Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 20 [QS. 37:20]

وَ قَالُوۡا یٰوَیۡلَنَا ہٰذَا یَوۡمُ الدِّیۡنِ
Waqaaluuu yaa wailanaa hadzaa yaumuddiin(i);

Dan mereka berkata:
“Aduhai celakalah kita!” Inilah hari pembalasan.
―QS. 37:20
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Keabadian neraka
37:20, 37 20, 37-20, Ash Shaffaat 20, AshShaffaat 20, Al-Shaffat 20, AshShaffat 20, Ash Shafat 20, Ash Shaffat 20

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan Hari Kiamat Ketika mereka melihat azab yang akan menimpa mereka, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah kepada mereka melalui lisan para Rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatan mereka ketika di dunia.
Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para Rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya.
Pada Hari Kiamat mereka menyesali atas perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri.
Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang.
Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain karena mendustakan Hari Kiamat yang benar-benar terjadi.

Pada Hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebaikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.

Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na’im.
Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar.
Firman Allah:

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

(Q.S.
Al Muddassir: 27-28)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik berkata, “Wah, binasalah kita! Inilah hari perhitungan dan pembalasan terhadap semua amal perbuatan.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) yakni orang-orang kafir, (“Aduhai!) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kita”) binasalah kita.
Lafal Al-Wail merupakan bentuk Mashdar yang tidak mempunyai kata kerja dari lafalnya sendiri.
Kemudian para malaikat berkata kepada orang-orang kafir itu.
(Inilah hari pembalasan) hari penghisaban amal perbuatan dan pembalasannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan mereka berkata : Celaka kami, ini adalah hari hisab dan pembalasan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan apa yang diucapkan oleh orang-orang kafir pada hari kiamat nanti, bahwa mereka mencela diri mereka sendiri, dan mengakui bahwa mereka dahulu sewaktu di alam dunia telah berbuat aniaya terhadap diri sendiri.
Apabila mereka menyaksikan kengerian-kengerian di hari kiamat, barulah mereka menyesali perbuatan mereka dahulu dengan penyesalan yang sebesar-besarnya.
Pada saat itu tiada gunanya lagi penyesalan, karena nasi telah menjadi bubur.

Dan mereka berkata, “Aduhai, gelakalah kita!” Inilah hari pembalasan (Ash Shaaffat:20)


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Ash Shaffaat (37) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ash Shaffaat (37) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ash Shaffaat (37) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 182 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.7
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/37-20









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta