QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 26 [QS. 32:26]

اَوَ لَمۡ یَہۡدِ لَہُمۡ کَمۡ اَہۡلَکۡنَا مِنۡ قَبۡلِہِمۡ مِّنَ الۡقُرُوۡنِ یَمۡشُوۡنَ فِیۡ مَسٰکِنِہِمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ ؕ اَفَلَا یَسۡمَعُوۡنَ
Awalam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim minal quruuni yamsyuuna fii masaakinihim inna fii dzalika li-aayaatin afalaa yasma’uun(a);

Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah).
Maka apakah mereka tidak mendengarkan?
―QS. 32:26
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
32:26, 32 26, 32-26, As Sajdah 26, AsSajdah 26, As-Sajdah 26

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan orang-orang musyrik Mekah yang selalu menentang dan mengingkari seruan Nabi Muhammad ﷺ.
Peringatan itu disampaikan sebagai berikut.
Apakah belum jelas bagi orang-orang kafir jalan yang benar yang telah ditunjukkan kepada mereka.
Apakah mereka lupa dan tidak memperhatikan akibat yang diterima umat-umat dahulu yang mendustakan para Rasul yang diutus kepada mereka.
Bukankah orang-orang musyrik Mekah sering melakukan perdagangan ke Syria dan ke Yaman dan dalam perjalanan itu mereka menyaksikan dan melihat bekas negeri kaum ‘Ad, Samud, Lut, penduduk Aikah dan sebagainya yang telah hancur akibat tindakan mereka yang mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka ?
Ayat lain yang senada dengan ayat ini ialah, firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Berapakah banyaknya kota yang telah Kami binasakan yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 45)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kelaliman mereka.
Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.

(Q.S. An-Naml [27]: 52)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan bahwa sebenarnya pada bekas-bekas runtuhan dan tempat kediaman orang-orang yang mendustakan dan mengingkari seruan Rasul itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.
Kejadian itu menunjukkan bahwa Sunnatullah berlaku bagi semua orang yang zalim.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah Allah akan membiarkan begitu saja orang-orang yang mendustakan para rasul tanpa memberikan penjelasan kepada mereka bahwa Dia telah membinasakan umat-umat terdahulu, padahal para pendusta Muhammad itu telah pernah melewati negeri tempat tinggal mereka?
Sungguh, pada peninggalan mereka itu terdapat pelajaran yang menunjukkan kebenaran.
Tetapi, apakah mereka tuli sehingga tidak bisa menyimak pelajaran itu?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan) maksudnya apakah tidak jelas bagi orang-orang kafir Mekah, bahwasanya Kami telah banyak membinasakan umat-umat sebelum mereka disebabkan kekafirannya (sedangkan mereka sendiri berjalan) lafal ayat ini berkedudukan sebagai hal atau kata keterangan keadaan bagi dhamir lahum (di tempat-tempat kediaman mereka itu) sewaktu mereka mengadakan perjalanan ke negeri Syam dan negeri-negeri lainnya, yakni apakah mereka tidak mengambil pelajaran daripadanya.

(Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan Kami.

(Maka apakah mereka tidak mendengarkan) dengan pendengaran yang penuh perhatian dan mau menerima apa yang didengarnya?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang yang mendustakan Rasul itu belum mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, berjalan di negeri mereka lalu menyaksikan dengan mata kepala mereka, seperti kaum Hud,Shalih dan Luth??
Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda dan nasihat-nasihat yang membimbing kepada kebenaran para utusan Allah yang datang kepada mereka dan kebatilan syirik yang mereka perbuat.
Apakah orang-orang yang mendustakan para Rasul itu tidak mendengarkan nasihat-nasihat dan hujjah-hujjah Allah lalu mengambil manfaat darinya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa tidakkah menjadi pelajaran bagi mereka yang mendustakan para rasul keadaan umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena telah mendustakan para rasul dan menentang jalan yang lurus yang didatangkan oleh para rasul kepada mereka, sehingga tiada yang tersisa dari mereka, dan tidak ada bekas atau mata air pun bekas peninggalan mereka.

Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?
(Q.S. Maryam [19]: 98)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 26)

Yakni mereka yang mendustakan para rasul itu berjalan di tempat-tempat kediaman orang-orang terdahulu yang telah mendustakan-para rasul, maka pastilah mereka tidak akan melihat seorang pun dari kalangan orang-orang yang dahulu menghuni dan membangunnya.
Mereka semuanya telah tiada darinya,

seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu.
(Q.S. Al-Araf 92, Hud: 68 dan 95)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka.
(Q.S. An-Naml [27]: 52)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi, maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 45-46) sampai dengan firman-Nya: tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 46)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan:

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan).
(Q.S. As-Sajdah [32]: 26)

Yaitu sesungguhnya lenyapnya kaum tersebut, kebinasaan mereka, serta azab yang menimpa mereka disebabkan mereka mendustakan para rasul, dan selamatnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah, benar-benar terdapat pelajaran, nasihat, dan bukti-bukti yang terang (yang menunjukkan kekuasaan Tuhan).

Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?
(Q.S. As-Sajdah [32]: 26)

Berita-berita orang-orang yang terdahulu, bagaimanakah kesudahan urusan mereka.


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 23-30 - Abenk Alter (Bahasa Indonesia)
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 23-30 - Abenk Alter (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.4
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim