QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 4 [QS. 61:4]

اِنَّ اللّٰہَ یُحِبُّ الَّذِیۡنَ یُقَاتِلُوۡنَ فِیۡ سَبِیۡلِہٖ صَفًّا کَاَنَّہُمۡ بُنۡیَانٌ مَّرۡصُوۡصٌ
Innallaha yuhibbul-ladziina yuqaatiluuna fii sabiilihi shaffan kaannahum bunyaanun marshuushun;

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
―QS. 61:4
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
61:4, 61 4, 61-4, Ash Shaff 4, AshShaff 4, AshShaff 4, As-Saff 4, As Saff 4

Tafsir surah Ash Shaff (61) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah memuji orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur dan persatuan yang kokoh.
Allah menyukai kaum Muslimin yang demikian.
Tidak ada celah-celah perpecahan, walau yang kecil sekali pun, seperti tembok yang kokoh yang tersusun rapat dari batu-batu beton.
Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin agar mereka menjaga persatuan yang kuat dan persatuan yang kokoh, mempunyai semangat yang tinggi, suka berjuang, dan berkorban.
Membentuk dan menjaga persatuan serta kesatuan di kalangan kaum Muslimin berarti menyingkirkan segala sesuatu yang mungkin menimbulkan perpecahan, seperti perbedaan pendapat tentang sesuatu yang sepele dan tidak penting, sifat mementingkan diri sendiri, membangga-banggakan suku dan keturunan, mementingkan golongan, tidak berperikemanusiaan, dan sebagainya.
Oleh karena itulah, dalam membina persatuan dan kesatuan, Allah memperingatkan dan memerintahkan kaum Muslimin menjaga dan mengatur saf (barisan) dalam salat dengan rapi, bahu-membahu, tidak ada satu pun tempat yang kosong.
Tempat yang kosong akan diisi oleh setan, sedangkan setan adalah musuh manusia.
Tidak baik jika seseorang salat sendirian di belakang saf, kecuali dengan menarik ke belakang seorang yang berada dalam saf yang di depannya.
Mengatur barisan dalam salat merupakan latihan mengatur barisan dalam berjihad di jalan Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang untuk menegakkan agama Allah dalam keadaan bersatu seperti bangunan yang kokoh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Allah menyukai) artinya selalu menolong dan memuliakan (orang-orang yang berperang di jalannya dalam barisan yang teratur) lafal shaffan merupakan hal atau kata keterangan keadaan, yakni dalam keadaan berbaris rapi (seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh) yakni sebagian di antara mereka menempel rapat dengan sebagian yang lain lagi kokoh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Untuk itulah maka disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4)

Hal ini merupakan pemberitaan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menyatakan kecintaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Apabila mereka berbaris dengan teratur menghadapi musuh-musuh Allah dalam medan pertempuran, mereka berperang di jalan Allah melawan orang-orang yang kafir terhadap Allah agar kalimah Allah-lah yang tertinggi dan agama­-Nyalah yang menang lagi berada di atas agama-agama lainnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Mujalid, dari Abul Waddak, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ada tiga macam orang yang Allah rida kepada mereka, yaitu seorang yang mengerjakan salat malam hari, dan kaum yang apabila salat mereka membentuk barisan dengan teratur, serta kaum yang apabila dalam medan perang mereka membentuk barisan dengan teratur.

Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Mujalid, dari Abul Waddak alias Jabar ibnu Nauf dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im Al-Fadl ibnu Dakin, telah menceritakan kepada kami Al-Aswad (yakni Ibnu Syaiban), telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir yang mengatakan bahwa Mutharrif pernah mengatakan bahwa pernah sampai kepadanya sebuah hadis dari Abu Zar sehingga ia ingin bersua secara langsung dengannya.
Lalu ia menemuinya dan bertanya, “Hai Abu Zar, pernah sampai kepadaku sebuah hadis darimu, maka aku ingin sekali bersua denganmu.” Abu Zar menjawab, “Ayahmu milik Allah, sekarang engkau telah bersua denganku, maka kemukakanlah maksudmu!” Aku berkata, “Pernah sampai kepadaku suatu hadis darimu bahwa engkau pernah mengatakan Rasulullah ﷺ telah menceritakan kepada kalian (para sahabat) bahwa Allah murka terhadap tiga macam orang dan menyukai tiga macam orang lainnya.” Abu Zar menjawab, “Benar, janganlah engkau mempunyai prasangka bahwa aku berdusta terhadap kekasihku (Nabi ﷺ).” Aku bertanya, “Maka siapakah tiga macam orang yang disukai oleh Allah itu?”
Abu Zar menjawab, bahwa seorang lelaki yang berperang di jalan Allah, ia keluar berjihad dengan mengharapkan rida Allah dan pahala-Nya, lalu berhadapan dengan musuh.
Dan kamu akan menjumpai hal yang membenarkannya di dalam Kitabullah.
Kemudian Abu Zar membacakan firman-Nya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Kemudian disebutkan hal yang selanjutnya hingga akhir hadis.

Demikianlah hadis ini diketengahkan melalui jalur ini dengan teks seperti yang disebutkan di atas, tetapi yang dikemukakan di atas adalah ringkasannya.

Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah mengetengahkannya melalui hadis Syu’bah, dari Mansur ibnul Mu’tamir, dari Rib’i ibnu Hirasy, dari Zaid Ibnu Zabyan, dari Abu Zar dengan teks yang lebih panjang daripada hadis di atas lagi lebih lengkap.
Kami telah mengetengahkannya di tempat yang lain.

Diriwayatkan dari Ka’bul Ahbar.
Ia mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman berkenaan dengan berita gembira kedatangan Nabi Muhammad ﷺ, “Hamba-Ku yang bertawakal lagi terpilih, bukanlah orang yang keras, bukan pula orang yang kasar, serta bukan pula orang yang bersuara gaduh di pasar-pasar; dan dia tidak membalas keburukan dengan keburukan lainnya, tetapi dia memaaf dan mengampuni.
Kelahirannya di Mekah, dan tempat hijrahnya ialah di Tabah (Madinah); kerajaannya di negeri Syam.
Umatnya adalah orang-orang yang banyak memuji Allah, mereka memuji Allah dalam keadaan apa pun.
Dan pada setiap rumah mereka terdengar suara dengungan seperti dengungan lebah di udara di waktu sahur (karena membaca Al-Qur’an).
Mereka membasuh anggota-anggota tubuhnya (berwudu) dan gemar mengenakan kain separo badan mereka; saf mereka dalam pertempuran sama dengan saf mereka dalam salat.” Kemudian Ka’bul Ahbar membacakan firman-Nya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Mereka adalah kaum yang selalu memperhatikan matahari (untuk waktu salat mereka), mereka selalu mengerjakan salat di mana pun waktu salat mereka jumpai sekalipun mereka berada di atas punggung hewan kendaraan.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Bahwa Rasulullah ﷺ tidak sekali-kali berperang melawan musuh melainkan terlebih dahulu mengatur barisan pasukannya membentuk saf, dan ini merupakan strategi yang diajarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang mukmin.
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala: seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Yaitu sebagian darinya menempel dengan sebagian lainnya dalam saf peperangan.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Yakni kokoh dan tidak rapuh, sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisan safnya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4) Tidakkah Anda melihat para pekerja bangunan?
Mereka tidak suka bila bangunan yang dikerjakannya acak-acakan.
Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala tidak suka bila perintah-Nya diacak-acak.
Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kaum mukmin untuk berbaris dengan rapi dalam peperangan mereka dan juga dalam salat mereka, maka peganglah oleh kalian perintah Allah subhanahu wa ta’ala ini, karena sesungguhnya perintah ini akan menjadi pemelihara diri bagi orang yang mengamalkannya.
Semua pendapat di atas di kemukakan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Amr As-Sukuni, telah menceritakan kepada kamj Baqiyyah ibnul Walid, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Yahya ibnu Jabir At-Ta’ir, dari Abu Bahriyyah yang mengatakan bahwa dahulu mereka tidak suka berperang dengan mengendarai kuda dan mereka lebih suka berperang dengan jalan kaki karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 4)

Dan tersebutlah bahwa Abu Bahriyyah sering mengatakan, “Apabila kalian melihatku menoleh dalam safku, maka pukullah daguku.”


Informasi Surah Ash Shaff (الصف)
Surat Ash Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan “Ash Shaff”,
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata “Shaffan” yang berarti “satu barisan”.
Ayat ini menerangkan apayang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya
anjuran berjihad pada jalan Allah
Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa a.s. pernah mengingkari ajaran­ajaran nabi mereka. Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam
Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Ayat-ayat dalam Surah Ash Shaff (14 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaff (61) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaff (61) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaff (61) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaff - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 14 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 61:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, "Barisan") adalah surah ke-61 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah 61
Nama Surah Ash Shaff
Arab الصف
Arti Satu barisan
Nama lain Hawariyun, Isa
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 109
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 14
Jumlah kata 226
Jumlah huruf 966
Surah sebelumnya Surah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnya Surah Al-Jumu’ah
4.4
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/61-4







Pembahasan ▪ surah as shaff tafsir ▪ Tafsir qs 61;2-4

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta