QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 165 [QS. 37:165]

وَّ اِنَّا لَنَحۡنُ الصَّآفُّوۡنَ
Wa-innaa lanahnush-shaaffuun(a);

dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).
―QS. 37:165
Topik ▪ Malaikat ▪ Sifat-sifat malaikat ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
37:165, 37 165, 37-165, Ash Shaffaat 165, AshShaffaat 165, Al-Shaffat 165, AshShaffat 165, Ash Shafat 165, Ash Shaffat 165

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 165

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 165. Oleh Kementrian Agama RI

Lebih jauh para malaikat itu menjelaskan bahwa mereka dalam menjalankan tugasnya berbaris-baris, yaitu selalu sigap melaksanakan tugasnya dan bekerjasama dalam kesatuan-kesatuan yang kuat.
Dengan berbaris-baris seperti itu maka tugas dilaksanakan mereka dengan penuh semangat, gegap-gempita, dan sempurna, sehingga pelaksanaan tugas itu sukses secara maksimal tanpa ada yang kurang atau yang lebih.
Pelaksanaan tugas secara serius itu memberikan petunjuk bahwa mereka sangat patuh kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya.
Kepatuhan dan keseriusan malaikat menjalankan tugasnya itu perlu ditiru oleh kaum muslimin.
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Jabir bin Samurah, ia mengatakan: Dari Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah suatu ketika keluar menemui kami sedang kami berada di dalam masjid, lalu beliau bersabda, ‘Mengapa kalian tidak berbaris seperti malaikat berbaris di sisi Tuhannya?
Lalu kami bertanya, ‘Ya, Rasulullah, bagaimana caranya malaikat-malaikat itu berbaris di sisi Tuhannya?
Rasulullah bersabda, ‘Mereka mengisi sampai penuh barisan pertama dan merapatkannya.”
(Riwayat Muslim)

Karena terinspirasi oleh ayat itu, Khalifah Umar bin Khaththab mengatur saf-saf sebelum mengimami salat.
Dilaporkan oleh Abu Nadhrah: Umar r.a.
ketika iqamat dilantunkan, ia menghadap kepada jamaah dan berkata, “Atur saf-saf kalian, luruskan barisan kalian! Allah Ta’ala ingin kalian mengikuti perilaku malaikat.” Kemudian ia membaca ayat: wa inna lanahnu ash-shaffun “Hai Fulan mundur, hai Fulan maju!” Setelah itu ia maju ke depan dan membaca takbir (mengimami salat).
(Riwayat Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya kami berbaris dalam posisi selalu menyembah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf) artinya meluruskan telapak kaki kami dalam salat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya kami berdiri berbaris dalam beribadah kepada Allah dan menaati-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni berdiri bersaf-saf dalam menunaikan perintah Allah, seperti pengertian yang telah dijelaskan di dalam firman-Nya:

Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya.
(Ash Shaaffat:1)

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Al-Walid ibnu Abdullah ibnu Abu Mugis yang mengatakan bahwa pada mulanya mereka tidak bersaf dalam mengerjakan salat, hingga turunlah firman-Nya: dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah).
(Ash Shaaffat:165) lalu mereka pun membentuk saf-saf.

Abu Nadrah mengatakan bahwa dahulu Khalifah Umar r.a.
apabila iqamah telah dikumandangkan, maka ia terlebih dahulu menghadapkan wajahnya kepada para makmum.
Kemudian mereka berkata.” Luruskanlah saf-saf kalian dan sejajarkanlah berdiri kalian, Allah menghendaki untuk kalian sikap yang dilakukan oleh para malaikat.” Kemudian Khalifah Umar membaca firman-Nya: dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah).
(Ash Shaaffat:165) Mundurlah engkau, hai Fulan.
Dan majulah kamu, hai Fulan!” Kemudian Umar maju ke muka, lalu bertakbir.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Muzaifah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Kami diberi keutamaan di atas umat (lainnya) dengan tiga perkara, saf-saf kami dijadikan seperti saf-saf para malaikat, dan bumi ini dijadikan bagi kami masjid (tempat bersujud), dan tanahnya suci lagi menyucikan.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 165

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Yazid bin Abi Malik.
Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij, bahwa kaum Muslimin kerap kali shalat (bermakmum) dengan tidak teratur shafnya.
Setelah turun ayat ini (Ash-Shaaffaat: 165) Rasulullah memerintahkan agar bershaf (berbaris) teratur di waktu shalat.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 165 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 165 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 165 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.8
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/37-165









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta