QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 11 [QS. 37:11]

فَاسۡتَفۡتِہِمۡ اَہُمۡ اَشَدُّ خَلۡقًا اَمۡ مَّنۡ خَلَقۡنَا ؕ اِنَّا خَلَقۡنٰہُمۡ مِّنۡ طِیۡنٍ لَّازِبٍ
Faastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnaa innaa khalaqnaahum min thiinin laazibin;

Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah):
“Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?”
Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
―QS. 37:11
Topik ▪ Tahap dalam pembentukan janin
37:11, 37 11, 37-11, Ash Shaffaat 11, AshShaffaat 11, Al-Shaffat 11, AshShaffat 11, Ash Shafat 11, Ash Shaffat 11

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan Nabi Muhammad menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi, dan segala isinya, yang wujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam.
Allah memerintahkan rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka, dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap keras kepala mereka.
Sebenarnya, mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia.
Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu.
Firman Allah:

Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)?
Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

(Q.S. Yasin [36]: 81)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 57)

Untuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat.
Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang mahabesar ini.
Bilamana Allah kuasa menciptakan alam ini, tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada hari Kiamat.
Rasulullah kemudian diperingatkan Allah agar jangan terlalu mengharapkan berimannya mereka yang keras kepala.
Tidak ada manfaat bagi mereka segala keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik.
Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul, sehingga Rasulullah sendiri merasa heran.
Sesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu.
Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur.
Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya.
Mereka memperolok-olokkan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini hari kebangkitan itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka tanyakanlah, hai Muhammad, orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan menafikan terjadinya, apakah mereka yang lebih sulit kejadiannya ataukah ciptaan Kami yang berupa langit, bumi, planet-planet dan sebagainya.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah yang menempel satu dengan lainnya.
Lalu mengapa mereka menafikan kemungkinan mereka dibangkitkan kembali?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah, kalimat ayat ini mengandung makna Taqrir atau Taubikh, yakni mengandung nada menetapkan atau celaan, (“Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah yang telah Kami ciptakan itu?”) yakni para malaikat, langit, bumi dan semua apa yang ada di antara keduanya.

Didatangkannya lafal Man mengandung pengertian memprioritaskan makhluk yang berakal.

(Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka) asal mereka, yaitu Nabi Adam (dan tanah liat) tanah yang melekat di tangan bilamana dipegang.

Maksudnya, kejadian mereka adalah dari sesuatu yang lemah, karena itu janganlah mereka bersikap takabur dan sombong, yakni mengingkari Nabi ﷺ dan Alquran, yang hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang kebinasaan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tanyakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan : Apakah mereka itu lebih kuat daripada makhluk-makhluk-Ku yang lainnya?? Sesungguhnya Kami menciptakan bapak mereka Adam dari tanah basah, sebagian lengket dnegan sebagian yang lain.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Tanyakanlah kepada orang-orang yang ingkar kepada hari berbangkit itu, manakah yang lebih kuat kejadiannya, apakah diri mereka ataukah langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada pada keduanya, termasuk para malaikat, setan-setan, dan makhluk-makhluk yang besar-besar?”

Ibnu Mas’ud r.a.
membacanya dengan bacaan am man adadna, karena sesungguhnya mereka mengakui bahwa semuanya itu lebih kuat dan lebih kokoh kejadiannya dari pada diri mereka.
Apabila kenyataannya memang demikian, lalu mengapa mereka mengingkari adanya hari berbangkit?
Padahal mereka menyaksikan hal-hal lainnya yang lebih besar daripada apa yang diingkari oleh mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar, daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 57)

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa mereka diciptakan dari sesuatu yang lemah.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat.
(Q.S. As-Saffat [37]: 11)

Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, dan Ad-Dahhak mengatakan, bahwa lazib ialah tanah liat yang bermutu baik yang sebagiannya dapat disatukan dengan sebagian yang lain.

Ibnu Abbas r.a.
dan, Ikrimah mengatakan bahwa lazib adalah tanah liat yang bermutu baik lagi licin.

Qatadah mengatakan bahwa lazib ialah tanah liat yang menempef di tangan bila dipegang.


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 37:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.4
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ tafsir qs 37:125

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta