Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 3 [QS. 61:3]

کَبُرَ مَقۡتًا عِنۡدَ اللّٰہِ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا مَا لَا تَفۡعَلُوۡنَ
Kabura maqtan ‘indallahi an taquuluu maa laa taf’aluun(a);
(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
―QS. Ash Shaff [61]: 3

Daftar isi

Great is hatred in the sight of Allah that you say what you do not do.
― Chapter 61. Surah Ash Shaff [verse 3]

كَبُرَ besar
Great is
مَقْتًا kebencian
hatred
عِندَ disisi
with
ٱللَّهِ Allah
Allah
أَن bahwa
that
تَقُولُوا۟ kamu mengatakan
you say
مَا apa
what
لَا tidak
not
تَفْعَلُونَ kamu kerjakan
you do?

Tafsir Al-Quran

Surah Ash Shaff
61:3

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 3. Oleh Kementrian Agama RI


Allah memperingatkan bahwa sangat besar dosanya orang mengatakan sesuatu, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya.
Hal ini berlaku baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan masyarakat.


Menepati janji merupakan perwujudan iman yang kuat.
Budi pekerti yang agung, dan sikap yang berperikemanusiaan pada seseorang, menimbulkan kepercayaan dan penghormatan masyarakat.

Sebaliknya, perbuatan menyalahi janji tanda iman yang lemah, serta tingkah laku yang jelek dan sikap yang tidak berperikemanusiaan, akan menimbulkan saling mencurigai dan dendam di dalam masyarakat.
Oleh karena itulah, agama Islam sangat mencela orang yang suka berdusta dan menyalahi janjinya.


Agar sifat tercela itu tidak dipunyai oleh orang-orang beriman, alangkah baiknya jika menepati janji dan berkata benar itu dijadikan tujuan pendidikan yang utama yang diajarkan kepada anak-anak di samping beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan melatih diri mengerjakan berbagai bentuk ibadah yang diwajibkan.

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah sungguh sangat benci kalau kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh amat besar kebencian dari sisi Allah jika kalian mengatakan dengan lisan kalian apa-apa yang tidak kalian lakukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Amat besar) yakni besar sekali


(kebencian) lafal maqtan berfungsi menjadi tamyiz


(di sisi Allah bahwa kalian mengatakan) lafal an taquuluu menjadi fa’il dari lafal kabura


(apa-apa yang tiada kalian kerjakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Untuk itulah maka Allah mengukuhkan pengingkaran-Nya terhadap sikap mereka yang demikian itu melalui firman berikutnya:

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
(QS. Ash-Shaff [61]: 3)

Imam Ahmad dan Imam Abu Daud telah meriwayatkan melalui Abdullah ibnu Amir ibnu Rabi’ah, yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ datang kepada keluarganya yang saat itu ia masih anak-anak.
Lalu ia pergi untuk bermain-main, tetapi ibunya memanggilnya,
"Hai Abdullah, kemarilah, aku akan memberimu sesuatu."
Rasulullah ﷺ bertanya kepada ibunya,
"Apakah yang hendak engkau berikan kepadanya?"
Ibunya menjawab,
"Kurma,"
Rasulullah ﷺ bersabda:


Ketahuilah, sesungguhnya andaikata engkau tidak memberinya, tentulah akan dicatat atas dirimu sebagai suatu kedustaan.

Imam Malik rahimahullah berpendapat bahwa apabila janji itu berkaitan dengan kewajiban terhadap yang dijanjikan, maka sudah menjadi keharusan penunaiannya.
Misalnya ialah seperti seseorang berkata kepada lelaki lain,
"Kawinlah kamu, maka aku akan memberikan nafkah sebanyak anu padamu setiap harinya!"
Kemudian lelaki yang diperintahnya itu kawin, maka orang yang berjanji demikian kepadanya diwajibkan memberinya apa yang telah ia janjikan kepadanya selama lelaki itu dalam ikatan perkawinannya.
Mengingat masalah ini berkaitan dengan hak Adami dan berlandaskan pada prinsip mudayaqah.

Jumhur ulama berpendapat bahwa masalah tersebut di atas penunaiannya bersifat tidak wajib secara mutlak.
Dan mereka menakwilkan makna ayat dengan pengertian bahwa ayat ini diturunkan ketika mereka mengharapkan jihad difardukan atas diri mereka.
Tetapi setelah jihad diwajibkan atas mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka berpaling darinya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka,
"Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!"
Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut dari itu.
Mereka berkata,
"Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?
Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?"
Katakanlah,
"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun."
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.
(QS. An-Nisa’ [4]: 77-78)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya yang menyebutkan:

Dan orang-orang yang beriman berkata,
"Mengapa tiada diturunkan suatu surat?"
Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati.
(QS. Muhammad [47]: 20), hingga akhir ayat.
.

Demikian pula artinya ayat ini menurut apa yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan.
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)
Dahulu sebelum jihad difardukan, ada segolongan kaum mukmin yang mengatakan bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai-Nya, maka kami akan mengerjakannya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada Nabi-Nya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai ialah beriman kepada-Nya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang mendurhakai-Nya, yaitu mereka yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya.
Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari kaum mukmin tidak senang dengan perintah ini dan terasa berat olehnya.
Untuk itulah maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan?
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)
Demikianlah menurut apa yang dipilih oleh Ibnu Jarir.


Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa orang-orang mukmin mengatakan,
"Seandainya kami mengetahui amal yang paling disukai Allah, tentulah kami akan mengerjakannya."
Maka Allah memberikan petunjuk kepada mereka tentang amal yang paling disukai oleh-Nya melalui firman-Nya:
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan­-Nya dalam barisan yang teratur.
(QS. Ash-Shaff [61]: 4)
Maka Allah menjelaskan kepada mereka amal tersebut, lalu mereka diuji dalam Perang Uhud dengan hal tersebut, dan ternyata pada akhirnya mereka lari ke belakang meninggalkan Nabi ﷺ Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa orang yang paling Aku sukai di antara kamu adalah orang yang berperang di jalan Allah.

Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah perang;
seseorang lelaki mengatakan,
"Aku telah berperang,"
padahal ia tidak ikut perang, dan ia mengatakan,
"Aku telah menusukkan tombakku,"
padahal ia tidak menggunakannya.
Dan ia mengatakan,
"Aku telah memukulkan pedangku,"
padahal ia tidak menggunakannya.
Dan ia mengatakan,
"Aku tetap bertahan dalam medan perang,"
padahal ia tidak bertahan alias melarikan diri.

Qatadah dan Ad-Dahhak mengatakan, ayat ini diturunkan untuk mencemoohkan suatu kaum yang mengatakan bahwa diri mereka telah berperang, memukulkan pedang mereka dan menusukkan tombak mereka, serta melakukan hal-hal lainnya, padahal kenyataannya mereka tidak melakukan sesuatu pun dari apa yang telah dikatakannya itu.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan suatu kaum dari orang-orang munafik.
Mereka menjanjikan kepada kaum muslim bahwa mereka akan membantunya, tetapi ternyata mereka tidak memenuhi apa yang mereka janjikan.

Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)
Bahwa yang dimaksud ialah berjihad.


Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya:
mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?'(QS. Ash-Shaff [61]: 2)
sampai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(QS. Ash-Shaff [61]: 4)
Ayat-ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan segolongan orang-orang Ansar yang antara lain ialah Abdullah ibnu Rawwahah.
Mereka mengatakan dalam suatu majelis,
"Seandainya kita mengetahui amal yang paling disukai oleh Allah, niscaya kita akan mengerjakannya, hingga kita mati,"
maka Allah menurunkan ayat-ayat tersebut berkenaan dengan mereka.
Akhirnya Abdullah ibnu Rawwahah berkata,
"Aku akan terus-menerus berjihad di jalan Allah hingga titik darah penghabisan."
Pada akhirnya ia gugur mati syahid dalam medan pertempuran.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Farwah ibnu Abul Migra, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Misar, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Abu Harb ibnu Abul Aswad Ad-Daili, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Abu Musa mengundang ahli qurra kota Basrah, maka datanglah kepadanya sebagian dari mereka sebanyak tiga ratus orang, semuanya hafal Alquran.
Abu Musa berkata,
"Kalian adalah ahli qurra kota Basrah dan orang-orang pilihan mereka."
Dan Abu Musa mengatakan bahwa dahulu kami sering membaca suatu surat yang kami kelompokkan ke dalam surat-surat yang diawali dengan tasbih, lalu kami ditakdirkan lupa ter­hadapnya, hanya aku masih hafal salah satu dari ayatnya yang menyebutkan:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)
Maka dibebankanlah ke atas pundak kalian persaksian dan kelak di hari kiamat kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.

Unsur Pokok Surah Ash Shaff (الصف)

Surat Ash-Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan "Ash Shaff",
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata "Shaffan" yang berarti "satu barisan".
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

▪ Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
▪ Anjuran berjihad pada jalan Allah.
▪ Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa `alaihis salam pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka.
Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
▪ Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Ayat-ayat dalam Surah Ash Shaff (14 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 14 + Terjemahan Indonesia
QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 14

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaff ayat 3 - Gambar 1 Surah Ash Shaff ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 61:3
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, “Barisan”) adalah surah ke-61 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah 61
Nama Surah Ash Shaff
Arab الصف
Arti Satu barisan
Nama lain Hawariyun, Isa
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 109
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 14
Jumlah kata 226
Jumlah huruf 966
Surah sebelumnya Surah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnya Surah Al-Jumu’ah
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
61:3, 61 3, 61-3, Surah Ash Shaff 3, Tafsir surat AshShaff 3, Quran AshShaff 3, As-Saff 3, As Saff 3, Surah Ash Shaf ayat 3
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 61:3

More Videos

Kandungan Surah Ash Shaff

۞ QS. 61:1 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 61:3 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 61:5 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 61:6 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 61:7 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 61:8 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 61:9 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 61:10 • Pahala iman • Keutamaan iman • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 61:11 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 61:12 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 61:13 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 61:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman

Ayat Pilihan

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu.
Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
QS. Az-Zukhruf [43]: 43

Bila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala ke-2), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu & bapaknya, dari istri & anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya
QS. ‘Abasa [80]: 33-37

Siapa bertemu Tuhannya dalam keadaan beriman & beramal saleh, maka akan peroleh kedudukan tinggi (yaitu) surga yang mengalir sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya.
Dan itu balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran & kemaksiatan)
QS. Ta Ha [20]: 75-76

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau & main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,
kalau mereka mengetahui.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 64

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

kafarat

Apa itu kafarat? ka.fa.rat (1) denda yang harus dibayar karena melanggar larangan Allah atau melanggar janji; (2) persembahan kepada Allah sebagai tanda mohon pengampunan (krn telah melanggar hukum-N...

Mujahadah An-Nafs

Apa itu Mujahadah An-Nafs? Mujahadah An-Nafs diartikan sebagai pengendalian atau kontrol terhadap diri. Mujahadah An-Nafs terdiri atas dua kata yakni Mujahadah yang berarti bersungguh-sungguh sementar...

burak

Apa itu burak? bu.rak kendaraan yang digunakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ketika melaksanakan Isra ۞ Variasi nama: buroq … • buroq