Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) - surah 37 ayat 103 [QS. 37:103]

فَلَمَّاۤ اَسۡلَمَا وَ تَلَّہٗ لِلۡجَبِیۡنِ
Falammaa aslamaa watallahu liljabiin(i);
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
―QS. Ash Shaffaat [37]: 103

Daftar isi

And when they had both submitted and he put him down upon his forehead,
― Chapter 37. Surah Ash Shaffaat [verse 103]

فَلَمَّآ maka tatkala

Then when
أَسْلَمَا keduanya berserah diri

both of them had submitted
وَتَلَّهُۥ dan dia membaringkannya

and he put him down
لِلْجَبِينِ untuk/di atas kening

upon his forehead,

Tafsir Quran

Surah Ash Shaffaat
37:103

Tafsir QS. As-Saffat (37) : 103. Oleh Kementrian Agama RI

Tatkala keduanya sudah pasrah kepada Tuhan dan tunduk atas segala kehendak-Nya, kemudian Ismail berlutut dan menelungkupkan mukanya ke tanah sehingga Ibrahim tidak melihat lagi wajah anaknya itu.
Ismail sengaja melakukan hal itu agar ayahnya tidak melihat wajahnya.

Dengan demikian Nabi Ibrahim bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Nabi Ibrahim mulai menghunus pisaunya untuk menyembelihnya.

Pada waktu itu, datanglah suara malaikat dari belakangnya, yang diutus kepada Ibrahim, mengatakan bahwa tujuan perintah Allah melalui mimpi itu sudah terlaksana dengan ditelungkupkannya Ismail untuk disembelih.
Tindakan Ibrahim itu merupakan ketaatan yang tulus ikhlas kepada perintah dan ketentuan Allah.

Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, maka keduanya bergembira dan mengucapkan syukur kepada Allah yang menganugerahkan kenikmatan dan kekuatan jiwa untuk menghadapi ujian yang berat itu.
Kepada keduanya Allah memberikan pahala dan ganjaran yang setimpal karena telah menunjukkan ketaatan yang tulus ikhlas.

Mereka dapat mengatasi perasaan kebapakan semata-mata untuk menjunjung perintah Allah.

Menurut riwayat A.
hmad dari Ibnu ‘Abbas, tatkala Ibrahim diperintahkan untuk melakukan ibadah sa’i, datanglah setan menggoda.
Setan mencoba berlomba dengannya, tetapi Ibrahim berhasil mendahuluinya sampai ke Jumrah Aqabah.

Setan menggodanya lagi, tetapi Ibrahim melemparinya dengan batu tujuh kali hingga dia lari.
Pada waktu jumratul wustha datang lagi setan menggodanya, tetapi dilempari oleh Ibrahim tujuh kali.
Kemudian Ibrahim menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih.
Ismail waktu itu sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih.
Dia berkata kepada bapaknya,
"Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku ini, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku dapat mengafaniku."
Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakang menyerunya,
"Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu."
Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor domba putih ada di hadapannya.

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 103. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tatkala sang bapak dan anak pasrah kepada ketentuan Allah, Ibrahim pun membawa anaknya ke suatu tumpukan pasir.
Kemudian Ibrahim membaringkannya dengan posisi pelipis di atas tanah sehingga siap disembelih.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Manakala keduanya berserah diri kepada perintah Allah dan tunduk kepadanya, Ibrahim memiringkan anaknya di atas tanah untuk menyembelihnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tatkala keduanya telah berserah diri) artinya, tunduk dan patuh kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala


(dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya) Nabi Ismail dibaringkan pada salah satu pelipisnya, setiap manusia memiliki dua pelipis dan di antara keduanya terdapat jidat.
Kejadian ini di Mina, kemudian Nabi Ibrahim menggorokkan pisau besarnya ke leher Nabi Ismail, akan tetapi berkat kekuasaan Allah pisau itu tidak mempan sedikit pun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
(QS. As-Saffat [37]: 103)

Setelah keduanya mengucapkan persaksian dan menyebut nama Allah untuk melakukan penyembelihan itu, yakni persaksian (tasyahhud) untuk mati.
Menurut pendapat yang lain, aslama artinya berserah diri dan patuh.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala sebagai rasa taat keduanya kepada Allah, dan bagi Ismail sekaligus berbakti kepada ayahnya.
Demikianlah menurut pendapat Mujahid, Ikrimah, Qatadah, As-Saddi, Ibnu Ishaq, dan lain-lainnya.

Makna tallahu lil jabin ialah merebahkannya dengan wajah yang tengkurap dengan tujuan penyembelihan akan dilakukan dari tengkuknya dan agar Ibrahim tidak melihat wajahnya saat menyembelihnya, karena cara ini lebih meringankan bebannya.


Ibnu Abbas r.a., Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya).
(QS. As-Saffat [37]: 103)
Yakni menengkurapkan wajahnya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraih dan Yunus.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Abu Asim Al-Ganawi, dari Abut Tufail, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika Ibrahimalaihis salam diperintahkan untuk mengerjakan manasik, setan menghadangnya di tempat sa’i, lalu setan menyusulnya, maka Ibrahim menyusulnya.
Kemudian Jibrilalaihis salam membawa Ibrahim ke jumrah ‘aqabah, dan setan kembali menghadangnya, maka Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil hingga setan itu pergi.
Kemudian setan menghadangnya lagi di jumrah wusta, maka Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil.
Kemudian Ibrahim merebahkan Ismail pada keningnya, saat itu Ismail mengenakan kain gamis putih, lalu Ismail berkata kepada ayahnya,
"Hai Ayah, sesungguhnya aku tidak mempunyai pakaian untuk kain kafanku selain dari yang kukenakan ini, maka lepaskanlah kain ini agar engkau dapat mengafaniku dengannya."
Maka Ibrahim bermaksud menanggalkan baju gamis putranya itu.
Tetapi tiba-tiba ada suara yang menyerunya dari arah belakang:
Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu.
(QS. As-Saffat [37]: 104-105), Maka Ibrahim menoleh ke belakang, tiba-tiba ia melihat seekor kambing gibasy putih yang bertanduk lagi gemuk.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa sesungguhnya sampai sekarang kami masih terus mencari kambing gibasy jenis itu.
Hisyam menyebutkan hadis ini dengan panjang lebar di dalam Kitabul Manasik.

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya pula dengan panjang lebar dari Yunus, dari Hammad ibnu Salamah, dari Ata ibnus Sa’ib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas.
Hanya dalam riwayat ini disebutkan Ishaq.
Menurut riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. tentang nama anak yang disembelih, ada dua riwayat.
Tetapi riwayat yang terkuat adalah yang menyebutnya Ismail, karena alasan yang akan kami sebutkan, insya Allah.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Al-Hasan ibnu Dinar, dari Qatadah, dari Ja’far ibnu Iyas, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
(QS. As-Saffat [37]: 107)
Bahwa dikeluarkan untuknya seekor kambing gibasy dari surga yang telah digembalakan sebelum itu selama empat puluh musim gugur (tahun).
Maka Ibrahim melepaskan putranya dan mengejar kambing gibasy itu.
Kambing gibasy itu membawa Ibrahim ke jumrah ula, lalu Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil.
Dan kambing itu luput darinya, lalu lari ke jumrah wusta dan Ibrahim mengeluarkannya dari jumrah itu dengan melemparinya dengan tujuh buah batu kerikil.
Kambing itu lari dan ditemuinya ada di jumrah kubra, maka ia melemparinya dengan tujuh buah batu kerikil.
Pada saat itulah kambing itu keluar dari jumrah, dan Ibrahim menangkapnya, lalu membawanya ke tempat penyembelihan di Mina dan menyembelihnya.

Ibnu Abbas melanjutkan,
"Demi Tuhan yang jiwa Ibnu Abbas berada di tangan kekuasaan-Nya, sesungguhnya sembelihan itu merupakan kurban yang pertama dalam Islam, dan sesungguhnya kepala kambing itu benar-benar digantungkan dengan kedua tanduknya di talang Ka’bah hingga kering."

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim yang mengatakan bahwa Abu Hurairah r.a. berkumpul bersama Ka’b, lalu Abu Hurairah menceritakan hadis dari Nabi ﷺ, sedangkan Ka’b menceritakan tentang kisah-kisah dari kitabkitab terdahulu.
Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya masing-masing Nabi mempunyai doa yang mustajab, dan sesungguhnya aku menyimpan doaku sebagai syafaat buat umatku kelak di hari kiamat.

Maka Ka’b bertanya kepadanya,
"Apakah engkau mendengar ini dari Rasulullah ﷺ?"
Abu Hurairah menjawab,
"Ya."
Ka’b berkata,
"Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, atau semoga ayah dan ibuku menjadi tebusannya, maukah kuceritakan kepadamu tentang perihal Ibrahimalaihis salam?"
Ka’b melanjutkan perkataannya, bahwa sesungguhnya ketika Ibrahim bermimpi menyembelih putranya Ishaq, setan berkata."Sesungguhnya jika tidak kugoda mereka saat ini, berarti aku tidak dapat menggoda mereka selamanya."

Ibrahimalaihis salam berangkat bersama anaknya dengan tujuan akan menyembelihnya, maka setan pergi dan masuk menemui Sarah, lalu berkata,
"Ke manakah Ibrahim pergi bersama anakmu?"
Sarah menjawab,
"Ia pergi membawanya untuk suatu keperluan."
Setan berkata,
"Sesungguhnya Ibrahim pergi bukan untuk suatu keperluan, melainkan ia pergi untuk menyembelih anaknya."
Sarah bertanya,
"Mengapa dia menyembelih anaknya?"
Setan berkata,
"Ibrahim mengira bahwa Tuhannya telah memerintahkan kepadanya hal tersebut."
Sarah menjawab,
"Sesungguhnya lebih baik baginya bila menaati Tuhannya."

Lalu setan pergi menyusul keduanya.
Setan berkata kepada anak Ibrahim,
"Ke manakah ayahmu membawamu pergi?"
Ia menjawab,"
Untuk suatu keperluan."
Setan berkata,
"Sesungguhnya dia pergi bukan untuk suatu keperluan, tetapi ia pergi untuk tujuan akan menyembelihmu."
Ia bertanya,
"Mengapa ayahku akan menyembelihku?"
Setan menjawab,
"Sesungguhnya dia mengira bahwa Tuhannya telah memerintahkan hal itu kepadanya."
Ia berkata,
"Demi Allah, sekiranya Allah yang memerintahkannya, benar-benar dia akan mengerjakannya."

Setan putus asa untuk dapat menggodanya, maka ia meninggalkannya dan pergi kepada Ibrahimalaihis salam, lalu bertanya,
"Ke manakah kamu akan pergi dengan anakmu ini ?"
Ibrahim menjawab,
"Untuk suatu keperluan."
Setan berkata,
"Sesungguhnya engkau membawanya pergi bukan untuk suatu keperluan, melainkan engkau membawanya pergi dengan tujuan akan menyembelihnya."
Ibrahim bertanya,
"Mengapa aku harus menyembelihnya ?"
Setan berkata,
"Engkau mengira bahwa Tuhanmu lah yang memerintahkan hal itu kepadamu."
Ibrahim berkata,
"Demi Allah, jika Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hal itu kepadaku, maka aku benar-benar akan melakukannya."
Setan putus asa untuk menghalang-halanginya, lalu ia pergi meninggalkannya.

Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Yunus, dari Ibnu Wahb, dari Yunus ibnu Yazid, dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa sesungguhnya Amr ibnu Abu Sufyan ibnu Usaid ibnu Jariyah As- Saqafi pernah menceritakan kepadanya bahwa Ka’b pernah berkata kepada Abu Hurairah, lalu disebutkan hal yang semisal dengan panjang lebar.
Dan di penghujung kisahnya disebutkan bahwa lalu Allah menurunkan wahyu kepada Ishaq, bahwa sesungguhnya Aku memberimu suatu doa yang Kuperkenankan bagimu.
Maka Ishaq berdoa,
"Ya Allah, sesungguhnya aku berdoa kepada-Mu, semoga Engkau memperkenankannya.
Semoga siapa pun di antara hamba-Mu yang bersua dengan-Mu, baik dari kalangan orang terdahulu maupun dari kalangan orang yang terkemudian, dalam keadaan tidak mempersekutukan-Mu dengan sesuatu pun, semoga Engkau memasukkannya ke dalam surga."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Wazir Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
"Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menyuruhku untuk memilih, apakah separo dari umatku mendapat ampunan ataukah doa permohonan syafaatku diterima.
Maka aku memilih syafaatku diterima dengan harapan semoga sejumlah besar dari umatku diampuni dosa-dosanya.
Seandainya tidak ada hamba saleh yang mendahuluiku, tentulah aku menyegerakan doaku itu.
Sesungguhnya ketika Allah subhanahu wa ta’ala membebaskan Ishaq dari musibah penyembelihan, dikatakan kepadanya,
"Hai Ishaq, mintalah, niscaya kamu diberi."
Ishaq berkata,
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh aku akan menyegerakan doaku ini sebelum setan menggodaku.
Ya Allah, barang siapa yang mati dalam keadaan tidak mempersekutukan-Mu dengan sesuatu pun, berilah dia ampunan dan masukkanlah ke dalam surga."

Hadis ini garib lagi munkar, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam daif hadisnya, dan saya merasa khawatir bila di dalam hadis ini terdapat tambahan yang disisipkan, yaitu ucapan,
"Sesungguhnya setelah Allah subhanahu wa ta’ala membebaskan Ishaq dari musibah penyembelihan,"
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Jika hal ini terpelihara, maka yang lebih mirip kepada kebenaran dia tiada lain adalah Ismail.
Dan sesungguhnya mereka (Ahli Kitab) telah mengubahnya dengan Ishaq karena dengki dan iri terhadap bangsa Arab, seperti alasan yang telah dikemukakan di atas.

Lagi pula mengingat manasik dan penyembelihan kurban itu tempatnya tiada lain di Mina, yaitu bagian dari kawasan tanah Mekah, adalah tempat Ismail berada, bukan Ishaq.
Karena sesungguhnya Ishaq berada di tanah Kan’an, bagian dari negeri Syam.

Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 103

JABIIN
جَبِين

Arti lafaz jabiin ialah bahagian wajah yang berada di sebelah kanan dan kiri dahi, setiap wajah mempunyai dua jabiin dan di antara dua jabiin ada dahi.
Dalam bahasa Melayu disebut dengan pelipis.

Kata jabiin hanya disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ash• Shaffaat (37), ayat 103.

Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang tingginya ke patuhan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam mentaati perintah Allah.
Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih puteranya Nabi Ismail, beliau patuh dan hendak melaksanakannya.
Begitu juga dengan Nabi Ismail, ketika ayahnya memberitahu beliau mendapat perintah dari pada Allah supaya menyembelihnya, Nabi Ismail pun menerima dan mematuhinya.
Nabi Ibrahim membaringkan anaknya dalam keadaan miring sehingga pelipisnya terkena tanah dan ketika beliau hendak menyembelih anaknya, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan kibas.
Allah menegaskan, dia memberi pahala kepada orang yang bertakwa hingga mematuhi apa pun yang di perintahkan Nya seperti kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.

Ada juga yang mengartikan jabiin dengan makna yang lain.

Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jabir, Ad Dahhak dan Qatadah berpendapat, jabiin adalah satu ungkapan yang berarti menundukkan wajah sehingga ketika Nabi Ismail hendak disembelih wajahnya berada dalam keadaan tertunduk dan menghadap ke tanah, dan Nabi Ibrahim menyembelih puteranya dari arah leher belakang.
Beliau melakukan hal ini supaya wajah putaranya tidak dilihat ketika disembelih.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:131

Unsur Pokok Surah Ash Shaffaat (الصافات)

Surat As-Saffat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al-An’am.

Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "AshShaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan.
Hal ini hendaklah menjadi iktibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalildalil tentang ke-Esaan Allah.
▪ Adanya hari berbangkit.
▪ Adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat.
Malaikatmalaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam.
▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam.
▪ Kisah Ismail `alaihis salam.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam.
▪ Kisah Luth `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Sikap orang-orang kafir terhadap Alquran.
▪ Tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat.
▪ Kenikmatan di surga.
▪ Tentang pohon zaqqum.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah beranak.
▪ Seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio Murottal

QS. Ash-Shaffaat (37) : 1-182 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 182 + Terjemahan Indonesia



QS. Ash-Shaffaat (37) : 1-182 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 182

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaffaat ayat 103 - Gambar 1 Surah Ash Shaffaat ayat 103 - Gambar 2
Statistik QS. 37:103
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, “Yang Bersaf-Saf”) adalah surah ke-37 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An’am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

37:103, 37 103, 37-103, Surah Ash Shaffaat 103, Tafsir surat AshShaffaat 103, Quran Al-Shaffat 103, AshShaffat 103, Ash Shafat 103, Ash Shaffat 103, Surah Ash Shaffat ayat 103

Video Surah

37:103


More Videos

Kandungan Surah Ash Shaffaat

۞ QS. 37:1 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:2 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:3 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:4 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 37:5 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:7 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 37:8 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:9 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:10 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 37:12 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:15 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 37:16 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:17 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:18 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:19 • Peniupan sangkakala • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 37:20 • Nama-nama hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:21 • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:22 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Setiap umat mengikuti apa yang telah mereka sembah

۞ QS. 37:23 • Keadaan orang kafir saat menyeberang • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 37:24 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:25 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:26 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 37:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:29 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:30 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 37:31 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 37:32 • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 37:33 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 37:34 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:35 Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:37 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 37:38 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:39 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 37:40 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman

۞ QS. 37:41 • Pahala iman • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 37:42 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 37:43 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:44 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:45 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:46 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:47 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 37:48 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 37:49 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 37:50 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:51 • Percakapan para ahli surga • Jin yang berteman dengan manusia

۞ QS. 37:52 • Mengingkari hari kebangkitan • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:53 • Mengingkari hari kebangkitan • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:54 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:55 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:56 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:57 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:58 • Keabadian surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:59 • Keabadian surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:60 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 37:61 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 37:62 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:63 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 37:64 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:65 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:66 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:67 • Sifat neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 37:68 • Memasuki neraka

۞ QS. 37:71 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:73 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:74 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 37:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:77 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 37:82 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:84 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:86 • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:87 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:91 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:92 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:93 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:95 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:98 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:99 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 37:104 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 37:105 • Pahala iman

۞ QS. 37:110 • Pahala iman

۞ QS. 37:115 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:116 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:121 • Pahala iman

۞ QS. 37:125 • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:126 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 37:127 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:128 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 37:131 • Pahala iman

۞ QS. 37:134 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:135 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:136 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:138 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:146 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 37:148 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 37:149 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:150 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:151 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:152 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:153 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:154 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 37:156 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:157 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:158 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 37:159 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 37:160 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 37:161 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 37:162 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 37:163 • Nama-nama neraka

۞ QS. 37:164 • Kewajiban beriman kepada malaikat • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 37:165 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:166 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 37:167 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:168 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:169 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:170 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 37:171 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:172 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman

۞ QS. 37:173 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 37:174 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:175 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:176 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 37:177 • Azab orang kafir

۞ QS. 37:178 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:179 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 37:180 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 37:181 • Pahala iman

۞ QS. 37:182 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Barang siapa yang mengerjakan kejahatan (keburukan),
niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu
dan ia tidak mendapat pelindung & tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
QS. An-Nisa’ [4]: 123

dan kerjakanlah amalan yang saleh.
Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Saba’ [34]: 11

Peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu,
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras,
dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
QS. At-Tahrim [66]: 6

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

takwil

Apa itu takwil? Derivasi kata ta’wil berasal dari kata “awwal” yang berarti al-marja, yang berarti tempat kembali. Menurut Thameem Ushama, dengan mengutip dari pendapat al-Suyuthi, m...

Pertempuran Uhud

Apa itu Pertempuran Uhud? Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M . Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih se...

Qatadah bin Da'amah

Siapa itu Qatadah bin Da’amah? Qatadah bin Da’amah as-Sadūsī, Abū ʾl-Khattāb, ‏قتادة بن دعامة السدوسي، أبو الخطاب ‎ , adalah seorang perawi hadis dari...