Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 2 [QS. 61:2]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لِمَ تَقُوۡلُوۡنَ مَا لَا تَفۡعَلُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf’aluun(a);
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
―QS. Ash Shaff [61]: 2

O you who have believed, why do you say what you do not do?
― Chapter 61. Surah Ash Shaff [verse 2]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(you) who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe!
لِمَ mengapa

Why
تَقُولُونَ kamu mengatakan

(do) you say
مَا apa

what
لَا tidak

not
تَفْعَلُونَ kamu kerjakan

you do?

Tafsir

Alquran

Surah Ash Shaff
61:2

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah Allah menerangkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, ia mengingatkan kaum Muslimin akan kekurangan-kekurangan yang ada pada mereka, yaitu mereka mengatakan suatu perkataan, tetapi mereka tidak merealisasikan atau mengerjakannya.
Di antaranya, mereka berkata,
"Kami ingin mengerjakan kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah,"
tetapi jika datang perintah itu, mereka tidak mengerjakannya.


Ada dua macam kelemahan manusia yang dikemukakan ayat ini, yaitu:


1. Ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatan mereka.

Kelemahan ini kelihatannya mudah diperbaiki, tetapi sukar dilaksanakan.
Sangat banyak manusia yang pandai berbicara, suka menganjurkan suatu perbuatan baik, dan mengingatkan agar orang lain menjauhi larangan-larangan Allah, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Abdullah bin Rawahah berkata,
"Para mukmin pada masa Rasulullah sebelum jihad diwajibkan berkata,
"Seandainya kami mengetahui perbuatan-perbuatan yang disukai Allah, tentu kami akan melaksanakannya."
Maka Rasulullah menyampaikan bahwa perbuatan yang paling disukai Allah ialah beriman kepada-Nya, berjihad menghapuskan kemaksiatan yang dapat merusak iman, dan mengakui kebenaran risalah yang disampaikan Nabi-Nya.

Setelah datang perintah jihad, sebagian orang-orang yang beriman merasa berat melakukannya.
Maka turunlah ayat ini sebagai celaan akan sikap mereka yang tidak baik itu.


2. Tidak menepati janji yang telah mereka buat.

Suka menepati janji yang telah ditetapkan merupakan salah satu ciri dari ciri-ciri orang-orang yang beriman.
Jika ciri itu tidak dipunyai oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah dan rasul-Nya, berarti ia telah menjadi orang munafik.


Rasulullah ﷺ bersabda:Tanda orang munafik ada tiga macam:
bila berjanji, ia menyalahi janjinya, bila berkata, ia berdusta dan bila dipercaya, ia berkhianat.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Namun tidak berarti bahwa orang-orang tidak boleh mengatakan kebenaran bila ia sendiri belum mampu melaksanakannya.
Mengatakan kebenaran wajib, sedangkan melaksanakannya tergantung kemampuan.
Allah ﷻ berfirman:

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاˆنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah;
dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu.
Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(at-Tagabun [64]: 16)

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman, untuk apa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan yang mengikuti rasul-Nya, mengapa kalian menjanjikan atau mengatakan sesuatu tapi kalian tidak melakukannya?
Ini adalah pengingkaran terhadap orang yang menyimpang dari perbuatan serta ucapannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan) sewaktu kalian meminta berjihad


(apa yang tidak kalian perbuat) karena ternyata kalian mengalami kekalahan atau mundur dalam perang Uhud.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan.
(QS. Ash-Shaff [61]: 2)

Ini merupakan pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan sesuatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu ia tidak memenuhinya.
Oleh karena itulah maka ada sebagian dari ulama Salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang telah dijanjikannya secara mutlak tanpa memandang apakah yang dijanjikannya itu berkaitan dengan kewajiban ataukah tidak.
Mereka beralasan pula dengan hadis yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji ingkar, apabila berbicara dusta dan apabila dipercaya khianat.

Di dalam hadis lain yang juga dalam kitab sahih disebutkan pula:

Ada empat pekerti yang barang siapa menyandang keempat-empatnya, maka dia adalah munafik militan;
dan barang siapa yang menyandang salah satunya, berarti dalam dirinya terdapat suatu pekerti orang yang munafik sampai dia meninggalkannya.

Lalu disebutkan yang antara lainnya ialah mengingkari janji.
Kami telah menjelaskan dengan rinci kedua hadis ini di dalam permulaan syarah kitab Imam Bukhari.

Unsur Pokok Surah Ash Shaff (الصف)

Surat Ash-Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan "Ash Shaff",
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata "Shaffan" yang berarti "satu barisan".
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

▪ Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
▪ Anjuran berjihad pada jalan Allah.
▪ Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa `alaihis salam pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka.
Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
▪ Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Audio

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 14 + Terjemahan Indonesia

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 14

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaff ayat 2 - Gambar 1 Surah Ash Shaff ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 61:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, “Barisan”) adalah surah ke-61 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah61
Nama SurahAsh Shaff
Arabالصف
ArtiSatu barisan
Nama lainHawariyun, Isa
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu109
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat14
Jumlah kata226
Jumlah huruf966
Surah sebelumnyaSurah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnyaSurah Al-Jumu’ah
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

61:2, 61 2, 61-2, Surah Ash Shaff 2, Tafsir surat AshShaff 2, Quran AshShaff 2, As-Saff 2, As Saff 2, Surah Ash Shaf ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 19 [QS. 92:19]

19. Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat atau jasa padanya yang harus dibalasnya. Dia tidak berinfak hanya karena hendak membalas budi baik orang lain kepadanya, melainkan berinfak dengan … 92:19, 92 19, 92-19, Surah Al Lail 19, Tafsir surat AlLail 19, Quran Al-Lail 19, Surah Al Lail ayat 19

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 66 [QS. 2:66]

Selanjutnya, untuk menimbulkan efek jera, maka Kami jadikan yang demikian itu, yaitu hukuman atau kutukan menjadi kera, sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu, yaitu orang-orang Yahudi, dan … 2:66, 2 66, 2-66, Surah Al Baqarah 66, Tafsir surat AlBaqarah 66, Quran Al-Baqarah 66, Surah Al Baqarah ayat 66

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

+

Array

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ہٰذَا بَیَانٌ لِّلنَّاسِ وَ ہُدًی وَّ مَوۡعِظَۃٌ لِّلۡمُتَّقِیۡنَ

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat. 7 5 9 8 6 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … selamanya fanatik tidak ada akhir sementara selalu Benar! Kurang tepat! Allah memiliki sifat Al Kariim yang

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … khuluqiyah amaliyah fiqih jinayah i’tiqadiyah Benar! Kurang tepat!

Instagram