QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 38 [QS. 37:38]

اِنَّکُمۡ لَذَآئِقُوا الۡعَذَابِ الۡاَلِیۡمِ
Innakum ladzaa-iquul ‘adzaabil aliim(i);

Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
―QS. 37:38
Topik ▪ Tauhid Rububiyyah
37:38, 37 38, 37-38, Ash Shaffaat 38, AshShaffaat 38, Al-Shaffat 38, AshShaffat 38, Ash Shafat 38, Ash Shaffat 38
English Translation - Sahih International
Indeed, you (disbelievers) will be tasters of the painful punishment,
―QS. 37:38

 

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Allah pada ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu.
Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran.
Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata.
Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar.
Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya oleh para nabi-nabi terdahulu.

Ajaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad ﷺ.
Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata.
Allah pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu.
Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat.
Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Fir’aun dan lain-lain.
Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri.
Allah ﷻ berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ

Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.
Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).
(Fushshilat [41]: 46)