Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ash Shaffaat

Ash Shaffaat (Barisan-barisan) surah 37 ayat 30


وَ مَا کَانَ لَنَا عَلَیۡکُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ ۚ بَلۡ کُنۡتُمۡ قَوۡمًا طٰغِیۡنَ
Wamaa kaana lanaa ‘alaikum min sulthaanin bal kuntum qauman thaaghiin(a);

Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
―QS. 37:30
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Tantangan Al Qur’an
37:30, 37 30, 37-30, Ash Shaffaat 30, AshShaffaat 30, Al-Shaffat 30, AshShaffat 30, Ash Shafat 30, Ash Shaffat 30
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah menerangkan penolakan pemimpin mereka terhadap tuduhan mereka.
Para pemimpin itu menyatakan bahwa mereka tidak menyesatkan orang itu.
Mereka sendirilah yang karena tabiatnya, menjadi kafir dan melakukan perbuatan syirik dan maksiat.
Mereka mempersekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dengan berhala dan patung dan berbuat macam-macam dosa yang menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak lagi mengetahui jalan yang benar lagi baik.

Selanjutnya pemimpin-pemimpin itu membantah bahwa mereka memiliki kekuasaan atas pengikut-pengikut mereka itu, menyesatkan dan mengkafirkannya serta tidak pernah menghalangi mereka menentukan pilihan, mana perbuatan yang buruk dan mana perbuatan yang baik.
Tetapi kecenderungan pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan kemaksiatan.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
(Q.S.
An Naba' 21-22)

Ash Shaffaat (37) ayat 30 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ash Shaffaat (37) ayat 30 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ash Shaffaat (37) ayat 30 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sekali-kali kami tidak mempunyai kekuasaan terhadap kalian sehingga kami dapat merenggut kebebasan memilih kalian.
Bahkan kalianlah kaum yang keluar dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadap kalian) kami tidak mempunyai kemampuan untuk memaksa kalian mengikuti kami (bahkan kalianlah kaum yang melampaui batas) maksudnya, orang-orang yang sesat seperti kami.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni tidak mempunyai alasan yang membuktikan kebenaran dari apa yang kami serukan kepadamu.

bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
(Ash Shaaffat:30)

Yaitu bahkan sebenarnya pada diri kalian terdapat sikap melampaui batas, karena itulah kalian memenuhi seruan kami dan meninggalkan kebenaran yang didatangkan kepada kalian oleh para nabi, padahal mereka telah mengemukakan alasan-alasan yang membenarkan apa yang disampaikan oleh mereka, tetapi kalian tetap menentang para nabi.

Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 30

THAAGHIIN
طَّٰغِين

Lafaz ini adalah ism fa'il dalam bentuk jamak mudzakkar, mufradnya ialah taaghi artinya ialah orang yang zalim, dan orang yang melampaui batas dalam kejahatan.

Ia disebut enam kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ash Shaffaat (37), ayat 30;
-Shad (38), ayat 55;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 53;
-Ath Thur (52),ayat 32;
-Al Qalam (68), ayat 31;
-An Nabaa (78), ayat 22.

Lafaz ini dihubungkan dengan perkataan qaum yaitu kaum atau golongan.

Asy Syawkani berkata,
"Qaum thaaghun ialah kaum yang melampaui batas dalam kesesatan, kekufuran dan mendustakan rasul Allah."

Begitu juga yang terdapat dalam Tafsir Al Jalalayn yang mengandung arti orang yang sesat.

Sa'id Hawwa menafsirkan lafaz ini pada surah Ath Thur dengan kaum yang melampaui batas dalam kedegilan dan kekufuran, walaupun mereka nampak kebenaran.

Ibn Katsir berkata,
"Mereka adalah kaum yang sesat dan kufur, dan inilah yang membawa mereka ke atas apa yang mereka katakan padamu (Muhammad)," perkataan mereka itu bukanlah kesan dari akal tetapi kesan dari kekufuran dan kezaliman nafsu, dan hasilnya mereka berkata Muhammad menciptakan Al Qur'an dengan sendirinya kemudian menyandarkannya kepada Allah."

Kesimpulannya, lafaz thaaghuun atau thaaghiin membawa arti kaum atau golongan yang berada dalam kesesatan dan kekufuran yang melampau.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:335-336

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An'aam.

Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "AshShaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur'an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni'matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.


Gambar Kutipan Surah Ash Shaffaat Ayat 30 *beta

Surah Ash Shaffaat Ayat 30



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ash Shaffaat

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending