QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 177 [QS. 37:177]

فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِہِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ الۡمُنۡذَرِیۡنَ
Fa-idzaa nazala bisaahatihim fasaa-a shabaahul mundzariin(a);

Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.
―QS. 37:177
Topik ▪ Kelemahan iman bangsa Yahudi
37:177, 37 177, 37-177, Ash Shaffaat 177, AshShaffaat 177, Al-Shaffat 177, AshShaffat 177, Ash Shafat 177, Ash Shaffat 177

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 177

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 177. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah orang-orang kafir itu diancam kekalahan di dunia, supaya mereka beriman, mereka diancam dengan azab akhirat.
Karena keingkaran atau karena tidak percaya adanya azab akhirat itu, mereka menantang Nabi ﷺ agar menyegerakan terjadinya azab akhirat itu waktu di dunia ini juga.
Untuk menjawab tantangan itu, Allah bertanya apakah betul-betul mereka menginginkan azab akhirat itu disegerakan.
Allah menyatakan bahwa bila azab akhirat itu disegerakan dan diturunkan ke halaman rumah mereka, maka malapetaka yang menimpa akan tak terkirakan.
Yaitu datangnya malapetaka itu pada pagi hari, yakni di saat orang-orang yang diancam itu masih ingin menambah tidurnya menjelang matahari terbit, sehingga mereka belum siap menghadapinya.
Hebatnya malapetaka pagi hari dapat diambil contohnya dari serangan Nabi ﷺ terhadap Khaibar di waktu subuh yang mengakibatkan jatuhnya benteng itu:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah pada pagi hari berada di Khaibar.
Ketika mereka(Yahudi penduduk Khaibar) keluar dengan kampak dan tombak mereka, dan melihat pasukan, mereka lari dan berteriak, ‘Muhammad, demi Allah, Muhammad, dan pasukannya!” Nabi berkata, ‘Allah Mahaagung, Khaibar hancur.
Kita bila sampai di halaman mereka, itu adalah subuh yang jelek sekali bagi orang-orang yang diancam itu.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tatakala siksa itu turun di halaman mereka yang luas, maka amat buruklah pagi yang dialami oleh orang-orang yang diberi peringatan berupa siksa itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka.

Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila adzab Kami turun kepada mereka,maka seburuk-buruk waktu pagi adalah waktu pagi bagi mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.
(Q.S. As-Saffat [37]: 177)

Apabila azab diturunkan di tempat mereka, maka seburuk-buruk hari adalah hari turunnya kebinasaan dan kehancuran atas diri mereka.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.
(Q.S. As-Saffat [37]: 177) Yakni betapa buruklah pagi hari yang dialami oleh mereka.

Karena itulah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Ismail ibnu Aliyyah, dari Abdul Aziz ibnu Suhaib, dari Anas r.a.
yang menceritakan bahwa pada pagi hari Rasulullah ﷺ (bersama pasukannya) berada di tanah Khaibar, ketika orang-orang Khaibar keluar (dari benteng mereka) dengan membawa cangkul dan alat pertanian mereka (menuju kebun-kebun mereka) melihat pasukan (kaum muslim) itu, maka mereka kembali masuk ke dalam bentengnya seraya berseru (kepada teman-temannya), “Muhammad, demi Tuhan, datang dengan pasukannya!” Maka Nabi Saw! bersabda:

Allah Mahabesar, hancurlah Khaibar.
Sesungguhnya kami apabila menyerang halaman suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini melalui hadis Malik ibnu Humaid, dari Anas.

Imam Ahmad berkata: Rauh menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, dari Abu Talhah r.a.
Disebutkan bahwa pada pagi hari Rasulullah ﷺ sampai di Khaibar, sedangkan penduduknya telah mengambil peralatan pertanian mereka dan berniat akan berangkat pagi itu menuju lahan dan kebun mereka.
Tetapi manakala mereka melihat Nabi ﷺ (bersama pasukannya), kembalilah mereka ke belakang (masuk ke dalam benteng mereka).
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Allahu Akbar, Allahu Akbar! Sesungguhnya kami apabila turun di halaman suatu kaum maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

Mereka tidak mengetengahkannya melalui jalur ini, tetapi predikatnya sahih dengan syarat syaikhain.


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 177 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 177 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 177 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 37:177
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.8
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta