QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 18 [QS. 37:18]

قُلۡ نَعَمۡ وَ اَنۡتُمۡ دَاخِرُوۡنَ
Qul na’am wa-antum da-aakhiruun(a);

Katakanlah:
“Ya, dan kamu akan terhina”
―QS. 37:18
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka
37:18, 37 18, 37-18, Ash Shaffaat 18, AshShaffaat 18, Al-Shaffat 18, AshShaffat 18, Ash Shafat 18, Ash Shaffat 18

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Nabi Muhammad ﷺ agar menjawab secara tegas pertanyaan mereka itu, bahwa benar mereka dan nenek moyang mereka akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah.
Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Maha Tinggi.
Sebagaimana Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.
(Q.S. Al Muu’min: 60)

Dan ada ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
(Q.S. An-Naml [27]: 87)

Terjadinya Hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali.
Pada waktu itu mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka, “Ya, kalian semua akan dibangkitkan dalam keadaan hina dan tunduk.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah kepada mereka, “Ya) mereka pasti dibangkitkan hidup kembali (dan kalian akan terhina”) kalian akan menjadi orang-orang yang terhina karenanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) : Benar, kalian pasti akan dibangkitkan dalam keadaan hina dina.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Katakanlah kepada mereka, hai Muhammad, bahwa benar kalian akan dibangkitkan hidup kembali pada hari kiamat sesudah kalian menjadi tanah dan tulang belulang, sedangkan saat itu kalian dalam keadaan terhina di bawah kekuasaan Tuhan Yang Mahabesar.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
(Q.S. An-Naml [27]: 87)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 60)


Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 18

DAAKHIRUUN
دَٰخِرُون

Lafaz ini adalah ism fa’il dari lafaz dakhara maksudnya yang kecil, yang hina, yang rendah orang yang melakukan apa yang diperintahkan, atau enggan se­hingga menjadikannya rendah dan hina.

Lafaz ini disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-An Nahl (16), ayat 48;
-Ash Shaffaat (37), ayat 18;
-An Naml (27), ayat 87;
-Al Mu’min (40), ayat 60.

Mujahid, Qatadah, dan As Suddi berkata,
“Lafaz daakhiruun bermakna shaaghiruun yaitu merendah diri.”

Ibnu Qutaibah juga berpendapat, “Daakhiruun dalam surah Al Nahl bermakna shaaghiruun yaitu yang rendah dan patuh dan ini berkaitan dengan makhluk yang taat dan sujud pada Allah”

Muhammad Ali As Sabuni menafsirkan segala sesuatu seperti gunung-gunung, pohon, batu dan sebagainya tunduk dan patuh pada kekuasaan Allah dan pentadbirannya serta sujud dihadapan Allah dan tidak keluar dari kehendak Nya serta kemauan Nya.

Dalam Tafsir Al Azhar, ia bermakna alam beredar. Segala sesuatu berjalan tidak berhenti semuanya melaksanakan tugas apa yang ditentukan oleh Allah, semua patuh dan sujud tidak menyimpang menurut kemaan sendiri dan tidak ada yang menyombong­kan diri dan membantah apa yang ditentukan oleh Allah.

Dalam surah Al Mu’min menggambarkan ke­adaan orang yang sombong dan angkuh, tidak taat kepada Allah dimana mereka memasuki neraka dalam keadaan hina. Dari semua lafaz daakhiruun atau daakhiriin yang disebut di dalam Al Qur’an mengandung tiga makna dalam dua keadaan.

Pertama, lafaz daakhiruun atau daakhiriin bermaksud patuh dan taat seperti dalam surah al-Nahl. Kepatuhan di sini datang dari seluruh makhluk ciptaannya di langit dan di bumi seperti pentafsiran di atas dan ini ke­ adaan yang pertama.

Kedua, ia bermakna merendahkan diri seperti dalam surah Ash Shaffaat dan An Naml. Ini adalah keadaan yang kedua di mana seluruh makhluk pada hari kiamat nanti kepada Allah dalam keadaan merendahkan diri.

Ketiga, ia bermakna hina atau dalam keadaan hina seperti maksud dari surah Al Mu’min. Ini adalah keadaan yang kedua, menceritakan hinanya orang sombong ketika memasuki neraka karena keangkuhan dan tidak patuh kepada Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:220-221

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 37:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.5
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim