Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

As Sajdah

As Sajdah (Sajdah) surah 32 ayat 23


وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا مُوۡسَی الۡکِتٰبَ فَلَا تَکُنۡ فِیۡ مِرۡیَۃٍ مِّنۡ لِّقَآئِہٖ وَ جَعَلۡنٰہُ ہُدًی لِّبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ
Walaqad aatainaa muusal kitaaba falaa takun fii miryatin min liqaa-ihi waja’alnaahu hudan libanii israa-iil(a);

Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.
―QS. 32:23
Topik ▪ Keutamaan nabi Musa as.
32:23, 32 23, 32-23, As Sajdah 23, AsSajdah 23, As-Sajdah 23
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala menyatakan bahwa Dia telah menurunkan kepada Musa as kitab Taurat sebagaimana Dia telah menurunkan kepada Muhammad ﷺ Alquran, Dia telah menurunkan pula wahyu kepada Muhammad, Musa dan didustakan oleh kaumnya, dan Dia bersama pengikutnya disiksa oleh Firaun dan kaumnya.
sehingga dia dan pengikutnya lari ke daerah Palestina.
Demikian pula Muhammad ﷺ telah didustakan pula oleh kaumnya, disakiti dan ditentang sehingga beliau dan para sahabatnya hijrah ke Madinah.
Itulah Sunatullah yang berlaku di alam ini.
selalu terjadi pertarungan antara yang hak dengan yang batil,.
antara kebaikan dan kejahatan, yang semuanya merupakan cobaan bagi orang-orang yang beriman.
Dalam ayat ini disebut-sebut nama Musa di antara Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah adalah karena banyak persamaan perjuangan Musa as dengan perjuangan Nabi Muhammad ﷺ.

Ayat ini diturunkan untuk hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat yang sedang menyampaikan agama Allah kepada manusia.
Dan dalam menyampaikan risalah itu dia mendapat ancaman, siksaan dan penganiayaan dari kaumnya.
Seakan-akan dikatakan kepada mereka: "Hai Muhammad, janganlah kamu dan pengikut-pengikutmu bersedih hati menghadapi sikap dan tindakan orang-orang musyrik itu.
Tentang yang demikian itu adalah wajar dan merupakan Sunnatullah.
Ingatlah Musa as dan pengikut-pengikutnya, ia dianiaya dan diburu Firaun dan kaumnya, sampai ia lari menyeberangi Laut Merah, mengarungi padang pasir yang tandus dan panas Dalam keadaan demikian banyak pula di antara pengikut-pengikutnya itu yang munafik dan khianat, tetapi ia tetap tabah dan sabar.
Semakin kuat tantangan dan penganiayaan yang dia terima, semakin kuat pula usaha dan kesabarannya.
Aku pasti menyayangimu dan pengikut-pengikutmu sebagaimana Aku telah menjaga pula Musa dan pengikut-pengikutnya.

As Sajdah (32) ayat 23 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy As Sajdah (32) ayat 23 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi As Sajdah (32) ayat 23 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami benar-benar telah mewahyukan Taurat kepada Musa, "Jangan engkau meragukan bahwa Musa telah menerima kitab suci itu.
Kami telah menjadikan kitab itu sebagai petunjuk bagi Bani Israil.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Alkitab) yaitu kitab Taurat (maka janganlah kamu ragu-ragu) meragukan (untuk bertemu dengan Musa) dan keduanya telah berjumpa pada malam Rasulullah ﷺ diisrakan (dan Kami jadikan ia) Musa atau kitab Taurat (sebagai petunjuk) yaitu pemberi petunjuk (buat Bani Israel.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, sebagaimana Kami memberimu (wahai Rasul) al-Qur’an.
Jangan meragukan perjumpaan dengan Musa di malam Isra’ dan Mi’raj.
Kami menjadikan Taurat sebagai petunjuk bagi Bani Israil yang membimbing mereka kepada kebenaran dan ke jalan yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang hamba dan rasul-Nya Musa 'alaihis salam, bahwa Dia telah memberinya Al-Kitab, yakni kitab Taurat.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya (Musa).
(As Sajdah:23)

Menurut Qatadah maksudnya perjumpaan dengan Musa di malam beliau di-isra-kan.
Kemudian diriwayatkan dari Abul Aliyah Ar-Rayyahi yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku saudara sepupu Nabi kalian, yaitu Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Diperlihatkan kepadaku di malam isra-ku Musa ibnu Imran, seorang lelaki yang berkulit hitam manis, bertubuh tinggi, berambut keriting, seakan-akan seperti seseorang dari kabilah Syanu 'ah.
Dan aku melihat Isa, seorang lelaki yang berperawakan sedang, berkulit putih kemerah-merahan, berambut ikal.
Dan aku melihat Malaikat Malik penjaga neraka, juga Dajjal.

Semuanya itu diperlihatkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Nabi ﷺ di antara tanda-tanda lainnya: maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya.
(As Sajdah:23), bahwa Nabi ﷺ telah melihat Musa dan bersua dengannya di malam beliau menjalani isra-nya.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali Al-Hilwani, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telab, menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, dari Abul Aliyah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.
(As Sajdah:23) Bahwa Allah menjadikan Musa sebagai petunjuk bagi kaum Bani Israil.
Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala: maka janganlah kamu (Muhammad) meragukan pertemuan dengannya.
(As Sajdah:23) Yakni pertemuan Musa dengan Tuhannya.

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu.
(As Sajdah:23)

Maksudnya, Al-Kitab yang Kami turunkan kepadanya (Musa).

petunjuk bagi Bani Israil.
(As Sajdah:23)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam surat Al-Isra:

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.” (Al Israa':2)

Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu'minuun.
Dinamakan "As Sajdah" berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu'min di dunia dan ni'mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

QS 32 As-Sajdah (23-30) - Indonesian - Abenk Alter
QS 32 As-Sajdah (23-30) - Arabic - Abenk Alter


Gambar Kutipan Surah As Sajdah Ayat 23 *beta

Surah As Sajdah Ayat 23



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah As Sajdah

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (29 votes)
Sending







✔ Tafsir Quran 32:23

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku