Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

As Sajdah

As Sajdah (Sajdah) surah 32 ayat 21


وَ لَنُذِیۡقَنَّہُمۡ مِّنَ الۡعَذَابِ الۡاَدۡنٰی دُوۡنَ الۡعَذَابِ الۡاَکۡبَرِ لَعَلَّہُمۡ یَرۡجِعُوۡنَ
Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adna duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun(a);

Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
―QS. 32:21
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia merupakan tempat ujian ▪ Keutamaan nabi Musa as.
32:21, 32 21, 32-21, As Sajdah 21, AsSajdah 21, As-Sajdah 21
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa sebenarnya orang-orang kafir itu sewaktu masih hidup di dunia, mereka telah di azab oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan berbagai macam azab, baik yang nampak maupun yang hanya dapat dirasakan saja oleh mereka.
Banyak cobaan-cobaan yang diberikan Allah kepada manusia selama hidup di dunia, sejak dari cobaan yang kecil sampai kepada cobaan yang paling besar dalam bentuk kemewahan lahiriyah sampai kepada kemiskinan dan kesengsaraan, seorang yang kaya yang tidak dilandasi dengan iman kepada Allah, hatinya selalu was-was dan khawatir, seandainya ada orang yang merampas kekayaannya itu atau ada ahli waris yang hendak membunuh agar ia memperoleh kekayaan itu.
Seorang penguasa yang tidak beriman selalu khawatir akan berpindahnya kekuasaan itu kepada orang lain; kekhawatiran seperti ini pernah terjadi pada Firaun di kala tukang-tukang sihirnya dikalahkan oleh Musa as.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Berkata Firaun (kepada tukang sihir): "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian.
Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian.
Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".

(Q.S.
Taha: 71)

Banyak penguasa-penguasa yang bersikap seperti sikap Firaun ini, mereka mengira bahwa merekalah yang memiliki semuanya dan merekalah yang paling berkuasa.
Sebenarnya Allah subhanahu wa ta'ala memberikan cobaan-cobaan dari siksa duniawi itu agar semuanya itu menjadi pelajaran bagi mereka dan agar orang-orang kafir itu mau beriman dan beramal saleh, mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar.
Biarlah mereka senang menanggung siksa enteng di dunia ini asal di akhirat nanti mereka terhindar dari siksa yang amat berat.

As Sajdah (32) ayat 21 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy As Sajdah (32) ayat 21 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi As Sajdah (32) ayat 21 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan Kami bersumpah, "Sungguh Kami akan menimpakan azab kehinaan bagi mereka di dunia sebelum mereka sampai kepada azab yang lebih besar, yaitu kekekalan di dalam neraka.
Mudah-mudahan orang-orang yang diazab dengan azab yang lebih ringan itu bertobat dari kekufuran."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat) yakni azab di dunia, seperti dibunuh, ditawan, ditimpa kekeringan dan paceklik serta dilanda wabah penyakit (selain) yakni sebelum (azab yang lebih besar) yaitu azab di akhirat (mudah-mudahan mereka) yaitu sebagian dari mereka yang masih ada (kembali) ke jalan yang benar, yaitu beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami pasti akan menimpakan kepada orang-orang fasik yang mendustakan itu siksa-siksa dunia berupa ujian, cobaan dan musibah sebelum siksa besar di Hari Kiamat nanti.
Di sana mereka disiksa di Neraka Jahanam, dengan harapan mereka akan kembali dan bertaubat dari dosa-dosa mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat).
(As Sajdah:21)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan azab yang dekat ialah musibah-musibah di dunia, segala macam penyakit dan malapetakanya, serta semua cobaan yang menimpa keluarganya, berupa cobaan yang biasa Allah ujikan kepada hamba-hamba-Nya agar mereka bertobat kepada-Nya.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ubay ibnu Ka'b, Abul Aliyah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha'i, Ad-Dahhak, Alqamah, Atiyyah, Mujahid, Qatadah, Abdul Karim Al-Jazari, dan Khasif.
Ibnu Abbas mengatakan menurut suatu riwayat yang bersumber darinya, bahwa yang dimaksud dengan azab yang dekat ialah ditegakkannya hukuman-hukuman had atas mereka.

Al-Barra ibnu Azib, Mujahid, dan Abu Ubaidah mengatakan, yang dimaksud ialah azab kubur.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Israil, dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwas dan Abu Ubaidah, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat).
(As Sajdah:21) Yang dimaksud dengan azab ialah paceklik yang melanda mereka.

Abdullah putra Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Abdullah ibnu Umar Al-Qawariri, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, dari Syu'bah, dari Qatadah, dari Urwah, dari Al-Hasan Al-'Aufi, dari Yahya ibnul Jazzar dari Ibnu Abu Laila, dari Ubay ibnu Ka'b sehubungan dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di.
dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat).
(As Sajdah:21) Rembulan dan asap telah berlalu?
dan pukulan serta azab yang pasti.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Syu'bah dengan sanad yang mauquf dan lafaz yang semisal.
Pada Imam Bukhari disebutkan melalui Ibnu Mas'ud hal yang semisal.

Abdullah ibnu Mas'ud telah mengatakan pula menurut suatu riwayat yang bersumber darinya, bahwa azab yang dekat ialah musibah yang menimpa mereka dalam Perang Badar, yaitu ada yang terbunuh dan ada yang ditawan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Malik, dari Zaid ibnu Aslam.

As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa tiada suatu rumah pun di Mekah melainkan tertimpa kesedihan karena kematian atau tertawannya orang-orang mereka.
Maka mereka tertimpa musibah kematian atau musibah menebus tawanan mereka, dan sebagian dari mereka ada yang tertimpa kedua musibah tersebut.

Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu'minuun.
Dinamakan "As Sajdah" berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu'min di dunia dan ni'mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.


Gambar Kutipan Surah As Sajdah Ayat 21 *beta

Surah As Sajdah Ayat 21



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah As Sajdah

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah32
Nama SurahAs Sajdah
Arabالسجدة
ArtiSajdah
Nama lainAl-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu75
JuzJuz 21
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat30
Jumlah kata375
Jumlah huruf1564
Surah sebelumnyaSurah Luqman
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahzab
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (27 votes)
Sending







✔ surat 32 ayat 21