QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 5 [QS. 32:5]

یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ مِنَ السَّمَآءِ اِلَی الۡاَرۡضِ ثُمَّ یَعۡرُجُ اِلَیۡہِ فِیۡ یَوۡمٍ کَانَ مِقۡدَارُہٗۤ اَلۡفَ سَنَۃٍ مِّمَّا تَعُدُّوۡنَ
Yudabbirul amra minassamaa-i ilal ardhi tsumma ya’ruju ilaihi fii yaumin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta’udduun(a);

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
―QS. 32:5
Topik ▪ Takdir ▪ Segala sesuatu ada takdirnya ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
32:5, 32 5, 32-5, As Sajdah 5, AsSajdah 5, As-Sajdah 5

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Hanya Allah sendirilah yang mengurus, mengatur, mengadakan dan melenyapkan segala yang ada dalam dunia ini.
Segala yang terjadi itu adalah sesuai dengan kehendak dan ketetapan-Nya, tidak ada sesuatupun yang menyimpang dari kehendak-Nya itu.
Pengaturan itu dimulainya dari langit hingga sampai ke bumi, kemudian urusan itu naik kembali kepada-Nya.
Semua yang tersebut pada ayat ini merupakan gambaran dari kebesaran dan kekuasaan Allah, agar manusia mudah memahaminya.
Kemudian Dia menggambarkan pula waktu yang digunakan Allah subhanahu wa ta’ala mengurus, mengatur dan menyelesaikan segala urusan alam semesta ini, yaitu selama sehari, tetapi ukuran sehari itu sama lamanya dengan 1000 tahun dari ukuran tahun yang dikenal manusia di dunia ini.
Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan.
Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini.
Sejak Allah menciptakannya pertama kali sampai kehancurannya di hari kiamat, kemudian kembalinya segala urusan ke tangan Allah, yaitu hari berhisab menempuh waktu yang lama sekali, sukar manusia menghitungnya.
Dalam ayat yang lain digunakan perkataan ribuan itu untuk menerangkan lamanya waktu yang terpakai, seandainya manusia naik menghadap Allah, sekalipun para malaikat hanya sehari saja,

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Artinya: Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.
(Q.S.
Al Ma’arij: 4)

Ada pula yang berpendapat bahwa maksud ayat ini ialah segala urusan dunia ini kembali kepada Allah di hari kiamat dalam waktu satu hari, yang sama lamanya dengan 1.000 tahun waktu di dunia ini.
Sebagian mufassir yang lain menafsirkan ayat ini: “Para malaikat naik kepada Allah ke langit dalam satu hari.
Jika jarak itu ditempuh selain oleh malaikat, maka ia memerlukan waktu 1.000 tahun.
Rasulullah ﷺ dalam malam mi’raj pernah naik ke langit bersama malaikat Jibril menghadap Allah.
Jarak itu ditempuh dalam waktu kurang lebih setenga malam.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia yang mengurus seluruh urusan ciptaan-Nya dari langit sampai ke bumi.
Kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam waktu satu hari yang lamanya sama dengan seribu tahun dunia, sebagaimana hitungan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia mengatur urusan dari langit ke bumi) selama dunia masih ada (kemudian naiklah) urusan dan pengaturan itu (kepada-Nya dalam suatu hari yang lamanya adalah seribu tahun menurut perhitungan kalian) di dunia.

Dan di dalam surah Al-Ma’arij ayat 4 disebutkan bahwa kadar masa itu adalah lima puluh ribu tahun.

Makna yang dimaksud ialah bahwa saat hari kiamat bagi orang-orang kafir terasa begitu lama sekali karena sangat ngerinya.

Berbeda halnya dengan orang yang beriman, ia merasa seolah-olah hanya sebentar saja bahkan waktunya terasa lebih pendek daripada satu salat fardu yang dilakukannya di dunia.

Demikianlah menurut keterangan yang dijelaskan di dalam hadis.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengatur urusan seluruh makhluk dari langit ke bumi, kemudian urusan dan pengaturan tersebut naik kepada Allah dari bumike langit pada hari yang kadarnya seribu tahun dari hari dunia yang dihitung manusia.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya.
(As Sajdah:5)

Yaitu perintah-Nya turun dari langit yang tertinggi sampai ke lapisan yang paling bawah dari bumi lapis ketujuh, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah-lah Yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
Perintah Allah berlaku padanya.
(At-Talaq: 12), hingga akhir ayat.

Semua amal perbuatan dilaporkan oleh para malaikat pencatatnya ke atas langit yang terdekat, sedangkan jarak antara langit yang terdekat dan bumi sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun, dan ketebalan langit sama dengan jarak lima ratus tahun.

Mujahid, Qatadah, dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa jarak yang ditempuh oleh malaikat yang turun ke bumi adalah lima ratus tahun.
Begitu pula naiknya sama dengan perjalanan lima ratus tahun, tetapi malaikat dapat menempuhnya sekejap mata.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
Yang demikian itu ialah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata.
(As Sajdah:5-6)

Tuhan Yang Mengatur semua urusan ini, Dialah Yang Mengetahui semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya.
Semua amal perbuatan yang agung dan yang rendah dilaporkan kepada-Nya, juga yang besar dan yang kecilnya, semuanya dilaporkan kepada-Nya.
Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Yang menundukkan segala sesuatu, mengalahkannya dan membuat semua hamba tunduk kepada-Nya, lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Dia Mahaperkasa dalam kasih sayang­Nya, lagi Maha Penyayang dalam keperkasaan-Nya, dan inilah sifat Yang Mahasempurna.
Yakni keperkasaan yang disertai dengan kasih sayang, dan kasih sayang yang disertai keperkasaan.
Karena itu, Dia Maha Penyayang bukan karena kalah.


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah32
Nama SurahAs Sajdah
Arabالسجدة
ArtiSajdah
Nama lainAl-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu75
JuzJuz 21
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat30
Jumlah kata375
Jumlah huruf1564
Surah sebelumnyaSurah Luqman
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahzab
4.7
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ as sajadah ayat 5 ▪ tafsir kementrian agama ri surat as sajdah ayat 5 ▪ surat as sajdah ayat lima beserta penjelasannya ▪ surah assajadah ayat 5 ▪ Surah as-sajdah (32)ayat 5 dan penjelasan yang akurat ▪ surah as sajdah ayat 5 dan artinya ▪ Qs As sajdah 5 ▪ qs al - sajda ayat 5 ▪ PENJELASAN qs as sajdah ▪ penjelasan ayat surah as-sajadah ayat 5 ▪ pengertian arti surat as sajdah ayat ke 5 ▪ kandungan surat as sajdah ayat 5 ▪ as-sajadah ayat 5 ▪ tafsir surah as sajdah ayat 5

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta