Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 104 [QS. 37:104]

وَ نَادَیۡنٰہُ اَنۡ یّٰۤاِبۡرٰہِیۡمُ
Wanaadainaahu an yaa ibraahiim(u);

Dan Kami panggillah dia:
“Hai Ibrahim,
―QS. 37:104
Topik ▪ Pahala Iman
37:104, 37 104, 37-104, Ash Shaffaat 104, AshShaffaat 104, Al-Shaffat 104, AshShaffat 104, Ash Shafat 104, Ash Shaffat 104

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 104

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 104. Oleh Kementrian Agama RI

Tatkala keduanya sudah pasrah kepada Tuhan dan tunduk atas segala kehendak-Nya, kemudian Ismail berlutut dan menelungkupkan mukanya ke tanah sehingga Ibrahim tidak melihat lagi wajah anaknya itu.
Ismail sengaja melakukan hal itu agar ayahnya tidak melihat wajahnya.
Dengan demikian Nabi Ibrahim bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Nabi Ibrahim mulai menghunus pisaunya untuk menyembelihnya.
Pada waktu itu, datanglah suara malaikat dari belakangnya, yang diutus kepada Ibrahim, mengatakan bahwa tujuan perintah Allah melalui mimpi itu sudah terlaksana dengan ditelungkupkannya Ismail untuk disembelih.
Tindakan Ibrahim itu merupakan ketaatan yang tulus ikhlas kepada perintah dan ketentuan Allah.
Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, maka keduanya bergembira dan mengucapkan syukur kepada Allah yang menganugerahkan kenikmatan dan kekuatan jiwa untuk menghadapi ujian yang berat itu.
Kepada keduanya Allah memberikan pahala dan ganjaran yang setimpal karena telah menunjukkan ketaatan yang tulus ikhlas.
Mereka dapat mengatasi perasaan kebapakan semata-mata untuk menjunjung perintah Allah.

Menurut riwayat A.hmad dari Ibnu ‘Abbas, tatkala Ibrahim diperintahkan untuk melakukan ibadah sa’i, datanglah setan menggoda.
Setan mencoba berlomba dengannya, tetapi Ibrahim berhasil mendahuluinya sampai ke Jumrah Aqabah.
Setan menggodanya lagi, tetapi Ibrahim melemparinya dengan batu tujuh kali hingga dia lari.
Pada waktu jumratul wustha datang lagi setan menggodanya, tetapi dilempari oleh Ibrahim tujuh kali.
Kemudian Ibrahim menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih.
Ismail waktu itu sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih.
Dia berkata kepada bapaknya, “Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku ini, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku dapat mengafaniku.” Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakang menyerunya, “Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu.” Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor domba putih ada di hadapannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah mengetahui kebenaran Ibrahim dan anaknya dalam melaksanakan cobaan tersebut.
Kemudian Allah memanggilnya dengan panggilan kekasih, “Wahai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah memenuhi panggilan wahyu melalui mimpi dengan tenang, dan engkau tidak ragu-ragu dalam melaksanakannya.
Cukuplah bagimu itu semua.
Sesungguhnya Kami akan meringankan cobaan Kami untukmu sebagai balasan atas kebaikanmu, seperti halnya Kami membalas orang-orang yang berbuat baik karena kebaikan mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami panggil dia, “Hai Ibrahim!)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami memanggil Ibrahim dalam keadaan yang sangat sulit tersebut : Wahai Ibrahim, kamu telah melakukan apa yang Aku perintahkan kepadamu

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami panggillah dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu!” (Ash Shaaffat:104-105)

Yakni sesungguhnya engkau telah mengerjakan apa yang telah dilihat dalam mimpimu itu hanya dengan membaringkan putramu untuk disembelih.

As-Saddi dan lain-lainnya menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sempat menggorokkan pisaunya, tetapi tidak dapat memotong sesuatu pun, bahkan dihalang-halangi antara pisau dan leher Nabi Ismail oleh lempengan tembaga.
Lalu saat itu juga Ibrahim ‘alaihis salam diseru: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu.
(Ash Shaaffat:105)


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Ash Shaffaat (37) ayat 104 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ash Shaffaat (37) ayat 104 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ash Shaffaat (37) ayat 104 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 182 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah37
Nama SurahAsh Shaffaat
Arabالصافات
ArtiBarisan-barisan
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu56
JuzJuz 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat182
Jumlah kata866
Jumlah huruf3903
Surah sebelumnyaSurah Ya Sin
Surah selanjutnyaSurah Sad
4.7
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/37-104







Pembahasan ▪ ayat Al Quran 104-107

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta