Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 163 [QS. 37:163]

اِلَّا مَنۡ ہُوَ صَالِ الۡجَحِیۡمِ
Ilaa man huwa shaalil jahiim(i);

kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.
―QS. 37:163
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Sifat iblis dan pembantunya
37:163, 37 163, 37-163, Ash Shaffaat 163, AshShaffaat 163, Al-Shaffat 163, AshShaffat 163, Ash Shafat 163, Ash Shaffat 163

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 163

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 163. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini Allah menegaskan bahwa kaum kafir Mekah itu bersama sembahan-sembahan mereka, yaitu patung-patung dan berhala-berhala itu, tidak akan bisa mempengaruhi dan menyesatkan mereka yang beriman.
Hal itu karena dasar iman mereka mempertuhankan patung-patung itu tidak ada.
Begitu juga menyatakan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.
Dasar suatu keimanan adalah wahyu, sedangkan Allah tidak pernah menurunkan wahyu tentang benarnya penyembahan berhala dan tentang malaikat sebagai putrinya.
Di samping itu mereka yang beriman kepada Allah, iman mereka kuat sehingga tidak akan terpengaruh oleh akidah mereka yang keliru.
Bila ada yang terpengaruh, maka mereka adalah calon-calon penghuni neraka juga, yaitu orang-orang yang lemah imannya.
Mereka nanti akan dimasukkan ke dalam neraka Jahim bersama orang-orang yang mempengaruhinya

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya kalian, orang-orang kafir dan sembahan kalian selain Allah, dengan sikap seperti itu tidak akan dapat menyesatkan seseorang dengan rayuan dan godaan kecuali orang telah ditentukan oleh Allah termasuk penghuni neraka dan akan merasakan panasnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala-nyala) menurut ilmu Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kecuali siapa yang telah Allah takdirkan untuk masuk ke dalam api neraka Jahim, karena kekufuran dan kezhalimannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ditujukan kepada orang-orang musyrik:

Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala (Ash-Shaffat: 161 -163)

Yakni sesungguhnya yang menuruti pendapat kalian dan kesesatan serta penyembahan batil yang dilakukan oleh kalian hanyalah orang yang lebih sesat daripada kalian, yaitu mereka yang diciptakan untuk menjadi penghuni neraka.

mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk me­mahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(Al-A’raf: 179)

Inilah predikat manusia yang mengikuti agama kemusyrikan, kesesatan, dan kekufuran.
Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, dipalingkan darinya (Rasul dan Al-Qur’an) orang yang dipalingkan.
(Az-Zariyat: 8-9)

Yakni sesungguhnya orang yang sesat karenanya hanyalah orang yang ditakdirkan sesat dan batil.


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Ash Shaffaat (37) ayat 163 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ash Shaffaat (37) ayat 163 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ash Shaffaat (37) ayat 163 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 182 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/37-163









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta