a);
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
―QS. Ash Shaffaat [37]: 61

Daftar isi

For the like of this let the workers (on earth) work.
― Chapter 37. Surah Ash Shaffaat [verse 61]

لِمِثْلِ untuk seperti

For (the) like
هَٰذَا ini

(of) this,
فَلْيَعْمَلِ maka hendaklah berusaha

let work
ٱلْعَٰمِلُونَ orang-orang yang bekerja

the workers.

Tafsir

Alquran

Surah Ash Shaffaat
37:61

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 61. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga.
Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab.

Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia.
Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka.

Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.


Adapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan.

Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar.
Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia.

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 61. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Untuk mendapatkan kemuliaan seperti yang diterima oleh orang-orang Mukmin di akhirat itu, hendaknya orang-orang yang berbuat di dunia itu berusaha untuk mendapatkan seperti yang mereka dapatkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Untuk kenikmatan yang sempurna seperti ini, kekekalan yang langgeng dan kemenangan yang besar inilah, hendaknya orang-orang yang beramal di dunia beramal untuknya, agar di akhirat mereka mendapatkannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang beramal) menurut suatu pendapat, bahwa perkataan ini ditujukan kepada mereka.
Dan menurut pendapat yang lain disebutkan, bahwa merekalah yang mengatakan demikian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Untuk kemenangan seperti ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.
(QS. As-Saffat [37]: 61)


Qatadah mengatakan bahwa ini merupakan perkataan penduduk surga.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa ini adalah perkataan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya ‘untuk meraih kenikmatan dan kemenangan seperti ini hendaklah orang-orang di dunia berusaha agar mereka dapat meraihnya kelak di akhirat.’

Mereka mengetengahkan sebuah kisah tentang dua orang lelaki dari kaum Bani Israil yang keduanya terikat dalam suatu perseroan usaha.
Kisah keduanya berkaitan dengan keumuman makna surat Ash-Shaffat ini.

Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ishaq ibnu Ibrahim ibnu Habib ibnusy Syahid, telah menceritakan kepada kami Attab ibnu Basyir, dari Khasif, dari Furat ibnu Sa’labah An-Nahrani sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman.
(QS. As-Saffat [37]: 51), Di masa dahulu ada dua orang lelaki yang terikat dalam suatu perseroan.
Keduanya berhasil menghimpun dana sebanyak delapan ribu dinar.
Salah seorang dari keduanya mempunyai profesi, sedangkan yang lainnya tidak, pada akhirnya orang yang mempunyai profesi berkata kepada teman seperseroannya yang tidak mempunyai profesi,
"Kamu tidak mempunyai profesi, maka tiada pilihan lain bagiku kecuali memecatmu dari perseroan dan memberikan hakmu yang ada pada perseroan ini."
Akhirnya keduanya berbagi harta, lalu perseroan keduanya bubar.
Kemudian lelaki yang berprofesi membeli sebuah rumah dengan harga seribu dinar.
Rumah itu adalah milik seorang raja yang telah mati.
Lalu ia mengundang teman bekas seperseroannya itu, lalu memperlihatkan rumah yang baru dibeli itu kepadanya seraya berkata kepadanya,
"Bagaimanakah pendapatmu tentang rumah yang baru saya beli dengan harga seribu dinar ini?"
Ia menjawab,
"Alangkah indah dan mewahnya."
Setelah keluar, ia berkata,
"Ya Allah, sesungguhnya temanku ini telah membeli sebuah rumah dengan harga seribu dinar, dan sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebuah rumah di surga,"
lalu ia menyedekahkan uangnya sebanyak seribu dinar.
Setelah itu ia tinggal selama masa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian lelaki yang mempunyai pekerjaan kawin dengan seorang wanita dengan mahar sebanyak seribu dinar, dan ia mengundang temannya itu ke perjamuan pernikahannya.
Setelah temannya datang, ia berkata,
"Sesungguhnya saya telah mengawini wanita ini dengan maskawin seribu dinar."
Temannya menjawab,
"Alangkah cantiknya dia."
Setelah pergi, ia berkata,
"Ya Allah, sesungguhnya temanku baru saja mengawini seorang wanita dengan maskawin seribu dinar, dan sesungguhnya aku memohon kepada-Mu seorang wanita dari bidadari yang bermata jeli,"
lalu ia menyedekahkan uangnya sebanyak seribu dinar.
Dan ia tinggal selama masa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian lelaki yang berprofesi itu membeli dua buah kebun seharga dua ribu dinar, lalu memanggil temannya dan memperlihatkan kedua kebun itu kepadanya seraya berkata,
"Sesungguhnya aku telah membeli dua kebun ini seharga dua ribu dinar."
Maka ia menjawab,
"Alangkah indahnya kebun itu."
Setelah ia keluar dari temannya itu, berkatalah ia,
"Ya Allah, sesungguhnya temanku telah membeli dua kebun seharga dua ribu dinar, dan aku momohon kepada-Mu dua buah kebun di surga,"
lalu ia menyedekahkan uangnya yang tinggal dua ribu dinar itu.
Setelah itu malaikat maut datang kepada kedua lelaki tersebut dan mencabut nyawa keduanya, lalu ia membawa pergi lelaki yang bersedekah itu dan memasukkannya ke dalam sebuah rumah yang membuatnya kagum.
Tiba-tiba di dalamnya ada seorang wanita yang karena cantiknya sehingga bagian bawahnya bersinar terang, kemudian memasukkannya ke dalam dua buah kebun dan dianugerahkan kepadanya sesuatu yang hanya Allah sajalah yang mengetahuinya.


Perawi mengatakan bahwa alangkah miripnya apa yang disebutkan dalam ayat ini dengan perihal lelaki yang disebutkan dalam riwayat ini.


Selanjutnya malaikat berkata,
"Sesungguhnya rumah ini adalah untukmu, begitu pula kedua kebun ini dan wanita cantik itu."
Maka lelaki itu berkata, bahwa sesungguhnya dahulu ia pernah mempunyai seorang teman yang mengatakan kepadanya:
Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan?
(QS. As-Saffat [37]: 52)
Dikatakan kepadanya bahwa temannya itu berada di dalam neraka Jahim.
Berkatalah ia,
"Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
(QS. As-Saffat [37]: 54-55)
Maka pada saat itu ia berkata:
Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku.
Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
(QS. As-Saffat [37]: 56-57)

Ibnu Jarir selanjutnya mengatakan bahwa riwayat ini memperkuat orang yang membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

Orang-orang yang menyedekahkan (hartamu).
(QS. As-Saffat [37]: 52)

dengan bacaan memakai tasydid, yaitu al-musaddiqin (bukan al-musdiqin, yang artinya membenarkan hari berbangkit)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abdur Rahman Al-Abar, telah menceritakan kepada kami Abu Hafs yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ismail As-Saddi tentang makna ayat berikut, yaitu firrnan-Nya:
Berkatalah seorang di antara mereka,
"Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang menyedekahkan (hartamu)-?"
(QS. As-Saffat [37]: 51-52)
"
Ismail As-Saddi berkata,
"Mengapa kamu tanyakan hal ini-"
Aku menjawab,
"Aku tadi baru saja membacanya, maka aku ingin menanyakan maknanya kepadamu."
Ismail As-Saddi berkata dengan nada tegas, menyuruhnya agar mencamkan kisah berikut.
Yaitu bahwa dahulu di kalangan kaum Bani Israil terdapat dua orang yang berkongsi, salah seorangnya mukmin, sedangkan yang lainnya kafir.
Akhirnya perseroan keduanya bubar, dan modal mereka ada enam ribu dinar, maka masing-masing orang mendapat tiga ribu dinar.
Keduanya berpisah dan tinggal dalam jarak masa yang dikehendaki oleh Allah, lalu keduanya bersua.
Maka yang kafir bertanya kepada yang mukmin,
"Apakah yang telah engkau lakukan dengan hartamu?
Apakah engkau tanamkan pada sesuatu ataukah engkau mengembangkannya dalam perniagaan?"
Orang yang mukmin berkata kepadanya,
"Tidak, lalu apakah yang telah engkau lakukan dengan hartamu?"
Si kafir menjawab,
"Kugunakan seribu dinar untuk membeli tanah, kebun kurma, buah-buahan, dan mata air."
Orang mukmin bertanya,
"Benarkah engkau lakukan itu?"
Si kafir menjawab,
"Ya."
Orang yang mukmin pulang, dan pada malam harinya ia melakukan salat selama apa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Setelah menyelesaikan salatnya ia mengambil seribu dinar dan meletakkannya di hadapannya, kemudian berdoa,
"Ya Allah, sesungguhnya si Fulan —yakni temannya yang kafir— telah membeli sebidang tanah, sebuah kebun kurma dan buah-buahan serta mata air dengan harga seribu dinar, yang bila ia mati di kemudian hari ditinggalkannya.
Ya Allah, sesungguhnya aku membeli dari-Mu dengan seribu dinar ini sebidang tanah di surga, kebun kurma, dan buah-buahan serta mata airnya."
Pada keesokan harinya ia bagi-bagikan uang seribu dinar itu kepada kaum fakir miskin.
Setelah beberapa waktu berselang menurut apa yang dikehendaki oleh Allah, keduanya bersua kembali, dan si kafir bertanya kepada si mukmin,
"Apakah yang telah engkau lakukan dengan hartamu, apakah engkau tanamkan pada sesuatu, ataukah engkau kembangkan dalam berdagang?"
Si mukmin menjawab,
"Tidak.
Tetapi kamu, apakah yang telah kamu lakukan terhadap hartamu?"
Si kafir menjawab,
"Hartaku makin banyak dan sangat berat kulakukan pengurusan dan pembiayaannya, maka kubeli seorang budak seharga seribu dinar, lalu kutugaskan untuk bekerja mengurusnya untuk kepentinganku."
Si mukmin bertanya,
"Engkau benar lakukan hal itu?"
Si kafir menjawab,
"Ya."
Si mukmin pulang.
Ketika malam hari tiba, ia salat selama yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Setelah selesai, ia mengambil seribu dinar.
lalu diletakkannya di hadapannya, kemudian berdoa,
"Ya Allah, sesungguhnya si Fulan —temannya yang kafir itu— telah membeli seorang budak dengan harga seribu dinar, budak yang ada di dunia ini, yang di kemudian hari bila ia mati pasti budak itu ditinggalkannya, atau bila budak itu mati, maka ia ditinggalkan oleh budaknya.
Ya Allah, sesungguhnya aku ingin membeli dari-Mu dengan seribu dinar ini budak yang ada di dalam surga."
Kemudian pada keesokan harinya ia bagi-bagikan uangnya itu kepada kaum fakir miskin.
Selang beberapa lama kemudian menurut apa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala, keduanya bersua kembali.
Maka si kafir bertanya kepada si mukmin,
"Apakah yang telah engkau lakukan dengan hartamu, apakah engkau tanamkan pada sesuatu ataukah engkau kembangkan dengan berdagang?"
Si mukmin menjawab,
"Tidak, lalu apakah yang telah engkau lakukan dengan hartamu itu?"
Si kafir menjawab,
"Sebenarnya semua urusanku telah sempurna, terkecuali suatu hal, yaitu si Fulanah ditinggal mati oleh suaminya.
Lalu kulamar dia dengan seribu dinar, maka dia datang kepadaku sebagai istri dengan membawa seribu dinar dan kelipatannya yang sama jumlahnya (dari hasil warisannya)."
Si mukmin bertanya,
"Apakah kamu memang lakukan hal itu?"
Si kafir menjawab,
"Ya."
Si mukmin pulang.
Dan pada malam harinya ia mengerjakan salat selama yang dikehendaki oleh Allah.
Setelah selesai dari salatnya ia mengambil seribu dinar yang terakhir dari hartanya, lalu diletakkannya di hadapannya seraya berdoa,
"Ya Allah, sesungguhnya si Fulan —temannya yang kafir itu—telah mengawini salah seorang wanita di dunia ini dengan maskawin seribu dinar, yang bila ia mati istrinya itu ditinggalkannya, atau bila ia mati di kemudian hari istrinya itu membiarkannya.
Ya Allah, sesungguhnya aku melamar kepada-Mu dengan seribu dinar ini bidadari yang bermata jeli di surga."
Pada keesokan harinya ia membagi-bagikan hartanya itu kepada kaum fakir miskin.
Pada akhirnya si mukmin itu tidak memiliki harta sedikit pun.
Lalu ia mengenakan baju gamis dari katun dan jubah dari kain bulu.
Selanjutnya ia mengambil cangkul, lalu disandangnya di pundaknya dengan maksud akan menjadi tukang gali yang upahnya nanti untuk biaya hidupnya.
Ia didatangi oleh seorang lelaki yang berkata kepadanya,
"Hai hamba Allah, maukah engkau menjadi buruh bulananku sebagai tukang pemelihara hewan ternakku, engkau beri makan hewan-hewanku itu dan engkau bersihkan kandangnya setiap harinya?"
Si mukmin menjawab,
"Saya setuju dan akan saya lakukan pekerjaan itu."
Si mukmin itu bekerja padanya dengan gajian bulanan sebagai tukang mengurusi ternak lelaki tersebut.
Sedangkan pemilik ternak itu setiap hari­nya selalu mengontrol hasil pekerjaannya dengan memeriksa ternak-ternaknya.
Apabila ia melihat ada seekor hewan yang kelihatan kurus, maka ia pegang kepala si mukmin itu, lalu mencekiknya dengan kuat seraya berkata kepadanya,
"Rupanya tadi malam kamu curi gandum makanannya!"
Mengalami nasib yang sangat menyakitkan karena bekerja pada lelaki tersebut, akhirnya si mukmin berkata,
"Aku akan mendatangi bekas teman seperseroanku yang kafir itu, dan aku benar-benar akan bekerja padanya dengan harapan semoga ia mau memberiku makan setiap hari dan memberiku pakaian yang kukenakan ini bila telah rusak."
Maka berangkatlah ia menuju rumah temannya yang kafir itu.
Ketika sampai di tempatnya ia mencari-cari temannya itu, ternyata terdapat sebuah bangunan seperti istana yang tinggi menjulang ke langit, dan di sekitar gedung itu terdapat banyak penjaga pintunya.
Lalu ia berkata kepada mereka,
"Mintakanlah izin masuk kepada pemilik gedung ini untukku, karena sesungguhnya jika kalian sampaikan hal ini kepadanya pasti dia gembira."
Mereka menjawab,
"Jika kamu benar, pergilah dan tidurlah (menginaplah) di dekat pintu ini, maka pada pagi harinya kamu akan bersua dengannya."
Maka si mukmin itu pergi dan menggelarkan separoh dari pakaiannya untuk alas tidurnya, sedangkan separo yang lain ia gunakan untuk menutupi tubuhnya, lalu ia tidur di tempat tersebut.
Pada pagi harinya temannya yang kafir itu keluar.
Ketika si kafir melihatnya, ia langsung mengenalnya, lalu ia turun dari kendaraannya dan menjabat tangannya seraya berkata kepadanya,
"Mengapa tidak engkau lakukan terhadap hartamu itu seperti yang aku lakukan terhadap hartaku?"
Si mukmin menjawab,
"Memang benar."
Si kafir berkata,
"Inilah keadaanku dan itulah keadaanmu."
Si mukmin menjawab,
"Memang benar."
Si kafir bertanya,
"Ceritakanlah kepadaku apakah yang telah engkau lakukan terhadap hartamu?"
Ia menjawab,
"Janganlah engkau menanyakan hal itu kepada diriku."
Si kafir bertanya,
"Lalu apakah gerangan yang mendorongmu datang kepadaku?"
Si mukmin menjawab,
"Aku datang kepadamu untuk bekerja di lahanmu ini dengan imbalan engkau beri aku makan setiap harinya dan pakaian seperti ini bila apa yang kupakai ini telah rusak."
Si kafir berkata,
"Tidak, tetapi aku akan menempatkanmu pada pekerjaan yang lebih baik daripada apa yang kamu katakan itu.
Dan kamu jangan berharap aku melakukanmu dengan baik sebelum kamu ceritakan kepadaku apa yang telah engkau lakukan terhadap hartamu itu."
Si mukmin menjawab,
"Aku mengutangkannya."
Si kafir bertanya,
"Kepada siapa?"
Si mukmin menjawab,
"Kepada Yang Mahakaya lagi Maha Memenuhi janji-Nya."
Si kafir bertanya,
"Siapakah dia?"
Si mukmin menjawab,
"Allah."
Saat itu si kafir masih dalam keadaan menjabat tangannya, lalu mencabut tangannya dan berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya.
"Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
(QS. As-Saffat [37]: 52-53)
– Menurut As-Saddi, madinima artinya dihisab (untuk diberi pembalasan)- Akhirnya si kafir itu pergi meninggalkannya.
Setelah si mukmin melihat si kafir itu bersikap demikian terhadapnya tanpa memberi harapan, maka ia pulang dan tidak menggangu si kafir lagi.
Si mukmin hidup sengsara selama suatu masa, dan si kafir hidup mewah dalam suatu masa.
Pada hari kiamat nanti manakala Allah telah memasukkan orang mukmin itu ke dalam surga, ia merasa terkejut dengan adanya lahan dan kebun kurma serta buah-buahan dan mata air.
Maka ia bertanya,
"Kepunyaan siapakah ini?"
Dikatakan kepadanya,
"Ini semua adalah milikmu."
Ia berkata,
"Subhanallah",
apakah keutamaan amalku sampai kepada tingkatan yang membuatku mendapat pahala seperti ini?"
Ia berjalan lagi di dalam surga itu, dan ternyata ia menjumpai banyak budak yang jumlahnya tidak terhitung, lalu ia bertanya,
"Untuk siapakah budak-budak ini?"
Dikatakan kepadanya,"
Mereka adalah untukmu."
Ia berkata, Subhanallah, apakah keutamaan amalku sampai kepada tingkatan yang menyebabkan aku mendapat pahala seperti ini?"
Kemudian ia berjalan lagi, tiba-tiba ia menjumpai sebuah kubah yang terbuat dari yaqut merah yang berongga, di dalamnya terdapat bidadari-bidadari yang cantik-cantik lagi bermata jeli.
Lalu ia bertanya, ‘Untuk siapakah ini?"
Dikatakan kepadanya,
"Semuanya itu adalah untukmu.
Ia berkata
"Subhanallah, apakah keutamaan amalku sampai ke tingkatan ini yang menjadikan diriku mendapat balasan seperti ini?
Kemudian ia teringat temannya yang kafir itu, lalu berkata:
Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata,
"Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)’ Apakah bila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
(QS. As-Saffat [37]: 51-52)
Surga berada di tempat yang tinggi, dan neraka berada di tempat yang paling bawah.
Lalu Allah memperlihatkan kepadanya temannya itu berada di tengah-tengah neraka di antara penghuni neraka lainnya.
Ketika orang mukmin itu melihatnya, ia langsung mengenalnya dan berkata:
Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku.
Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
Maka apakah kita tidak akan mati, melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.
(QS. As-Saffat [37]: 56-61)
Yakni mengerjakan amal perbuatan yang semisal untuk meraih pahala tersebut.
Kemudian orang mukmin itu teringat akan penderitaan yang telah dia alami semasa hidup di dunia.
Maka sepanjang ingatannya tiada suatu penderitaan di dunia pun yang telah dilaluinya lebih keras bila dibandingkan dengan penderitaan saat mati.

Unsur Pokok Surah Ash Shaffaat (الصافات)

Surat As-Saffat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al-An’am.

Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "AshShaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan.
Hal ini hendaklah menjadi iktibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalildalil tentang ke-Esaan Allah.
▪ Adanya hari berbangkit.
▪ Adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat.
Malaikatmalaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam.
▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Ismail `alaihis salam.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam.
▪ Kisah Luth `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Sikap orang-orang kafir terhadap Alquran.
▪ Tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat.
▪ Kenikmatan di surga.
▪ Tentang pohon zaqqum.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah beranak.
▪ Seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

QS. Ash-Shaffaat (37) : 1-182 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 182 + Terjemahan Indonesia

QS. Ash-Shaffaat (37) : 1-182 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 182

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaffaat ayat 61 - Gambar 1 Surah Ash Shaffaat ayat 61 - Gambar 2
Statistik QS. 37:61
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, “Yang Bersaf-Saf”) adalah surah ke-37 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An’am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
Sending
User Review
4.2 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

37:61, 37 61, 37-61, Surah Ash Shaffaat 61, Tafsir surat AshShaffaat 61, Quran Al-Shaffat 61, AshShaffat 61, Ash Shafat 61, Ash Shaffat 61, Surah Ash Shaffat ayat 61

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ash Shaffaat

۞ QS. 37:1 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:2 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:3 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:4 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 37:5 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:7 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 37:8 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:9 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:10 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:12 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:15 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 37:16 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:17 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:18 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:19 • Peniupan sangkakala • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 37:20 • Nama-nama hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:21 • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:22 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Setiap umat mengikuti apa yang telah mereka sembah

۞ QS. 37:23 • Keadaan orang kafir saat menyeberang • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 37:24 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:25 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:26 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:29 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:30 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:31 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 37:32 • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 37:33 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 37:34 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:35 Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:37 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 37:38 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:39 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 37:40 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman

۞ QS. 37:41 • Pahala iman • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 37:42 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 37:43 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:44 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:45 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:46 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:47 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:48 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 37:49 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 37:50 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:51 • Percakapan para ahli surga • Jin yang berteman dengan manusia

۞ QS. 37:52 • Mengingkari hari kebangkitan • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:53 • Mengingkari hari kebangkitan • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:54 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:55 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:56 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:57 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:58 • Keabadian surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:59 • Keabadian surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:60 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:61 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 37:62 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:63 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 37:64 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:65 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:66 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:67 • Sifat neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:68 • Memasuki neraka

۞ QS. 37:71 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:73 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:74 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 37:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:77 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 37:82 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:84 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:86 • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:87 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:91 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:92 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:93 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:95 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:98 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:99 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 37:104 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 37:105 • Pahala iman

۞ QS. 37:110 • Pahala iman

۞ QS. 37:115 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:116 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:121 • Pahala iman

۞ QS. 37:125 • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:126 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:127 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:128 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 37:131 • Pahala iman

۞ QS. 37:134 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:135 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:136 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:138 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:146 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:148 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 37:149 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:150 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:151 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:152 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:153 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:154 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 37:156 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:157 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:158 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 37:159 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 37:160 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 37:161 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 37:162 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:163 • Nama-nama neraka

۞ QS. 37:164 • Kewajiban beriman kepada malaikat • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 37:165 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:166 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:167 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:168 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:169 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:170 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 37:171 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:172 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman

۞ QS. 37:173 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:174 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:175 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:176 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:177 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:178 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:179 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:180 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:181 • Pahala iman

۞ QS. 37:182 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Berkata Isa:
Dia adikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada,
Dia memerintahkanku (mendirikan) salat & zakat selama aku hidup,
dan berbakti kepada ibuku,
Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
QS. Maryam [19]: 31-32

Siapa memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (nafkahkan harta di jalan Allah), maka Allah akan lipatgandakan pembayaran kepadanya dengan banyak.
Dan Allah menyempitkan & melapangkan (rezeki) & kepada-Nya lah kamu dikembalikan
QS. Al-Baqarah [2]: 245

Jika kamu mempersekutukan (Tuhan),
niscaya akan hapuslah amalmu & tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Karena itu,
maka hendaklah Allah saja kamu sembah & hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.
QS. Az-Zumar [39]: 65-66

Sesungguhnya orang-orang yang beriman & beramal saleh,
bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
QS. Al-Kahf [18]: 107

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u0627u064eu0644u064eu0645u06e1 u06ccu064eu062cu0650u062fu06e1u06a9u064e u06ccu064eu062au0650u06ccu06e1u0645u064bu0627 u0641u064eu0627u0670u0648u0670u06cc

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

+

Array

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

Al-Fatihah

Apa itu Al-Fatihah? Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam Alquran. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah m...

Al-Kausar

Apa itu Al-Kausar? Surah Al-Kausar (Arab: الكوثر‎) adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran. Kat...

Takdir Mubram

Apa itu Takdir Mubram? Takdir dibagi menjadi dua jenis yaitu takdir mu’allaq dan takdir mubram. Takdir mubram secara bahasa artinya sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Jadi, takdir ...